
"Lalu produk apa yang akan kita buat lagi?" tanya Hendri pada Reza.
Hanna menelisik ruang meeting Reza. Wanita berhijab itu mengernyitkan dahinya di kala melihat ada yang aneh pada tempat pengharum ruangan.
Saat Reza ingin menjawab tiba-tiba Hanna menepuk pundaknya.
"Jangan," ujar Hanna pelan membuat Reza dan Hendri heran.
"Lihat itu!" Hanna menunjukkan ke arah pengharum ruangan yang berada di meja persegi panjang yang terletak dekat podium.
"Itu cuma pengharum ruangan, Han," jawab Reza singkat.
"Bukan itu, Mas. Ada yang aneh pada pengharum ruangan. Apa bentuknya memang seperti itu, Mas? Ada sejenis kamera kecil di dalamnya?"
Hanna bertanya membuat Reza dan Hendri langsung terhenyak. Mereka berdua bangkit berdiri mendekati meja persegi panjang itu.
"Benar, Za. Ini kamera pengintai!" pekik Hendri ingin menyentuh pengharum ruangan itu.
Namun, buru-buru Hanna mencekal tangannya.
"Jangan! Jangan sentuh pakai tangan kosong. Siapa tahu ada sidik jari pelaku di sana!" ujar Hanna cepat tanpa melepaskan tangan Hendri.
Reza yang merasa cemburu pun langsung melepas paksa tangan Hanna dari tangan Hendri.
Pria tampan itu tak berkata sepatah katapun. Dia menggenggam erat tangan Hanna membuat wanita cantik itu tersenyum kecil.
"Mas Reza cemburu," gumam Hanna dalam hati.
Wanita cantik itu merasa senang karena Reza sudah mulai mencair. Awal-awal bila Reza cemburu akan mengoceh tak jelas.
Namun, saat ini dia langsung menunjukkan rasa cemburu dan posesif dengan tindakan nya langsung.
"Ambil pakai sapu tangan, Hen!" titah Reza datar.
Hendri pun mengambil pengharum ruangan itu.
"Lebih baik aku bawa pulang kamera ini, Za. Besok aku minta bantuan Riko untuk meretas kamera ini. Kamera ini sangat mahal, Za! Lihatlah mereknya saja merek ternama! Pantas saja selama ini kita tidak curiga sedikitpun!"
__ADS_1
Hendri memasukkan pengharum ruangan tersebut ke dalam saku jas nya. Dia akan meminta bantuan Riko sahabat nya yang ahli IT.
"Iya, Hen. Sekalian kamu minta bantuan penyidik untuk menyelidiki sidik jari pelaku!" ujar Reza serius.
"Baik."
"Kalau begitu lebih baik kita pulang sekarang. Kita butuh tenaga buat hari esok!" balas Reza mengajak Hanna dan Hendri pulang.
"Kalian pulang duluan saja, Za. Aku tidur di kantor malam ini!"
Hendri berkata santai membuat Reza menghela nafas berat. Dia paham apa maksud Hendri.
Sahabatnya itu sering tidur di kantor bola tidak ada istrinya di rumah. Reza sengaja membuat ruangan khusus untuk Hendri bermalam di ruangan Hendri sendiri.
"Kalau gak sanggup bertahan lepas tangan saja, Hen!" ujar Reza menepuk pundak Hendri sesaat.
Lalu dia mengajak Hanna pulang meninggalkan Hendri yang terdiam seorang diri memikirkan ucapan Reza.
"Aku juga tidak tahu, Za. Sampai kapan aku akan sanggup bertahan!" gumamnya pelan.
*
*
Reza yang baru selesai mandi pun merasa tentram saat keluar dari kamar mandi melihat Hanna mengaji melalui ponselnya.
"Shadaqallahul adzim."
"Kamu baca surah apa, Han? Kenapa setiap malam baca surah yang sama?" tanya Reza naik ke atas ranjangnya.
"Surah Al Mulk, Mas. Aku baca setiap malam sebelum tidur. Manfaat nya adalah nanti bila aku meninggal, aku terlepas dari siksa kubur!"
"Karena ada surah Al Mulk yang juga di sebut sebagai pembela."
Hanna mendekatkan diri dengan tubuh Reza. Dia tidur berbantalkan lengan Reza.
"Aku baru tahu kalau surah Al Mulk di sebut juga pembela!" balas Reza seraya mengelus punggung Hanna.
__ADS_1
"He'um. Di sebut surah pembela karena nanti saat malaikat Munkar nakir datang ingin menyiksa para mayat. Surah Al Mulk akan menghalanginya. Dia akan berkata : jangan coba-coba menyakitinya, di dunia dia telah membaca ku, bahkan sampai mengamalkan ku. Saat ini, giliran aku yang menjaganya sampai dia masuk surga nanti!"
"Dan setelah itu malaikat Munkar nakir langsung pergi tanpa bertanya lagi pada di mayat."
Hanna menjelaskannya membuat Reza lagi-lagi terkagum-kagum pada kepintaran istrinya.
"Jujur aku kagum sama kamu, Han. Meski kamu tidak sekolah dan hanya mengaji, kamu sangat pintar dunia dan akhirat!" puji Reza tak sanggup lagi berpura-pura tak kagum pada istrinya.
"Tidak ada orang yang mengejar akhirat bodoh, Mas. Karena dunia itu seperti bayangan, semakin kita kejar maka akan semakin sulit. Lebih baik kita berbalik arah tak lagi mengejarnya, karena mau tak mau bayangan yang akan mengejar kita dari belakang!"
Hanna merendah diri di hadapan Reza membuat pria tampan itu tersenyum kecil.
"Aku bangga sama kamu!" ujar Reza pelan.
*
*
*
Keutamaan Surat Al Mulk akan Mendapat Syafaat dan Ampunan
Artinya: "Sesungguhnya di dalam Alquran terdapat suatu surat berisikan tiga puluh ayat dapat memberi syafaat bagi pembacanya hingga ia mendapat ampunan, yaitu Tabarakal Lazi Biyadihil Mulku (surat Al-Mulk)".
Bersambung.
Wkwkwkwk … akhirnya ngaku juga kan lu, Bang 🙈🙈. Tinggal cinta aja yang belum🤪
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
Mampir Juga ke Novel temen author 🥰❤️❤️ di jamin seru ❤️
__ADS_1