
"Eh, Mas!" pekik Hanna saat Reza tiba-tiba membawanya bersembunyi di balik pohon rindang.
"Kenapa kita ke sini, Mas? Bukan pulang aja!" Hanna melihat rumahnya yang tak jauh lagi dari pohon rindang itu. Sedangkan Reza langsung menghimpit tubuh Hanna, hingga membuat wanita itu paham maksud suaminya.
"Mas," cicit Hanna pelan saat Reza menggesekkan hidungnya dengan hidung Hanna.
"Hemm." Reza memejamkan matanya, pria itu sangat ingin bermanja-manja dengan istrinya.
"Jangan di sini! Nanti dilihat orang!" Hanna menangkup pipi Reza membut pria tampan itu membuka matanya.
Hanna mencubit gemas pipi Reza yang mulai chubby selama dirinya hamil karena terlalu banyak makan.
"Gak ada orang, Sayang! Aku cuma mau ciuman aja. Gak lebih!" ujar Reza tanpa dosa membuat Hanna tersenyum geli.
"Nanti kalau tiba-tiba ada orang gimana?" tanya Hanna merasa khawatir.
"Ya gak apa-apa. Lagian kita udah nikah, jadi gak mungkin kita digerebek dan dinikahkan lagi!" balas Reza santai membuat Hanna langsung mencubit pinggang suaminya itu.
"Kamu ini ya emmmpp!" Reza membungkam mulut Hanna dengan ciuman lembut nya. Wanita cantik itu mau tak mau memejamkan matanya menikmati sentuhan yang diberikan oleh suaminya.
Baru saja dua menit mereka ciuman seseorang sudah berteriak mesum.
"Woi … ngapain kalian disitu?"
"Wah … gak bisa dibiarin ini ada orang mesum!"
Ciuman keduanya terlepas lalu menoleh ke samping dan melihat dua orang bapak-bapak yang memakai baju training sedang berdecak pinggang menatap mereka berdua.
Kedua bapak-bapak itu pun menepuk jidatnya melihat Reza dan Hanna yang tak lain adalah tetangga mereka.
__ADS_1
"Ya Allah, Nak Reza dan Nak Hanna kalau mau mantap-mantap jangan di belakang pohon, tapi di belakang rumah sendiri aja! Untung kami yang lihat bukan orang yang gak kenal kalian. Kalau nggak bisa di nikahin dua kali kalian!" omel bapak-bapak itu membuat pipi Hanna merah merona.
Wanita cantik itu bersembunyi di belakang tubuh suaminya karena merasa malu. Hanna berulang kali mencubit pinggang suaminya karena merasa kesal.
"Maaf, Pak!" ujar Reza datar.
Bapak-bapak itu pun berlalu kembali berlari pagi. Sedangkan Hanna hampir menangis karena malu.
"Ih … ini gara-gara kamu, Mas! Aku malu … hiks … malu banget!" Hanna meneteskan air matanya merengek mencubit pinggang suaminya dan memukul gemas dada bidang Reza.
Reza tertawa kecil melihat istrinya yang kesal. Pria tampan itu langsung menggendong tubuh Hanna ala bridal style. Wanita itu memberontak ingin turun, namun Reza malah mengeratkan genggaman nya.
Pria tampan itu mencium kening Hanna lembut.
"Bismillah … istriku jadi penurut!" sindir Reza membuat Hanna langsung penurut. Namun, tetap saja wanita itu menangis kesal seperti anak kecil yang sedang kesal karena mainan yang ibunya beli tak sesuai keinginan nya.
"Aku gak mau joging lagi kalau ujung-ujungnya main colek di belakang pohon lagi!" kesal Hanna dengan nada merengek.
Ibu hamil itu ingin sekali menggigit suaminya, tapi sayang karena nanti tubuh suaminya itu lecet karena gigi tajamnya.
Hanna memilih diam saja karena tak ingin membuat dirinya kesal karena Reza.
*
*
*
Delapan bulan kemudian.
__ADS_1
Kaki Eka terasa lemas seperti jelly ketika menggenggam tespek dua garis merah. Wanita itu menangis sesenggukan di dalam kamar mandi membuat Hendri yang sedang menunggu di luar kamar merasa khawatir.
Pria itu segera masuk ke dalam kamar mandi dan melihat Eka yang duduk bersandar di dinding kamar mandi seraya menangis.
Pria itu segera berlari memeluk erat tubuh Eka, mengusap punggung istrinya yang bergetar hebat.
"Sayang! Jangan menangis lagi. Nggak apa-apa kalau belum! Kita bisa coba lagi nanti. Lagian menikah juga bukan hanya tentang anak! Aku setia kok sama kamu. Orang tua aku juga ngerti! Jangan sedih lagi, ya. Kalau kamu memang mau anak, kita bisa adopsi anak. Biar kamu gak kesepian di rumah kalau aku lagi kerja! Asalkan kamu jangan sedih lagi, aku gak suka!"
Hendri mencium puncak kepala Eka berulang kali. Pria tampan itu memang sangat mengharapkan anak, tetapi dia juga selalu bersyukur tentang apa yang dia miliki saat ini.
Dia lebih mencintai Eka dengan tulus daripada mengharapkan anak.
"Aku ha-mil!" lirih Eka dengan suara serak.
Degg.
*
*
Huhuu … terharu! Selamat Eka 🥺🥺🥺
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
mampir juga ke novel temen author 🥰
__ADS_1