
"Mas, itu bukannya Amira?" tanya Hanna pada Reza saat melihat sosok Amira sedang dicium paksa oleh seorang dokter.
"Biarin aja! Lebih baik kita pulang sekarang, jangan ganggu orang yang lagi ciuman."
Reza menarik tangan Hanna mengajak istrinya itu untuk pulang. Namun, istrinya langsung melepaskan tangan Reza.
"Nggak boleh gitu, Mas. Memang itu bukan urusan kita, tapi mereka berbuat maksiat di tempat kita berada. Kalau Allah murka terus kirim tsunami gara-gara mereka, kita juga yang kena! Entah kalau mereka ciuman di negara lain, bukan di Indonesia ya itu bukan urusan kita!"
Hanna cemberut lalu berjalan menghampiri Amira yang sudah larut dalam ciuman tersebut.
"Bener juga, ya. Kalau yang kena azab tsunami bukan mereka aja! Tapi, aku dan Hanna juga kena," gumam Reza pelan lalu mengikuti Hanna dari belakang untuk melabrak Amira.
"Pantesan Indonesia sering gempa, rupanya gara-gara kalian, toh!" ujar Hanna tiba-tiba membuat kedua manusia yang sedang berciuman panas itu tersentak.
Amira buru-buru mendorong tubuh dada bidang dokter itu. Lalu dia menoleh ke samping menatap Hanna dan Reza.
"Ck, apaan sih, Lo? Suka banget ikut campur urusan orang!" ketus Amira merangkul lengan dokter itu manja.
Wanita cantik itu menatap Reza dengan tatapan mengejek seolah mengatakan dirinya juga sudah punya pria yang baru dan tentunya lebih tampan dari Reza.
Padahal wanita itu baru saja berdebat dengan dokter tersebut yang tak lain mantan pacar Amira yang ingin minta balikan.
Namun, Amira adalah wanita player, dia sangat suka gonta-ganti pria seperti mengganti pakaian kotor. Tetapi, saat melihat Reza dan Hanna membuatnya ingin pamer pada Reza.
__ADS_1
"Lo pasti iri 'kan? Karena Reza gak bisa ciuman panas seperti kami tadi! Ha ha … masih ingat aku dulu kalau Reza udah aku goda, tapi dia gak tergoda sedikit pun karena pasti dia impoten! Alias pisang nya wereng!"
Amira tersenyum mengejek menatap Reza lalu turun tepat ke pusaka Reza yang bersembunyi di balik celana.
Darah Reza yang mendengarnya mendidih dituduh impoten. Padahal dia sangat gagah dan perkasa di atas ranjang.
Bagi seorang pria dituduh impoten merupakan penghinaan yang paling parah. Marah dan kesal bercampur satu.
Hanna yang mendengarnya pun terkejut, tak menyangka Amira akan berkata seperti itu. Otaknya seketika ngeblank.
"Apa kamu bilang? Aku impoten?" tanya Reza dengan suara rendah penuh penekanan.
Pria itu berjalan satu langkah agar lebih dekat dengan Amira. Terlebih lagi dia sedang mengidap syndrom couvade, maka emosi nya sebelas dua belas seperti emak-emak berdaster.
"Nah, kamu! Udah di peluk, didudukin tapi masih aja lurus ke bawah!" ejek Amira lagi.
Wanita itu merasa kesal karena kemarin Reza menyuruh Hendri mengusirnya dari perusahaan. Benar-benar membuat harga diri seorang Amira hancur.
Hanna tak ingin menjawab meski mulutnya sudah gatal ingin menyela. Dia hanya ingin melihat suaminya berdebat karena dia sangat penasaran bagaimana cara suaminya berdebat.
Sebab selama ini Reza tipikal suami es balok yang kaku, dingin dan irit bicara, apalagi dengan orang luar.
"Oh, karena itu kamu kira aku impoten! Ha ha … sayang sekali tuduhan mu itu salah! Karena kalau aku impoten gak mungkin Istriku hamil" balas Reza tersenyum angkuh menarik tangan Hanna agar dekat dengannya.
__ADS_1
Lalu merangkul pinggang istrinya. Tak berhenti disitu dia mengecup bibir Hanna mesra membuat Amira melongo.
"Ka-kamu hamil? Anaknya Reza?" tanya Amira terkejut membuat Reza kesal.
"Ya anak aku lah! Masa anak kucing!" ketus Reza dengan hati yang dongkol.
*
*
*
Wkwkwkwk … hati Reza panas banget 🤣. Tenang aja, untuk tim Handri dan Eka pasti akan tetap ada kok 😎
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
Mampir juga ke novel temen author 🥰
__ADS_1