
Saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, telah ada sopir Reza datang menjemput mereka. Keduanya segera masuk ke dalam mobil.
"Han, kamu pulang bareng pak Li saja, ya. Aku ingin langsung singgah ke kantor!" ujar Reza pada Hanna membuat wanita cantik itu menggelengkan kepalanya.
"Aku akan ikut kamu ke kantor, Mas. Aku ingin menemani kamu di sana. Meski aku tidak bisa membantu banyak setidaknya aku ada di sampingmu saat kamu susah!"
Hanna berujar lembut menatap Reza penuh harap membuat pria tampan itu kembali merasa hangat.
"Tapi …"
"Aku mohon, Mas."
Hanna menatap Reza memelas membuat pria tampan itu mengangguk kepalanya.
"Baiklah, nanti kalau kamu capek, kamu bisa istirahat di ruang kerja aku!" ujar Reza membuat Hanna tersenyum cerah.
"Terima kasih, Mas."
Perjalanan dari Bandara menuju ke perusahaan Reza menghabiskan waktu dua jam perjalanan.
Meski hari sudah malam tak membuat Reza mengantuk karena banyak pikiran. Begitu juga dengan Hanna, wanita itu tak mengantuk karena telah meminum kopi sebelumnya.
Sesekali Hanna mengusap punggung tangan Reza.
"Kita sudah tiba, Tuan."
Reza dan Hanna segera turun dari mobil. Mereka masuk ke dalam gedung perusahaan.
Hanya tersisa para tim desain di perusahaan Reza dan Hendri. Mereka menunggu kedatangan Reza.
"Assalamu'alaikum."
Hanna dan Reza memberikan salam saat memasuki ruangan meeting.
"Wa'alaikumussalam."
__ADS_1
"Bagaimana kita bisa kecolongan?" tanya Reza tanpa basa-basi membuat para tim desain menunduk.
"Ada pengkhianat, Pak. Semua hasil presentasi dan data perusahaan di curi!" jelas Hendri pada Reza.
Pria berkacamata itu merasa tak enak hati pada Reza karena dirinya telah gagal menjaga perusahaan selama Reza tak ada.
"Apa kamu sudah tahu siapa pengkhianat itu?" tanya Reza serius.
"Belum, Pak."
"Maafkan saya, Pak. Ini salah saya karena tidak hati-hati dalam menyimpan datanya. Seharusnya saya menyimpan semua data nya di apartemen saya!" ujar Rina yang berjabat sebagai kepala Tim desain.
Reza memijat keningnya.
"Tidak ada gunanya saling menyalahkan. Saat ini kita harus memikirkan bagaimana langkah selanjutnya. Tiga Minggu lagi jadwal kita launching produk terbaru kita!"
"Ada dua hal yang harus kita lakukan saat ini. Yang pertama mencari siapa pengkhianat itu, kedua kita harus membuat produk terbaru untuk mengganti produk lama kita! Bila tidak para investor dan donatur perusahaan kita selama ini akan merasa kecewa pada kita!"
Semua orang yang berada di dalam ruang meeting terkejut mendengar keputusan Reza.
Namun, yang jadi permasalahan nya adalah biaya yang akan di keluarkan bukanlah sedikit.
"Pak, biaya yang akan kita keluarkan pasti tidak akan sedikit! Terlebih lagi para investor tidak akan mau mengeluarkan dana mereka lagi!" ujar Hendri tak habis pikir dengan apa yang di pikirkan oleh Reza.
"Kalian jangan pikirkan tentang biaya nya. Saya yang akan memakai uang tabungan saya!" jawab Reza dengan nada tegas.
"Tapi, Anda akan rugi banyak!" sanggah Rudi salah satu Tim Desain.
"Tidak masalah saya yang rugi. Asalkan para investor tidak kecewa! Mereka sudah mempercayakan uang mereka pada perusahaan kita! Uang bisa saya cari lagi tapi tidak dengan kepercayaan mereka!" tukas Reza membuat mereka semua diam.
Hanna tersenyum kecil mendengar penuturan suaminya.
Apa yang Reza katakan benar. Uang bisa di cari. Namun, kepercayaan tidak akan bisa di beli.
"Sekarang lebih baik kalian semua pulang! Tenangkan pikiran kalian sejenak. Besok masuk kerja jam 10:00 WIB pagi. Jangan sampai telat!" tambah Reza membuat mereka semua mengangguk setuju.
__ADS_1
Mereka pun segera pulang. Hati mereka merasa senang karena memiliki bos seperti Reza yang selalu tenang dan tidak pernah menyalahkan.
Meski wajah bos nya yang dingin dan tak pernah ramah pada mereka.
Tinggal lah Hendri, Reza dan Hanna di dalam ruang meeting.
"Maaf, Za. Aku gagal jaga perusahaan!" ujar Hendri menunduk merasa bersalah pada sahabat nya itu.
Reza menepuk pundak Hendri seolah memberikan semangat pada sahabat nya itu.
"Berkali-kali kamu menjaga perusahaan menggantikan ku memimpin perusahaan selama aku tidak ada, dan baru kali ini kamu gagal, Hen. Jadi, tidak masalah! Semuanya akan baik-baik saja!"
Reza berusaha menenangkan Hendri membuat pria berkacamata itu tersenyum hambar.
"Lalu produk apa yang akan kita buat lagi?" tanya Hendri pada Reza.
Saat Reza ingin menjawab tiba-tiba Hanna menepuk pundaknya.
"Jangan," ujar Hanna pelan membuat Reza dan Hendri heran.
"Lihat itu!"
*
*
*
Enak kali kalau punya bos seperti Reza, diam-diam perhatian 🤣🤣 kalau realita mah jarang … yang ada anak buahnya di sembur kalau buat salah.
Author dulu pernah di ancam bakal di tampar kalau salah kerja🤪🤪🤪
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏