Tiba-tiba Istriku Berubah

Tiba-tiba Istriku Berubah
Amarah Eka


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah orang tua Hendri, Eka mengajak suaminya itu untuk bertemu dengan orang tuanya, Eka ingin meminta izin untuk tak bekerja lagi karena wanita itu benar-benar ingin berbakti pada Hendri.


“Apa kamu yakin dengan keputusan kamu, Sayang? Aku bolehin kamu kerja asal kamu tahu waktu untuk pulang dan lebih menghargai aku sebagai suami aja.”


“Cuma itu aja, gak apa-apa kamu masih kerja.”


Hendri berkata seperti itu karena dia tak ingin hubungan Eka dan mertuanya nantinya akan buruk.


“Kalau selamanya aku kerja, maka selamanya juga aku gak bisa menjadi istri yang baik untuk kamu. Karena aku akan menjadi boneka keluarga aku selamanya!”


Eka sudah tak ingin bekerja lagi, karena dia ingin memperbaiki rumah tangganya yang retak hanya karena dia bekerja.


Saat ini mereka sedang berdiri di rumah besar bak istana milik orang tua Eka. Hendri yang mendengar kesungguhan istrinya itu pun merasa senang.


Mereka berdua pun memberanikan diri melangkah masuk ke dalam rumah.


“Papa, Mama!” panggil Eka saat melihat orang tuanya sedang duduk menonton televisi di ruang tamu.


“pulang juga kamu ternyata, Eka, Pergi dari rumah gak minta izin dulu, mana ada rapat penting lagi! Untung ada Paman mu yang menghandle meeting nya. Kalau enggak udah rugi perusahan!”


Baru saja mereka tiba, ayah Eka langsung melayangkan tatapan tajam dan pertanyaan yang membuat Eka langsung kena mental.


Eka mengepalkan tangannya erat berusaha berani untuk mengatakan yang sejujur-jujurnya.


“Aku …”


“Eka akan berhenti kerja, Pa. Kami berdua ingin fokus pada program hamil dan Eka juga sudah lelah bekerja dari dia SMA sampai sekarang dia menikah."


"Sekarang dia istriku. Dia tanggung jawabku di dunia dan di akhirat! Insya Allah tanpa dia bekerja, aku bisa menafkahinya, Pa, Ma!" tegas Hendri dengan lebih kesungguhan membuat orang tua Eka mengepalkan tangannya erat.

__ADS_1


Mereka terkejut mendengar ucapan Hendri yang penuh ketegasan, karena sedari dulu Hendri selalu patuh dan banyak diam bila bertemu.


"Oh … sombong sekali kamu! Udah bisa menentangku. Asal kamu ingat kalau kamu itu sebelum menikah dengan Eka, isi dompet kamu hanya beberapa ribu rupiah aja!"


"Sok-sokan kamu sekarang mau menafkahi putriku! Kamu kira dia lahir dari keluarga alas kaki seperti mu, huh?! Dia tuan putri di rumah ini! Bukan pembantu rumah tangga di rumahmu!" bentak ayah Eka.


Ucapan ayah Eka menohok hati Hendri. Pria berkacamata itu mengepalkan tangannya erat. 


"Pa, stop! Jangan hina suamiku lagi?! Sudah cukup kalian menginjak harga diri suamiku! Selama ini aku selalu patuh pada perintah Papa dan Mama. Aku kerja banting tulang demi memajukan perusahaan kita!"


"Aku kira dengan begitu kalian tidak menghina suamiku lagi! Tapi, ternyata tidak! Kalian malah semakin menginjak harga dirinya!"


Eka berteriak menangis membela suaminya. Wanita cantik itu merasa malu pada Hendri, karena menikah dengannya hanya banyak menanggung malu dan luka.


Eka menepuk dadanya yang terasa sakit dan sesak. Dia yang paling mengenal Hendri, dia yang paling tahu kalau suaminya itu orang baik dan bertanggung jawab.


Bahkan, saking baiknya Hendri saat kabur dari rumah bukan kabur ke hotel atau ke tempat wanita malam. Tetapi, kabur ke rumah orangtuanya.


"Aku gak berniat membentak Papa. Tapi, seharusnya papa mengerti bagaimana perasaan Mas Hendri saat harga dirinya di injak-injak, karena Papa juga laki-laki!"


"Bukankah Papa selalu bilang kalau harga diri laki-laki itu lebih tinggi dari wanita? Papa juga tahu seberapa menderitanya Mas Hendri setelah menikah denganku karena harga dirinya diinjak-injak oleh keluarga kita?!" jerit Eka menangis histeris.


"Aku diam selama ini bukan karena aku membiarkan kalian. Aku diam karena tidak ingin durhaka pada kalian orang tuaku!"


"Hiks … tapi …"


"Tapi, gara-gara kalian juga aku durhaka pada suamiku! Aku lelah … sangat lelah! Bekerja siang malam, bertemu banyak pria hidung belang. Bahkan, tidak sedikit dari mereka memandang mesum diriku!"


"Papa tahu itu? Enggak … papa gak tahu, karena yang papa ingin tahu hanya uang dan perusahaan aja?!" 

__ADS_1


Eka semakin histeris memukul dadanya dengan keras membuat Hendri langsung membawa istrinya ke dalam pelukannya.


Sedangkan orang tua Eka termangu melihat dan mendengar semua beban yang Eka pendam selama ini.


Apa yang Eka katakan benar, bahwa dia sering bertemu banyak lelaki hidung belang.


"Bawa aku pulang, Mas!" lirih Eka di sela-sela tangisnya.


"Baik, Sayang."


"Kami pamit pulang dulu, Pa, Ma. Seperti yang aku katakan tadi kalau Eka tidak akan bekerja lagi. Besok surat pengunduran diri Eka akan aku kirim ke sini!" 


Hendri berkata tegas lalu merangkul membawa istrinya keluar dari rumah orang tua Eka.


*


*


*


Sedih banget kalau jadi Eka sab Hendri 🥺🥺


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


Mampir juga ke novel temen author 🥰❤️

__ADS_1



__ADS_2