
"Ah, sakit, Han!"Β
Hanna segera melepaskan gigitannya lalu meniup bekas gigitannya pada leher Reza membuat tubuh pria itu meremang.
"Maaf ya, Mas. Aku kelepasan! Habis kamu nya bikin aku kesel dari tadi!" Hanna berkata pelan di telinga Reza membuat pria itu hanya berdehem pelan.
"Hemm."
"Iss, kamu ini, Mas. Jawabannya cuma Hem Hem aja kalau di tanya!" keluh Hanna kesal, namun tak di tanggapi oleh Reza.
Reza berusaha meredam hasratnya yang tiba-tiba bangkit karena ulah iseng Hanna. Untung saja terong ungu nya langsung tidur karena Hanna tak lagi meniup lehernya.
"Ck, kenapa kamu bangun sih, Jhon. Padahal bertahun-tahun kamu gak pernah bangun kalau dekat dengan wanita lain. Tapi, kok sama Hanna kamu on?" gumam Reza dalam hati.
Pria itu menurunkan Hanna di depan penjual es krim.
"Selamat datang kembali, Tuan." Penjual Turki itu menyapa Reza lagi.
"Kamu mau warna apa, Han?" tanya Reza pada Hanna yang menatap berbinar ke dalam freezer es krim.
"Aku mau rasa coklat, stroberi dan vanila, Mas!" jawab Hanna menjawab dengan bahasa Inggris membuat Reza tersenyum kecil.
Dia merasa senang karena Hanna yang pandai berbicara bahasa Inggris. Meski logat Indonesia nya terdengar sangat jelas.
Akan tetapi, tenses nya benar.
"Baik, Nona." Penjual es krim itu segera membuatkan pesanan Es krim Hanna.
"Kamu gak ikutan pesen, Mas?" tanya Hanna pada Reza.
"Enggak," jawab Reza singkat.
"Kenapa? Pasti gigi kamu sensitif, ya? Ih, Mas. Makanya sikat gigi itu tiga kali sehari!" ujar Hanna membuat Reza mencebikkan bibirnya.
"Sok tahu kamu! Aku gak pesen karena gak suka es krim karena terlalu manis bukan gigi aku sensitif!" jelas Reza kesal membuat Hanna tertawa cengengesan.
__ADS_1
Tentu saja Hanna hanya bercanda, karena wanita itu sangat suka melihat wajah Reza yang kesal. Anggap saja sebagai balasan Reza yang sering membuat Hanna kesal karena ketidakpekaan nya.
"Ini, Nona." Penjual itu memberikan es krim tersebut pada Hanna menggunakan tongkat besi khusus es krim.
Hanna mengambil es krim itu dengan wajah yang berbinar. Akan tetapi, dia hanya dapat corong es krim saja.Β
Rupanya penjual es krimnya usil mempermainkan Hanna.
"Loh, Tuan. Kenapa saya cuma dapat corong?" tanya Hanna polos membuat Reza berusaha menahan senyumnya.
Reza sudah sering ke Turki dan dia tahu bahwa penjual es krim di Turki usil suka mempermainkan pembelinya.
Itulah alasan Reza yang sebenarnya tidak ingin beli es krim karena kesal kerap kali di permainkan oleh penjual es krim.
"Oh, maaf. Silahkan ambil lagi, Nona!" Penjual itu mengambil corong dari tangan Hanna lalu kembali memberikan es krim.
Lagi dan lagi Hanna di permainkan membuat wanita itu kesal lalu memakan corong es krim yang ia ambil.
"Emang kamu saja yang bisa permainkan aku! Aku juga bisa!" ujar Hanna dalam bahasa Indonesia seraya terus memakan corong es krim.
Setelah selesai Reza pun membayarnya. Mereka kembali berjalan kaki. Karena lutut Hanna sudah mendingan.
Reza tanpa sadar tersenyum manis sedari tadi memperhatikan tingkah istrinya yang menggemaskan.
"Mas, duduk di sana, yuk!" ajak Hanna istirahat di kursi panjang dekat dengan jalan.
Terlebih lagi Turki sedang musim dingin membuat Hanna sangat menyukai udaranya.
"Mas, beneran gak mau es krim? Ini enak banget loh!" ujar Hanna pada Reza karena tak ingin enak sendiri.
"Boleh aku minta?" tanya Reza serius membuat Hanna menganggukkan kepalanya.
Reza pun menj*lat es krim tersebut. Keduanya saling tersenyum manis menikmati momen romantis mereka berdua.
Hanna yang usil pun mengotori pipi Reza dengan es krim membuat pria tampan itu sedikit terkejut.
__ADS_1
"Hanna, jahil kamu ya!" kesal Reza membuat Hanna tertawa cekikikan.
"Maaf, Mas. Aku kira tadi muka kamu juga es krim karena sama-sama dingin makanya aku tempelin es krim di pipi kamu!" jawab Hanna membuat Reza gemas.
Pria itu menarik hidung Hanna membuat wanita itu pura-pura kesal lalu memeluk pinggang Reza dari samping.
"Aku sayang sama kamu, Mas. Tetap seperti ini, ya. Aku ingin bahagia terus hidup sama kamu!" ujar Hanna pelan membuat Reza berdehem pelan.
"Aku juga, Han." Reza menjawab dengan gerakan bibir saja.
"Mas, aku pengen bakso!" pinta Hanna tiba-tiba membuat Reza terkejut karena mereka sedang berada di Turki.
"Kamu hamil, Han?" tanya Reza serius membuat Hanna terhenyak mendengarnya.
Plak.
"Ada-ada aja kamu, Mas. Baru aja nyoblos semalam mana bisa langsung launching debay nya!" Hanna memukul pelan lengan Reza.
*
*
*
Wkwkwkwk β¦ author ngakak baca komentar kakak yang ngebayangin pak su π€£π€£ mungkin kalau awal-awal nikah iya di gendong kalau jatuh.
Tapi, kalau nikahnya udah sepuluh tahun boro-boro di gendong. Yang ada pinggang pak su langsung encokππππ
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak π₯°π₯°
Salem aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπ
Β
__ADS_1