Tiba-tiba Istriku Berubah

Tiba-tiba Istriku Berubah
Kepintaran Hanna


__ADS_3

Reza menunggu Hanna yang sedang memasak makan siang untuk mereka di depan televisi. Pria tampan itu sedang asik menonton film romantis.


Reza menatap serius layar televisi di kala tokoh utama pria nya datang memeluk tokoh wanita dari belakang saat sedang memasak.


Membuat Reza seketika tersenyum lebar. Dia akan melakukan hal yang sama pada Hanna. Mumpung istrinya itu sedang masak.


"Yes, akhirnya aku punya cara untuk dekat dengan Hanna!"


Reza bersorak riang. Pria tampan itu segera berlari ke dapur melihat Hanna yang sedang serius mengaduk kuah di dalam wajan.


"Lagi masak apa?" Reza datang memeluk erat tubuh Hanna dari belakang membuat wanita cantik itu tersentak.


Hanna tersenyum malu, untuk pertama kalinya suami tampannya datang memeluk erat tubuhnya dari belakang.


Bukankah ini terasa sangat romantis. Hanna memang polos, akan tetapi, dia sangat sering mendengarkan kisah romantis Rasulullah dengan para istri Rasulullah dulu.


"Lagi masak opor ayam kesukaan, Mas!" jawab Hanna pelan merasa gugup.


Apalagi dagu Reza berada di pundaknya, hembusan nafas suaminya itu menerpa leher jenjang miliknya membuat Hanna meremang.


"Kamu bisa masak opor? Kenapa aku baru tahu?" Reza terkejut mendengar Hanna bisa memasak masakan kesukaan nya.


Hanna tersenyum kecut, bagaimana mungkin Reza tahu karena sedari dulu dia telah berusaha mati-matian menjadi istri yang baik.


Hampir setiap hari Hanna memasak makanan kesukaan Reza. Namun, tak sekalipun pria itu menyentuh bahkan meliriknya.


"Dulu 'kan kamu gak peduli tentang apa yang aku lakukan, Mas. Setiap hari aku masak makanan kesukaan kamu tapi kamu nya aja yang cuek dan tidak peduli," ujar Hanna menohok hati Reza.


Pria tampan itu merasa tertampar mendengar kata-kata Hanna. Dia sadar bahwa selama mereka menikah dirinyalah yang bermasalah.


Banyak kesalahan yang dia perbuat, namun, Reza bersyukur karena memiliki istri sabar dan tulus seperti Hanna.


"Maaf, sekarang aku janji akan lebih menghargai kamu dan memperdulikanmu!" balas Reza sungguh-sungguh.


Pria tampan itu ingin memperbaiki hubungannya dengan Hanna. Terlebih lagi dia tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya dengan sikapnya yang acuh tak acuh pada Hanna.


Setelah merenungi kesalahannya pada Hanna, membuat Reza malu pada diri sendiri. Dia teringat ayahnya yang sangat mencintai ibunya.

__ADS_1


Bahkan, ayahnya memperlakukan ibunya seperti ratu. Sedangkan Reza? Selama enam bulan dia secara tak sadar memperlakukan Hanna seperti pembantu.


Yang kerjanya membersihkan rumah, menyiapkan kebutuhan nya saja.


"Manusia itu makan nasi, bukan padi, yang dibutuhkan manusia itu bukti bukan janji, Mas. Jadi, cukup buktikan semua perkataan mu. Karena laki-laki itulah yang di pegang ucapan nya!" 


Kata-kata Hanna mampu menohok hati Reza sekali lagi. Entah mengapa dia selalu skakmat dibuat Hanna. Istrinya itu sangat pandai berkata-kata membungkam lawan bicaranya.


"Han, kamu benar cuma lulusan SD?" tanya Reza penasaran.


"Benar. Setelah lulus SD aku masuk pesantren Buya di kampung dulu."


"Tapi, biasanya kalau pesantren juga ada sekolah nya, 'kan?"


"Iya ada, itu pesantren terpadu. Sedangkan pesantren Buya khusus untuk menghafal dan mempelajari kitab kuning, kitab Arab dan Al-Qur'an. Di sana juga ada pelajaran bahasa Inggris, Mandarin dan Arab!" jelas Hanna membuat Reza terkejut.


"Waw … ada bahasa Arab, Inggris dan Mandarin juga? Kamu bisa?" 


"He'um. Alhamdulillah aku bisa, Mas. Meski bahasa Mandarin aku cuma tahu nya yang baku saja. Aku juga menghafal Al-Qur'an 30 juz dan aku bisa menerjemahkan kitab kuning dan Arab ke dalam bahasa Indonesia!" ujar Hanna seraya menuangkan opor ayam ke dalam mangkuk.


Reza melepaskan pelukannya. Pria tampan itu tak bisa menahan keterkejutan nya mendengar fakta pesantren Hanna. 


Antara senang dan malu pada Hanna. Itulah yang Reza rasakan.


Bagaimana tidak? Reza hanya menghafal juz 30 sedangkan istrinya menghafal 30 juz. Kebalikan bukan?


"Meski aku cuma lulusan SD, Alhamdulillah aku punya hafalan Al-Qur'an, Mas."


"Aku paham ilmu dunia. Meski sekolah ku tidak tinggi, aku tahu tentang sains, geologi, biologi, kimia, matematika dan fisika. Sebab dalam Al-Qur'an menjelaskan semua ilmu dunia."


"Aku tahu, Mas. Aku hanya lulusan SD, tapi aku tahu bagaimana pembuahan janin dalam rahim berdasarkan penjelasan ilmu kedokteran dan dalil Al-Qur'an."


Hanna melihat Reza yang seperti ragu dengan perkataan nya.


"Pembuahan zigot dimulai saat ****** dan sel telur bersatu di salah satu dari dua saluran tuba. Sel telur yang berhasil dibuahi disebut sebagai zigot."


"Setelah itu, zigot akan membelah diri dan berkembang menjadi sel yang membentuk embrio. Pada tahapan ini, semua organ mengalami perkembangan seperti struktur dasar otak, sistem saraf, kecuali organ intim."

__ADS_1


"Terakhir, embrio memasuki tahapan berikutnya yang disebut sebagai janin. Pada periode ini, janin mengalami perkembangan pesat di bagian otak. Biasanya, perkembangan terjadi pada minggu kesembilan hingga persalinan."


Reza menelan ludahnya mendengar penjelasan Hanna. Tak berhenti di situ, Hanna juga memberikan dalilnya.


Dia hanya ingin membuka mata hati Reza agar tak menilai sebelah mata orang-orang lulusan pesantren.


Karena sangat banyak masyarakat yang menilai pesantren itu norak, hanya belajar tentang ilmu akhirat, ketinggalan zaman dan banyak lagi.


"Dalil nya Al Quran surat Al Mu'minun ayat 12-14 Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian kami jadikan air mani itu segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah Pencipta Yang Paling Baik."


Hanna menjelaskan nya secara terperinci menurut dalil Al-Qur'an dan menurut ilmu kedokteran membuat Reza lagi dan lagi speechless.


Hanna menggenggam tangan Reza lembut. Tak bermaksud untuk menyombongkan diri di hadapan Reza. Dia hanya ingin membuka mata hati suaminya.


"Jangan pernah menilai seseorang dengan jabatan, kekayaan dan pendidikan nya, Mas. Karena semua itu tidak ada nilai nya di mata Allah kecuali iman dan taqwa."


"Jangan pula berbangga hati karena memiliki ilmu lebih tinggi dari orang lain. Sebab iblis yang taat dan lebih alim dari malaikat gagal jadi kekasih Allah karena di dalam hatinya ada kalimat 'aku lebih baik darinya'."


Reza menarik Hanna ke dalam pelukannya. Dia memeluk erat istri Sholehah nya.


"Maafkan aku," bisik Reza pelan merasa bersalah pada Hanna karena sempat merendahkan wanita itu.


*


*


*


Wkwkwkwk … gimana, Bang🤣 speechless kan? Makanya jangan nilai rendah orang yang dekat dengan Al-Qur'an.


Sekali dia berbicara tentang dalil, bakal bungkam elu🥴🥴


Oh iya ini pesantren Hanna author gambarkan seperti pesantren di Aceh. Di sini banyak pesantren khusus ilmu akhirat dan ada 3 bahasa yang di haruskan bisa. yaitu Mandarin, Inggris dan Arab.


Author gak tahu di daerah kakak pesantren nya seperti apa kurikulum nya, makanya author gambarkan Seperti di Aceh aja.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


__ADS_2