
Hanna terperangah mendengar pertanyaan Reza. Dia tak menyangka suaminya akan semarah ini padanya.
"Mas."
"Kenapa kamu gak nikah sama dia aja? Kenapa malah mau nikah sama aku?" Reza bertanya dengan nada yang semakin dingin.
Pria tampan itu menatap tajam Hanna membuat wanita itu semakin merasa bersalah. Sebagai wanita yang paham agama dia tahu betul apa yang dia lakukan tadi salah.
"Mas, aku minta maaf!" Hanna menggenggam erat tangan Reza saat suaminya itu ingin melepaskan genggaman tersebut.
"Untuk apa minta maaf? Emang kamu salah apa?" Reza membuang wajahnya ke arah lain tak ingin menatap wajah memelas Hanna.
Dirinya merasa takut bila melihat wajah memelas Hanna yang menggemaskan membuat sisi ke-lakian nya keluar.
"Aku salah karena memuji pria lain di depan kamu. Aku salah karena tidak menjaga perasaan kamu. Aku juga salah karena tadi di Mall tersenyum manis pada pria lain. Aku akui salah dan aku minta maaf!"
"Maafin aku ya, Mas. Aku janji akan lebih menghargai kamu dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama yaitu memuji pria lain di hadapan kamu!"
Hanna mengakui kesalahannya, wanita cantik itu tak ingin lama-lama mengakui kesalahannya dan menunda-nunda meminta maaf.
Bila salah maka akui dan segera minta maaf, begitulah prinsip Hanna.
"Cuma di hadapan aku? Lalu bagaimana kalau di belakang aku? Jangan-jangan nanti kamu malah muji si Vero itu di belakang aku! Iya 'kan? Ayo jawab!"
Reza bertanya dengan nada dingin dan penuh penekanan. Hanna hanya bisa menelan ludahnya kasar.
Entah mengapa saat ini Reza terlihat seperti jaksa penuntut umum KPK dan Hanna sebagai tersangka koruptor.
__ADS_1
"Enggak, Mas. Mana mungkin aku muji orang lain di belakang kamu. Gak penting!" sanggah Hanna membuat Reza bernafas lega.
"Kamu gak marah lagi 'kan, Mas?" tanya Hanna hati-hati.
"Siapa yang marah? Aku orangnya gak pernah marah!" balas Reza membuat Hanna mengerucutkan bibirnya.
"Kalau gak pernah marah terus tadi apa, Mas?" sungut Hanna membuat Reza mengendikkan bahunya acuh.
Reza beranjak dari sofa masuk ke dalam kamar nya. Pria tampan itu merasa sangat lega karena Hanna mau mengakui kesalahannya.
"Ternyata Hanna cukup gentel, dia langsung meminta maaf padaku."
Baru saja pria itu ingin membuka celananya, Hanna masuk ke dalam kamar membuat pria tampan itu terpaksa mengurungkan niatnya.
"Mas, aku sudah minta maaf dan jawab pertanyaan kamu. Sekarang giliran kamu yang jawab pertanyaan aku!" ujar Hanna dengan nada tegas menatap serius wajah tampan suaminya itu.
"Emang kamu mau tanya apa?" Hanna menatap lekat Reza.
"Kok, cuma oh aja sih, Mas? Aku itu mau kamu jelasin siapa Amira! Kenapa dia tiba-tiba datang dan menghina aku?" tanya Hanna menuntut penjelasan pada Reza.
Reza mengangguk kepalanya, lalu dia menatap Hanna serius. Seringai kecil membingkai wajah tampan nya.
"Aku mau jawab asalkan kamu mau turuti permintaan aku!" ujar Reza membuat Hanna melongo.
"Eh, kenapa begitu, Mas? Tadi, kamu tanya tentang mas Vero aku gak pake syarat seperti kamu. Langsung aku jawab kontan! Seharusnya kamu juga gitu dong! Jawab pertanyaan aku tanpa embel-embel syarat atau permintaan!"
Hanna tak setuju membuat Reza mengedikkan bahunya acuh tak acuh.
__ADS_1
"Kalau kamu gak mau ya sudah! Aku gak bakal jawab pertanyaan kamu. Gampang kan?"
Reza berkata dengan nada santai membuat Hanna membelalakkan matanya.
Wanita cantik itu merasa sangat kesal karena Reza sangat pandai mengambil keuntungan.
Oh Hanna … kamu tidak tahu kalau Reza adalah pebisnis handal yang pandai mencari keuntungan dan peluang dalam keadaan apa pun.
Dia sangat pandai bernegosiasi dengan teman bisnis nya. Termasuk kamu yang berstatus istrinya.
"Baik. Aku akan turuti permintaanmu! Sekarang jelasin siapa Amira!" tegas Hanna membuat Reza bersorak dalam hati.
Yes, kamu masuk dalam perangkap aku Hanna batin Reza bersorak riang.
"Amira adalah …"
*
*
*
Maaf karena semalam tidak up lagi, karena mamak author sakit terpeleset di kamar mandi. Kakinya bengkak …
Mohon doa nya ya kakak 🙏🙏🙏
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰