
Setelah selesai makan malam, Reza mengajak Hanna masuk ke dalam kamar. Pria tampan itu ingin memberikan kejutan pada istrinya.
"Tutup mata kamu!" titah Reza membuat Hanna menutup matanya.
Reza membuka sebuah kotak hitam kecil yang ternyata terdapat sebuah liontin cantik di dalamnya.
Reza memakaikannya pada leher Hanna.
"Buka mata kamu, Sayang!" bisik Reza di telinga Hanna membuat wanita cantik itu membuka matanya perlahan.
Mata Hanna berbinar terang melihat pantulan dirinya di depan cermin. Wanita itu meraba leher jenjang nya menyentuh liontin pemberian Reza.
"Masya Allah, Mas. Ini indah banget! Ya Allah terima kasih banyak, Mas. Aku suka!"
Mata Hanna berkaca-kaca karena terharu akan kebaikan suaminya. Dalam bulan ini sangat banyak perubahan Reza yang membuat Hanna merasa sangat mencintai suaminya.
"Sama-sama, Sayang. Liontin ini cantik! Tapi, kamu lebih cantik. Kamu tahu apa artinya liontin ini?"
Reza memeluk Hanna dari belakang membawa dagunya pada pundak Hanna.
"Enggak, Mas."
"Aku sengaja pilih mainan nya yang permata bulat. Karena ini aku ibaratkan bulan! Bagiku kamu itu seperti bulan yang bercahaya di tengah gelapnya malam."
"Akan tetapi, sinar mu tidak menyakiti setiap mata yang memandang. Cahaya mu memberikan ketenangan untukku, setiap aku mendapatkan masalah! Kamu selalu menenangkan ku."
Hanna tersenyum lebar dengan air mata yang berlinang karena terharu.
__ADS_1
Reza membalikkan tubuh Hanna berhadapan dengannya.
Dia menangkup pipi Hanna lalu menghapus air mata yang mengalir di pipi istrinya itu dengan lembut.
"Maafin aku yang pernah nyakitin perasaan kamu dengan kata-kata ku. Maafin aku yang sering membuat kamu nangis karena diam ku selama ini!"
"Maafin aku yang buta selama ini karena tidak melihat rembulan seindah kamu selama ini. Maafin aku yang pernah menganggap kamu sebagai noda hitam selama ini!"
Hanna terisak mendengar setiap kata yang keluar dari lisan suaminya. Dia menggenggam tangan Reza yang berada di pipinya.
Dia kecup punggung tangan suaminya penuh cinta. Dia menggelengkan kepalanya menandakan dia telah memaafkan semua kesalahan Reza.
"Tanpa kamu minta maaf pun aku udah maafin kamu dari dulu, Mas."
Hanna menjawab dengan suara yang serak karena menahan tangisnya agar tak pecah.
Begitu tulusnya hati seorang Hanna. Dia bersyukur karena Hanna mau memaafkan kesalahan nya.
Mungkin bila wanita lain yang menjadi istrinya, pasti saat ini Reza akan menyandang status duda karena istrinya memilih menggugat cerai Reza karena sikap pria itu yang dingin dan tidak peka.
"Dan karena maaf mu itu aku semakin jatuh cinta sama kamu!" balas Reza cepat membuat tangis Hanna pecah seketika.
Reza langsung mendekap erat tubuh Hanna yang bergetar karena menangis. Pria itu mencium bahu Hanna berkali-kali.
"Apa kamu tahu, Mas? Setiap malam setelah aku sholat tahajud, aku selalu berdoa agar Allah buka hati kamu untuk ku."
"Aku berdoa agar Allah tumbuhkan rasa cinta untukku di hati kamu. Setiap aku berdoa selalu aku langit kan namamu agar Allah membuat kamu berubah menjadi lebih baik."
__ADS_1
"Setiap aku merasa terluka karena sikapmu yang tidak peduli padaku, aku selalu berdoa agar Allah bimbing kamu untuk menjadi suami yang perhatian untukku."
"Aku tidak pernah bosan berdoa dan berharap pada Allah. Karena aku tahu Dia pemilik hatimu yang sesungguhnya. Dia Maha membolak-balikkan hati setiap manusia."
"Dan dalam bulan ini Allah mengabulkan doa ku satu persatu. Dari mula kamu yang cemburuan dan perhatian, hingga pada malam ini kamu bilang kalau kamu jatuh cinta sama aku!"
"Aku bahagia, Mas. Aku benar-benar bahagia! Ternyata sabar ku selama ini berbuah manis. Cintaku terbalaskan! Aku baru sadar kalau sebelumnya Allah sedang memperluas rasa sabar ku atas apa yang aku doakan belum terkabulkan!"
Hanna meluapkan isi hatinya selama ini. Wanita itu terisak, dia berkata dengan susah payah.
Reza ikut terharu mendengar istrinya selalu melangit kan namanya di setiap saat.
Benar kata orang tuanya bahwa Hanna adalah jodoh terbaik untuk nya.
"Maaf, karena terlambat menyadari perasaan ku pada mu dan terima kasih karena mau bertahan di sisiku!" bisik Reza mengeratkan pelukannya.
*
*
*
Author nangis nulis bab ini karena terharu akan kesabaran Hanna 🥺🥺🥺🤧🤧🤧
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh