Tiba-tiba Istriku Berubah

Tiba-tiba Istriku Berubah
Pesan Misterius!


__ADS_3

Perkelahian antara Reza dan dua preman itu telah berhenti. Reza berhasil membekuk dua pelaku itu dengan susah payah.


"Tetap di sini sampai polisi datang! Atau tidak aku yang akan membunuh kalian berdua!" ancam Reza menodongkan senjata tajam ke arah dua preman yang saat ini sudah babak belur.


Reza berhasil merebut dua senjata tajam milik preman tersebut, hingga membuat dia pria asing itu tak berani membantah perkataan Reza.


Terlebih lagi mereka sadar bahwa Reza bukanlah tandingan mereka.


"Tuan, saya mohon jangan lapor polisi. Kami janji tidak akan lagi mengganggu, Tuan!"


Pria asing itu memelas menatap Reza penuh harap. Keduanya menangkup kedua tangan di depan dada.


Reza merasa iba melihat sorot mata dua pria asing itu tampak ketakutan dan kesedihan. 


Reza juga melihat bibir kedua pria itu sangat kering dengan wajah yang pucat pasi.


"Berapa umur kalian?" tanya Reza dingin menatap tajam wajah keduanya.


"Saya 19 tahun."


"Saya 18 tahun, Tuan."


Reza menggelengkan kepalanya tak habis pikir bagaimana bisa anak muda seperti mereka menjadi perampok.


"Kenapa bisa kalian merampok orang? Apa kalian tidak kasihan pada kedua orang tua kalian yang akan menanggung malu bila tahu kelakuan kalian?"


"Seharusnya kalian sebagai anak tahu diri. Kalau belum mampu membahagiakan kedua orang tua maka jangan membebankan mereka!"


Reza membentak keduanya membuat dua pria asing itu langsung murung.


"Kami merampok untuk makan, Tuan. Sekaligus kami mau mengumpulkan uang untuk kembali ke negara kami!" jelas pria asing yang tadi berniat melukai Hanna.


Reza mengernyitkan dahinya, dia memang tahu kalau kedua pria asing ini bukanlah penduduk lokal.


"Maksud kalian apa?"

__ADS_1


Tak sempat mereka berdua menjawab, suara sirine mobil polisi berbunyi membuat kedua pria asing itu ketakutan.


"Tuan, kami mohon jangan jebloskan kamu ke dalam penjara! Kami mencuri hanya untuk makan sehari-hari. Kami juga tidak pernah melukai orang lain!"


"Benar, Tuan. Kami hanya mengancam saja. Tolong kami, Tuan!" 


Kedua pria asing itu langsung bersimpuh di kaki Reza. Mereka terlihat sangat ketakutan, sehingga membuat Reza sedikit merasa iba.


Hanna turun dari mobil polisi lalu berlari memeluk erat tubuh Reza.


"Kamu gak apa-apa, 'kan, Mas?" tanya Hanna khawatir memeriksa tubuh Reza.


Terlihat punggung tangan Reza lecet karena menghajar dua pria asing itu membuat Hanna menangis.


"Ini pasti sakit! Maafin aku, Mas. Aku telat bawa polisi!" ujar Hanna merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja! Jangan nangis lagi!" Reza menarik Hanna ke dalam pelukannya.


Dua polisi turun dari mobil langsung memborgol dua pria asing itu. Keduanya langsung berteriak meminta tolong pada Reza.


"Maaf-maaf! Jantung aku hampir copot karena kalian!" sentak Hanna galak, namun langsung berubah iba melihat kedua pelaku itu menangis.


"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya Nona dan Tuan. Di daerah sini memang rawan begal karena tempatnya sepi. Kami akan membawa kedua pelaku ke kantor polisi."


"Kami harap Anda berdua mau datang ke kantor kami untuk memberikan keterangan!" ujar polisi itu sopan menggunakan bahasa Inggris.


"Baik, Pak."


Hanna dan Reza masuk ke dalam mobil polisi yang berbeda dengan dua pria asing itu.


"Kenapa bisa kamu bawa polisi, Han?" tanya Reza heran.


"Tadi aku minta ponsel ibu-ibu yang lewat untuk telpon polisi. Terus dia lihat aku pegang HP dan nanya kenapa gak telpon pakai HP aku sendiri!"


"Aku jawab kalau HP ku gak ada pulsa, terus dia bilang kalau menghubungi 911 itu gratis! Aku telpon deh polisi nya buat tolongin kamu!" jelas Hanna tanpa di tutup-tutupi.

__ADS_1


Reza merasa gemas dengan istrinya yang polos dan ternyata sangat cerewet kepribadiannya.


"Ternyata kamu cerewet ya, Han!" Reza tersenyum kecil menatap lurus ke depan.


"Dunia akan kesepian tanpa kecerewetan kami para perempuan, Mas!" jawab Hanna santai membuat Reza tertawa geli.


Sikapnya yang kaku perlahan-lahan berubah mencair. Sedikit demi sedikit pria itu sudah bisa menunjukkan ekspresi wajah senyum, tertawa dan marah.


Karena biasanya Reza selalu datar dan dingin seperti kanebo kering.


Dalam perjalanan ke kantor polisi, ponsel Reza berdering menandakan ada pesan masuk.


Reza pun membuka nya dengan santai. Mata Hanna terbelalak begitu juga dengan Reza yang melihat isi pesan itu tak lain adalah foto seorang wanita cantik dan seksi memakai lingerie tembus pandang.


'Apa kabar Mas Reza, Sayang?'


"Mas, kamu selingkuh?" tanya Hanna yang mengintip pesan tersebut.


"Eh … ti-tidak!"


*


*


*


Wkwkwkwk 🤣🤣 kira-kira siapa itu ya? Tenang … tarik nafas dalam-dalam dulu, Bun 🙈 


Aman pelakor 🤣🤣


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2