Tiba-tiba Istriku Berubah

Tiba-tiba Istriku Berubah
Menjadi Orang Tua


__ADS_3

"Apa?" tanya Reza tergagap saat mendengar ucapan dokter bahwa anaknya akan lahir dalam mobil ambulans.


"Benar, Pak! Istri Anda akan melahirkan sekarang!" jawab dokter itu sungguh-sungguh.


"Tapi."


"Dokter! Cepat … saya gak sanggup lagi!" jerit Hanna seraya mencengkram erat lengan Reza, hingga membuat pria itu meringis.


"Sayang … masa anak kita lahir di ambulans! Kamu tahan sebentar lagi ya, nanti aja lahiran nya di di rumah sakit!" ujar Reza berusaha menguatkan istrinya membuat wanita cantik itu merasa kesal.


"Aku gak sanggup lagi, Mas."


"Tapi, Sayang …"


"Besok-besok kamu aja yang hamil, Mas. Biar kamu tahu apa itu melahirkan!" jerit Hanna membuat Reza langsung menggelengkan kepalanya.


"Aku cuma bisa buat anak, Sayang. Gak bisa hamil atau melahirkan!" jawab Reza cepat membuat dokter itu hanya bisa menahan tawa sekaligus kesal.


Reza benar-benar sangat cerewet seperti ibu-ibu kompleks.


"Ya sudah, Pak. Saya mohon kerjasamanya! Anda harus tenang karena istri Anda sekarang akan melahirkan."


Dokter itu berkata dengan nada serius membuat Reza rela tak rela harus merelakan anaknya lahir di dalam ambulans.


"Baiklah," gumam Reza pelan.


"Baik, Bu. Karena sudah pembukaan terakhir, sekarang ibu ikuti instruksi saya ya, Bu. Pertama-tama tarik nafas dalam-dalam lalu hembusan."


Hanna menarik nafas dalam-dalam sesuai perintah dokter tersebut.


"Lalu mengejan sekarang, Bu!" titah dokter itu membuat Hanna langsung mengejan.


"Akkkk …"


Hanna mengejan dan hanya dalam satu kali mengejan anaknya langsung lahir karena wanita itu memang sudah menahan rasa sakit sedari tadi.


Terlebih lagi air ketuban sudah lebih dulu pecah dan pembukaan terakhir pun sudah terbuka.


"Oek oek oek."

__ADS_1


"Alhamdulillah, Bu, Pak. Bayinya sudah lahir dan jenis kelamin nya perempuan!" ujar dokter tersebut saat berhasil mengeluarkan bayi perempuan dari perut Hanna.


Reza menangis terharu dan langsung mencium kening Hanna, dia sangat bahagia.


"Terima kasih, Sayang! Terima kasih …"


Reza terisak pelan karena rasa bahagia yang sangat membuncah dalam hatinya.


"Aku sudah menjadi seorang ibu, Mas!" balas Hanna tersenyum melihat anaknya yang masih merah dalam gendongan sang dokter.


"Iya, Sayang. Aku juga udah menjadi seorang ayah! Anak kita perempuan, nanti kita buat yang laki-laki ya, Sayang!" kata Reza polos membuat Hanna langsung pingsan mendengar nya.


Baru saja dia melahirkan bertarung dengan maut demi melahirkan bayi perempuan nya, Reza sudah mengajari nya buat anak laki-laki lagi.


"Eh, Sayang. Jangan tinggalin aku! Dok, istri saya kenapa ini?"


Reza panik bukan kepalang ketika melihat istrinya pingsan. Dokter itu terkekeh geli melihat pasangan suami istri di hadapannya ini sangat lucu.


"Istri Anda baik-baik saja, Pak. Beliau hanya pingsan karena kelelahan pasca melahirkan!" jelas dokter itu membuat Reza menghela nafas lega.


Tak berselang lama mereka tiba di rumah sakit. Hanna segera dibawa ke ruang rawat inap, sedangkan bayi mereka dibersihkan terlebih dahulu.


"Aku nggak nyangka kalau ternyata jodohku adalah kamu, Sayang. Kamu sangat jauh dari kriteria wanita yang aku sukai, tapi, setelah aku mengenal kamu lebih dalam, ternyata wanita sepertimu hanya ada 10 dari 1000 di dunia ini."


"Dan aku adalah pria yang beruntung karena bisa memiliki kamu! Aku janji akan menjadi suami yang lebih baik lagi dan ayah yang hebat untuk anak-anak kita kelak!" ujar Reza dengan nada lirih.


Hanna membuka matanya perlahan, wanita itu tersenyum kecil saat mendengar ucapan Reza.


"Aku juga janji akan jadi istri yang baik dan ibu yang pintar untuk anak-anak kita!" sahut Hanna pelan membuat Reza langsung menoleh ke arahnya.


"Sayang, kamu sudah sadar? Kenapa cepet banget sadar nya?" tanya Reza senang membuat Hanna memanyunkan bibirnya.


"Aku pingsan bukan koma, Mas!" ketus Hanna dengan nada kesal membuat Reza tertawa pelan.


Pria itu mencium bibir Hanna lembut. Ciuman itu terlepas saat seseorang mengetuk pintu.


"Masuk!" teriak Reza.


Masuklah dokter yang membantu Hanna melahirkan tadi seraya membawa bayi mungil mereka.

__ADS_1


"Silahkan di Iqamah bayi nya, Pak!" ujar dokter itu membuat hati Reza bergetar.


Reza menerima bayi nya. Pria tampan itu kembali meneteskan air matanya, dia melihat wajah putrinya itu yang sangat mirip dengan Hanna.


Namun, hidung dan alisnya mirip dengan Reza. Alangkah bahagianya Reza yang bisa memiliki anak dari rahim Hanna.


Wanita baik-baik yang pintar menjaga diri dan patuh pada agama.


Reza pun meng-iqamah putrinya, Hanna melihat ada ponsel Reza di atas meja dekat brankar nya pun langsung mengambilnya dan merekam momen bersejarah itu.


"Siapa nama putri kita, Mas?" tanya Hanna saat Reza memberikan putrinya pada Hanna.


"Saat ini cuma hanya ada satu nama yang ada di benak aku, Sayang. Yaitu Bulan!" ujar Reza dengan wajah berbinar.


"Kenapa harus Bulan, Mas?" tanya Hanna tanpa menoleh ke arah Reza karena takjub melihat wajah putrinya.


"Aku terinspirasi dari ambulans, Sayang!" balas Reza polos membuat Reza tersedak ludahnya.


*


*


*


Halo-halo apa masih ada orang ?? 🤭🤭🤣


Ada yang rindu sama author??


Hehe maaf baru up lagi karena author kemarin-kemarin banyak acara dan juga lagi halangan.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰


Mampir juga ke novel temen author 🥰


__ADS_1


__ADS_2