Tiba-tiba Istriku Berubah

Tiba-tiba Istriku Berubah
Bertemu Eka


__ADS_3

Amira menggelengkan kepalanya tak ingin pulang membuat Hendri langsung mendekati meja kerja Reza. Dia ingin memanggil sekuriti menggunakan interkom.


"Baiklah, aku akan pulang kalau kamu mau anterin aku sampai keluar perusahaan!" ujar Amira tersenyum penuh arti membuat Hendri mengurungkan niatnya.


"Oke."


Hendri bernafas lega karena Amira tak banyak membuat drama seperti biasanya.


Mereka pun keluar dari ruangan Reza. Pria tampan yang mengintip di balik jendela ruangan Hendri pun menghela nafas lega.


"Alhamdulillah, Amira udah pergi. Ck … malas kali aku kalau jumpa sama dia! Nyesel dulu pernah pacaran. Mana cuma dua jam lagi!"


Reza mengomel lalu keluar dari ruangannya masuk ke dalam ruang kerjanya.


*


*


"Udah, sekarang kamu pergi!" 


Hendri mengusir Amira saat mereka sudah berada di depan pintu keluar perusahaan.


Tanpa di duga Amora malah langsung memeluk erat tubuh Hendri membuat pria berkacamata itu langsung mendorong kasar tubuh Amira.


Amira terjatuh ke lantai membuat wanita itu menangis. Para karyawan Reza menatap tajam Hendri yang berlaku kasar pada wanita.


"Apa-apaan kamu, Mir. Udah tua kamu, Mira. Kalau memang udah haus belaian segera menikah!" tegas Hendri menatap tajam Amira yang pura-pura menangis.


"Tega kamu, Mas. Kerja gak pulang-pulang, nafkah batin gak kamu berikan. Giliran aku datengin kamu malah kasarin aku!" teriak Amira membuat Hendri melongo.


"Hah."


"Apa kurangnya aku, Mas?"


"Eh."


"Jahat kamu!" Amira menangis sesenggukan membuat Hendri kalang kabut karena semua karyawan menatap tajam dirinya.


"Aku gak nyangka kalau Pak Hendri bisa sekejam itu sama istrinya. Padahal wajahnya kalem banget dan orangnya selama ini lurus-lurus aja!"

__ADS_1


"Ternyata Pak Hendri diam-diam menghanyutkan!"


Hendri yang mendengarnya pun mengumpat kesal dalam hati. Para karyawan mengira Amira istri Hendri.


Karena pria itu tak pernah membawa istrinya pergi menghadiri acara kantor.


Hendri segera menarik tangan Amira lalu membawa wanita itu keluar dari perusahaan Reza dengan cara kasar.


"Gila kamu, Mir. Aku heran wajah kamu itu terbuat dari apa! Kenapa gak ada malu-malu nya. Sekarang pergi kamu dari sini!" tegas Hendri menatap tajam Amira yang malah berekspresi imut.


Namun, itu tak dapat mempengaruhi Hendri yang sedang marah.


"Terserah, aku lapar!"


"Kalau kamu lapar kamu ke restoran bukan malah buat keributan di perusahaan Reza!"


"Justru aku ke sini mau ajak Reza makan siang. Karena Reza nya gak mau, aku ajak kamu!" balas Amira santai membuat Hendri memijat keningnya.


Dia tak habis pikir bagaimana bisa ada wanita yang kebal muka seperti Amira. Padahal dulu waktu SMA Amira tidak seperti ini.


Benar, Hendri dan Amira satu sekolah dulu. Mereka sempat berteman, namun, saat memasuki dunia mahasiswa.


Sikap Amira berubah menjadi liar tak terkendali.


"Anggap aja ini permintaan Amira yang dulu!" ujar Amira membuat Hendri menghentikan langkahnya.


"Please," tambah Amira membuat Hendri menghela nafas berat.


"Ini yang pertama dan terakhir!" tegas Hendri membuat Amira tersenyum lebar.


Aku gak janji batin Amira santai.


*


*


Restoran.


Amira dan Hendri menyantap makanan mereka begitu khidmat. Sedari tadi Amira mengoceh tak jelas, namun Hendri tak menanggapi nya.

__ADS_1


Dia ingin cepat-cepat pergi dari sana karena tak nyaman dengan perilaku Amira yang sangat agresif.


"Bukankah itu istri kamu, Hen?" tanya Amira heran menatap seorang wanita cantik dan elegan memakai jas wanita sedang berbicara dengan pria asing.


"Mana?"


"Itu!" Amira menunjuk dengan dagunya membuat Hendri langsung mengikuti arah pandang Amira.


Deggg.


Hendri melihat Eka sedang berjabat tangan dengan pria asing yang Hendri tebak itu rekan bisnis Eka.


Terlebih lagi pria asing itu mencium punggung tangan Eka. Lalu mereka cipika-cipiki membuat Hendri mengepalkan tangannya erat.


Eka tak sengaja menatap ke tempat Hendri dan Amira duduk.


Amira yang melihatnya pun langsung mengambil kesempatan bangkit duduk lalu mencondongkan tubuhnya ke depan mencium pipi Hendri.


Cup.


Hendri terkejut mendapat serangan Amira tiba-tiba. 


"Impas, Hen. Istri kamu di cium pria lain, kamu di cium wanita lain!" ujar Amira tersenyum genit.


*


*


*


Wkwkwkwk … emak-emak jangan panas dulu sama Amira yakk🙈🙈🤣🤣 setiap orang memiliki alasan tersendiri mengapa bisa bersikap seperti itu 🌚🌚


Sekali lagi author bilang Amira bukan pelakor yah jadi aman-aman aja 🤪🤪🤪


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

__ADS_1


Mampir Juga ke novel temen author 🥰❤️



__ADS_2