Tiba-tiba Istriku Berubah

Tiba-tiba Istriku Berubah
Siapa Yang Murahan?


__ADS_3

Hendri terkejut saat mendapat serangan mendadak dari Amira. Pria itu terlalu sibuk menatap Eka dan pria asing itu, sehingga dia tak sadar di cium Amira.


"Ini bukan impas, Mira. Tapi, kamu malah membuat masalah ku semakin runyam!" desis Hendri pada Amira membuat wanita itu mengendikkan bahunya acuh.


"Itu masalah kamu dengan istrimu, Hen. Aku hanya menyalakan api sedangkan bensin dan kayu nya sudah ada!" balas Amira santai.


"Kamu benar-benar berubah, Mir. Jalan otakmu udah gak bener!" ujar Hendri menekankan perkataannya.


"Power rangers akan berubah kalau punya masalah. Sama seperti ku! Jadi gak usah bilang aku berubah karena kamu bisa tebak sendiri kenapa aku seperti ini!" ketus Amira 


Pria asing itu segera pergi dari restoran meninggalkan Eka yang menatap tajam Hendri dan Amira. Wanita itu merasa tak terima suaminya di cium wanita lain.


Apalagi Hendri makan siang bersama dengan Amira yang ia ketahui merupakan teman SMA Hendri dulu.


Eka segera menghampiri Hendri dan Amira. Wanita itu mengangkat tangannya ingin menampar Amira, namun Amira lebih dulu mencekal tangan Eka.


"Jangan pernah menyentuh ku!" tegas Amira menghempaskan tangan Eka dengan kasar.


"Kalau kamu gak mau aku sentuh, maka jangan sentuh suami ku!" tukas Eka menatap tajam Amira.


"Kalau kamu gak mau suami kamu di sentuh. Maka, jangan mau di sentuh pria lain!" sanggah Amira tak kalah sarkas membuat Eka mengepalkan tangannya erat.


Hendri yang melihat pertikaian istrinya dan Amira pun merasa pusing. Satu sisi dia ingin marah pada Amira karena telah mencium nya tanpa izin.


Namun, satu sisi dia merasa senang karena secara tak langsung dia bisa membalas perbuatan Eka.


"Cukup! Lebih baik sekarang kamu Amira langsung pulang dan kamu ikut aku!" tegas Hendri menarik tangan Eka ingin membawa istrinya itu keluar dari restoran.


Namun, Eka yang belum puas memakai Amira pun langsung menghempaskan tangan Hendri.

__ADS_1


"Dasar ulat bulu! Wanita gak bermoral, bisanya cuma jadi parasit pada suami orang. Pelakor!" teriak Eka membuat Amira tertawa sumbang.


Untung saja restoran sepi karena jam makan siang telah usai. Hanya beberapa orang saja yang berada di sana dan beberapa orang itu hanyalah turis yang tak akan mengerti apa yang mereka bicarakan.


"Eh itu mata minus kali ya! Hen, besok-besok jangan kamu aja yang pakai kacamata. Tapi, istri kamu juga! Masak aku yang cantik-cantik seperti ini di bilang ulat bulu!"


"Dan tadi kamu bilang aku pelakor! Sekarang aku tantang kamu tunjukkan rumah tangga siapa yang hancur karena ulah ku!" balas Amira ingin menyerang Eka.


Namun, Hendri lebih dulu melindungi istrinya dengan membawa Eka ke belakang tubuhnya.


"Stop, Mir! Jangan kelewatan kamu!" tegas Hendri dengan nada yang tak ingin di bantah.


"Istri kamu yang kelewatan! Datang-datang malah ngelabrak kita, seolah-olah kita buat mesum!" cecar Amira ingin menjambak rambut Eka.


Namun, Hendri langsung mencekal tangan Amira erat.


"Aku bilang cukup, Mir!" sentak Hendri menekankan perkata nya karena merasa malu orang-orang melihat mereka.


Eka berusaha memberontak dalam cengkeraman Hendri ingin menerjang Amira.


"Hey, Nona Eka Nugraha terhormat! Aku mencium suami kamu itu masih wajar karena statusku single. Yang kurang aj*r itu kamu yang cium pria lain dengan status istri orang! Murahan mana sekarang? Aku apa kamu?"


"Kamu panggil aku ulat bulu tadi. Apa kamu gak sadar kalau kamu itu seperti kambing yang lehernya di ikat tapi masih bisa makan rumput tetangga! Udah punya suami tapi masih gatal cium pria lain!"


Amira membalas kata cacian dan makian Eka. Jujur saja dia tidak pernah merusak rumah tangga orang lain.


Dia baru berniat mengganggu rumah tangga Reza dan niat nya itu belum berjalan karena Reza menolaknya.


Sedangkan dengan Hendri dia merasa biasa-biasa saja. Dia hanya ingin memberi pelajaran pada Eka, karena dia tahu dari Riko bahwa pernikahan Eka dan Hendri Toxic.

__ADS_1


"Diam kamu, Murahan!" teriak Eka tak dapat lagi menjaga wibawa nya sebagai CEO terhormat.


"Nah, kamu persis seperti yang kamu sebutkan tadi!" balas Amira tertawa sinis lalu mengambil tas nya ingin beranjak dari sana.


Namun, sebelum pergi Amira berbalik menatap Hendri.


"By the way … makasih atas traktiran nya, Ganteng!" Amira mengerlingkan matanya genit.


Wanita itu melanjutkan langkahnya seraya mengeluarkan kacamata hitam dari tas nya. Lalu dengan anggun dia memakai nya.


"Amira di lawan! Belum tahu dia kalau lambe turah aja kalah sama aku. Cuma istri Reza yang bisa buat aku diam kemarin! Itu pun karena dia pakai logika dan agama!" gumam Amira dalam hati 


*


*


*


Wkwkwkwk … entah mengapa author seneng si Eko kena sembur Amira 🙈🙈🙈 maaf yakk bukan maksud dukung Amira.


Karena bila melihat sikap Eka sama Hendri itu bikin Gedeg 😜


Mau up lagi kah??


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️ 

__ADS_1


Mampir Juga ke novel temen author 🥰❤️



__ADS_2