
Reza menggenggam erat tangan Hanna seolah tak ingin lepas. Pria tampan itu tak bisa menahan diri untuk tak kagum pada kepintaran istrinya. Ada rasa bangga dalam diri Reza pada Hanna.
Mereka telah sampai di hotel pesanan Reza. Sedari tadi Hanna merasa malu karena terus di tatap oleh Reza.
"Mas, kenapa dari tadi lihatin aku, sih? Apa ada yang salah di wajah aku?" tanya Hanna pada Reza yang sedari tadi terus memandangi wajahnya.
"Cantik," jawab Reza singkat membuat pipi Hanna merah merona.
Keduanya terus melangkah menuju kamar mereka. Dalam hati Hanna merasa sangat bahagia karena Reza benar-benar berubah meski hanya sedikit saja.
Cklek.
Reza membuka pintu kamar hotel nya. Mata Hanna berbinar, pipinya merona melihat dekorasi kamar pengantin yang telah di hiasi oleh pihak hotel.
Bunga mawar bertaburan di lantai, lilin aroma terapi menguar ke Indra penciuman Reza dan Hanna.
Keduanya melangkah masuk ke dalam kamar yang indah itu. Reza merasa malu melihat handuk yang di buat berbentuk pasangan angsa sedang berciuman di atas ranjang.
"Kamu mau mandi dulu, Mas? Biar aku siapkan air hangat!" tawar Hanna gugup membuat Reza terdiam.
Pria itu tersenyum simpul karena merasa bahwa sebentar lagi dia akan mencoblos Hanna.
"Hemm." Reza berdehem membuat Hanna langsung masuk ke dalam kamar mandi guna menyiapkan air hangat untuk sang suami.
"Ya Allah … apa malam ini akan menjadi malam pertama kami? Kenapa jantung aku degdegan? Padahal kemarin saat aku marah ingin menggoda Mas Reza gak begini? Aman-aman aja."
__ADS_1
"Haduh, kata Mbak Yuni malam pertama itu bakal sakit waktu pertama kali masuk, setelah itu baru enak! Haduh … gimana ini?"
Hanna merasa sangat gugup, wanita cantik itu teringat akan cerita kakak sepupunya yang memberikan spoiler malam pertama padanya sehari sebelum Hanna menikah dengan Reza.
Begitulah perempuan, bila sudah berkumpul pasti akan bercerita banyak. Tak jarang cerita tentang ranjang menjadi bahan obrolan seru.
Apalagi bila ada teman yang bobrok pasti akan menjadi lawakan dan ledekan bagi para jomblo yang belum merasakan malam pertama.
"Hanna, apa sudah siap airnya?" tanya Reza dari luar menggedor pintu membuat Hanna tersadar dari lamunannya.
"Sudah, Mas."
Hanna membuka pintu kamar mandi, wanita cantik itu menelan ludahnya melihat Reza yang ternyata sudah bertelanjang dada dan pinggangnya di lilit handuk.
Reza yang melihat Hanna menatap nya tak berkedip pun tersenyum simpul. Apalagi Hanna tak bergeser sedikitpun dari hadapannya.
Bluss.
Pipi Hanna merah merona bak kepiting rebus. Kakinya terasa seperti jelly ingin luruh ke lantai mendengar tawaran Reza.
"Mas."
"Mau apa enggak?" Reza kembali menggoda Hanna membuat wanita itu panik sekaligus gugup.
Bila mandi berdua maka dapat di pastikan pencoblosan bisa terjadi di dalam kamar mandi. Otomatis akan terasa lebih sakit karena tidak ada kasur di kamar mandi.
__ADS_1
Apalagi ini malam pertama mereka, pasti pinggang nya akan sakit bila bermain di lantai kamar mandi.
Astaghfirullah … apa yang aku pikirkan? Kenapa bisa mesyum seperti ini? Sabar Hanna … sebentar lagi kamu akan merasakan apa itu malam pertama batin Hanna menjerit manja.
"Eh, enggak, Mas. Kamu aja duluan! A-aku ingin merapikan barang kita dulu."
Hanna segera berlari keluar dari kamar mandi membuat Reza menoleh ke belakang lalu terkekeh geli melihat istrinya yang gugup dan malu.
"Dia benar-benar menggemaskan! Haiss … untung dia istriku bukan istri orang!" gumam Reza pelan.
Pria itu masuk ke dalam kamar mandi membuat Hanna bernafas lega.
"Ya Allah … semoga malam ini menjadi malam yang indah bagi kami berdua," gumam Hanna berdoa dengan pipi merona.
*
*
*
Aww … aku malu 🙈🙈🙈 pasti emak-emak juga merasakan hal yang sama seperti Hanna wkwkwkwk 🤣🤣 malu-malu kucing malu-malu tapi mau 🤣🤣
Oh ya yang bintang-bintang kemarin itu t*roris tapi author lupa kasih bintang, jadi di sensor sama sistem.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🙏🙏🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏