
"Aku kerja dulu ya!" Reza memeluk pinggang Hanna erat seolah tak rela berpisah dengan istrinya.
Hanna memutar bola matanya jengah karena sudah kesekian kali Reza mengatakan ingin kerja.
Namun, suaminya itu masih betah memeluk dirinya.
"Iya, Mas. Ini udah jam 9, kamu kesiangan nanti, Mas."
Hanna berusaha mendorong dada bidang suaminya membuat Reza mengerucutkan bibirnya.
"Terserah aku dong, Sayang. Mau kesiangan atau tidak itu gak masalah. Karena aku bos nya!" balas Reza seraya mencium pipi Hanna.
Wanita cantik itu merasa geli melihat tingkah suaminya yang berubah drastis. Dulu seperti harimau sekarang berubah menjadi kucing manis dan jinak.
"Gak boleh begitu, Sayang! Kamu bos nya otomatis kamu harus jadi teladan untuk anak buah kamu, agar mereka semakin semangat kerja dan menghormati kamu!"
"Masa kamu menyuruh karyawan harus disiplin sedangkan kamu tidak! Gak etis banget! Malu sama tukang bubur, pagi-pagi udah berangkat dari rumah buat jualan!"
Hanna menangkup pipi Reza lalu memberikan kecupan singkat pada bibir suaminya itu.
"Iya-iya ibu ustadzah. Aku pergi sekarang! Tapi, nanti waktu siang bawain aku bekal ya. Aku mau kamu masak sup buntut! Jangan lupa bawa cabe rawit yang udah dihaluskan."
Reza menelan air liurnya yang hampir mengences membayangkan begitu nikmatnya masakan Hanna.
Hanna mengernyitkan dahinya mendengar permintaan suaminya.
"Bukannya kamu gak suka pedas ya, Mas?" tanya Hanna heran.
"Iya bener. Tapi, entah kenapa hari ini aku mau makan yang pedes dan berkuah!" ujar Reza yang juga heran pada dirinya sendiri.
"Kamu ini aneh, Mas. Udah kayak ibu hamil aja!" celetuk Hanna membuat Reza tertawa kecil.
"Mana ada laki-laki hamil, Sayang. Haiss … kenapa harus kerja sih? Mau nya kan aku di rumah terus sama kamu!"
__ADS_1
Reza memeluk erat tubuh Hanna menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher istrinya itu.
Hanna tersenyum kecil, dia tak menyangka ternyata Reza bisa manja seperti ini bila sudah dekat dengannya.
"Gak apa-apa, Mas. Nanti setelah aku beres-beres rumah dan siap masak aku langsung mandi dan meluncur ke perusahaan kamu!"
"Aku usahakan cepat selesai biar bisa nemenin kamu kerja!" ujar Hanna berusaha membujuk Reza agar drama romantis mereka selesai.
Mendengar hal itu Reza langsung tersenyum cerah.
"Kalau gitu aku berangkat sekarang! Oh ya … besok aku akan memanggil ART agar kamu gak capek-capek beresin rumah. Karena kita lagi ikut program hamil!"
Reza mengecup kening dan pipi Hanna lalu segera berlari masuk ke dalam mobilnya.
Hanna terkekeh geli melihat Reza yang sudah sangat perhatian padanya. Padahal dulu dia tak terlalu memperdulikan Hanna yang membersihkan rumah.
"Bener kata Mas Reza, aku gak boleh capek. Biar bayi kami cepat hadir!" gumam Hanna pelan seraya mengelus perut rata nya.
"Eh, bukannya tiga hari yang lalu harusnya aku udah datang bulan?" tanya Hanna pada dirinya sendiri.
Wanita cantik itu tersenyum cerah. Jantungnya berdegup kencang.
"Lebih baik aku sekarang langsung masak. Nanti aja aku beres-beres rumah, karena aku ingin ke rumah sakit dulu!"
Hanna tersenyum cerah penuh semangat. Dia berharap apa yang ia pikirkan banar adanya.
*
*
*
Para karyawan Reza merasa heran melihat raut wajah bos mereka yang berbinar-binar.
__ADS_1
"Kerja yang benar!"
"Jangan terlambat lagi."
"Warna jas mu bagus, Joko."
"Rambut mu juga bagus, Joni. Licin seperti belut!"
Reza memuji karyawan nya yang ia temui saat menuju ruangannya. Para karyawan Reza hanya bisa tersenyum canggung.
"Bos besar kenapa begitu? Tumbenan dia memuji kita dan senyum-senyum sendiri?" tanya karyawan A.
"Mungkin semalam istrinya tahan 5 ronde! Makanya banyak senyum," bisik karyawan B membuat mereka tertawa cekikikan.
Reza bersenandung kecil seraya terus melangkah. Saat tiba di depan pintu Reza langsung membukanya.
"Selamat pagi, Mantan ku tercinta!" sapa Amira membuat senyuman Reza langsung pudar.
*
*
*
Wkwkwkwk … begitulah kalau orang jatuh cinta, pasti bakal senyum-senyum sendiri 🤣🤣🤣
Mau Lagi gakk?
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
__ADS_1