Tiba-tiba Istriku Berubah

Tiba-tiba Istriku Berubah
Kejujuran Eka


__ADS_3

Hendri membawa pulang istrinya ke rumah mereka. Sedari tadi Eka hanya diam saja, wanita itu sesekali mengusap air matanya yang tumpah ketika mengingat perlakuan orang tuanya. Selalu saja mengutamakan harta daripada kebahagiaan Eka.


Wanita cantik itu kerap kali menyembunyikan luka seorang diri agar tak ada yang tahu akan luka yang ia rasakan. Saat dia pulang ke rumah bukannya pertanyaan "apa kabar atau kamu baik-baik saja" yang mereka lontarkan.


Benar-benar membuat Eka merasa sangat kecewa.


"Sayang!" panggil Hendri pada Eka yang lebih dulu masuk ke dalam kamar mereka.


"Iya, Mas."


Eka berusaha tersenyum paksa berbalik badan menatap Hendri dengan bola matanya yang memerah.


Hendri mendekap pinggang Eka, lalu pria berkacamata itu membelai pipi Eka. Wanita itu menggigit bibirnya agar tangis nya tak pecah.


"Jangan ditahan, Sayang! Kalau mau nangis ya nangis aja. Ada aku di sini yang selalu ada buat kamu!" ujar Hendri lembut membuat Eka langsung menangis sesenggukan.


Wanita cantik itu segera memeluk erat tubuh Hendri. Dia menumpahkan segala rasa sesak di dalam hatinya.


"Aku gak tahan, Mas. Kadang aku juga mikir kalau aku ini anak kandung mereka apa bukan? Karena perlakuan mereka padaku sangat tidak mencerminkan orang tua."


"Meski mereka memberikan fasilitas terbaik bak seorang putri raja. Tapi, perlakuan mereka padaku tak ada bedanya dengan sapi perah! Aku capek … aku lelah!"


"Mereka gak pernah bertanya bagaimana keadaan ku dan apa yang aku rasakan atau inginkan. Mereka hanya bisa menuntut aku harus pintar, aku harus cantik dan aku harus ini itu."

__ADS_1


"Aku bukan robot, Mas! Aku bukan robot… tapi, aku anak mereka! Anak kandung mereka. Tapi, kenapa mereka tidak pernah peduli dengan luka batin ku!"


"Semua yang aku perlihatkan pada mereka hanyalah kepalsuan. Semuanya hanya topeng belaka, bahkan tersenyum saat berhadapan mereka itu juga palsu! Tapi, kenapa mereka tidak peka!"


Eka meluapkan segala emosinya yang selama ini ia tahan. Tak dapat di pungkiri bahwa saat ini hatinya hancur. Tidak ada anak yang mau durhaka pada orang tuanya, termasuk Eka.


Mau se-nakal apapun seorang anak juga ingin membanggakan kedua orang tuanya. Akan tetapi, kenapa orang tua tidak mengerti akan hal itu.


Sebagian mereka menuntut anak-anak agar bisa menjadi anak yang baik. Namun, mereka tak sadar bahwa diri mereka sendiri belum baik dan tak pantas di sebut sebagai orang tua.


"Aku capek! Aku bukan boneka! Aku juga bukan sapi perah keluarga. Aku hanya wanita biasa yang juga ingin di perhatiin dan di manja!"


"Aku juga seorang anak yang ingin di sayang orang tua."


Dia hanya bisa diam saat ini karena Eka hanya ingin di dengarkan. Nanti, bila dirasa Eka sudah mulai tenang, barulah Hendri memberikan pencerahan pada istrinya.


"Jangan takut, aku di sini!" bisik Hendri mengeratkan pelukannya.


Eka merasa sesak hatinya mengingat kelakuan orang tuanya. Wanita cantik itu teringat akan perintah orang tuanya yang selalu menyuruhnya minum pil KB.


Sampai saat ini Hendri tak mengetahui akan hal itu. Suaminya hanya mengira bahwa Allah belum memberikan mereka kepercayaan untuk menitip anak.


Eka tidak ingin hidup dalam kebohongan lagi. Sudah cukup dia berbuat kesalahan yang menyebabkan hubungan nya dengan Hendri renggang.

__ADS_1


Wanita itu ingin berkata jujur sekarang dan berharap Hendri mengerti.


"Kamu tahu apa yang paling buat aku sakit hati, Mas?" tanya Eka dengan suara serak membuat Hendri hanya diam saja.


Wanita itu melonggarkan pelukannya lalu menatap sendu wajah Hendri.


"Mereka menyuruhku meminum pil KB setelah berhubungan dengan kamu!" ungkap Eka jujur dengan air mata yang mengucur deras membasahi pipinya.


Degg.


"Dan bodohnya aku patuh sama mereka … hiks …"


*


*


*


Kasihan Eka ya🤧🤧 hidupnya selalu dalam bayang-bayang orang tuanya.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2