Tiba-tiba Istriku Berubah

Tiba-tiba Istriku Berubah
Terserah


__ADS_3

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Langit yang awalnya cerah kini berubah menjadi hitam, rembulan bersinar terang di temani bintang-bintang bergelantungan di sekitarnya.


Reza sedang berbicara dengan mama Nia melalui teleponnya. Terlihat pria tampan itu menggaruk tengkuknya karena mendengar Omelan dari wanita yang telah melahirkan nya.


"Pokoknya, kamu harus ajak Hanna liburan. Masa kamu udah nikah hampir tujuh bulan gak pernah honeymoon. Kasihan istri kamu, pasti sumpek dia di rumah sendirian."


"Ajak dia jalan-jalan, memang Hanna tidak bakal minta karena dia pikir kamu sibuk. Tapi, yang namanya wanita pasti butuh liburan. Gak mesti jauh-jauh, asalkan liburan pasti dia bakal senang."


"Iya, Ma. Aku akan ajak Hanna liburan. Insya Allah, aku bakal ambil cuti seminggu!" Reza berkata pelan membuat mama Nia segera mengakhiri teleponnya.


"Siapa yang telepon, Mas?" tanya Hanna lembut berjalan ke arah Reza yang berdiri di balkon kamar mereka.


Wanita cantik itu memakai piyama yang lumayan seksi membuat Reza hanya bisa geleng-geleng kepala melihat lekuk tubuh indah milik istrinya.


Sekali lagi Reza bersyukur karena hanya dirinya yang dapat melihat dan memiliki jiwa raga Hanna.


Dia merasa istimewa karena istrinya hanya dapat di nikmati olehnya.


"Mama yang telepon! Mama suruh aku ambil cuti buat ajak kamu honeymoon ke luar negeri!" ujar Reza seraya menarik Hanna ke dalam dekapannya.


Pria tampan itu membalikkan tubuh Hanna lalu memeluk erat tubuh istrinya itu dari belakang.


Degg deggg.

__ADS_1


Detak jantung keduanya berpacu sangat cepat seperti sedang lari maraton. Senyuman malu-malu terpasang di wajah keduanya.


Sungguh nikmat pacaran setelah menikah. Tidak ada lagi larangan, karena semuanya halal. Tubuh Hanna halal untuknya begitu pun sebaliknya.


"Honeymoon?" gumam Hanna pelan dengan pipi yang merona.


"Benar, honeymoon. Kamu mau ke mana? Katakan saja padaku!" tanya Reza menatap wajah cantik Hanna yang berjarak lima senti darinya.


Hanna tak berani menoleh ke samping karena takut jantung nya akan melompat keluar dari tubuhnya bila melihat wajah tampan suaminya.


"Terserah, Mas," jawab Hanna pelan membuat Reza terdiam sejenak memikirkan tempat yang bagus untuk liburan mereka.


"Baiklah, aku akan memesan tiket nanti untuk kita liburan ke Amsterdam!" ujar Reza serius membuat Hanna sontak menoleh ke arahnya.


"Tapi, aku mau ke Cappadocia, Mas!" pinta Hanna cepat membuat Reza menautkan alisnya sebelah.


Namun, mengapa saat Reza mengajak liburan ke Amsterdam, istrinya itu malah protes minta liburan ke Cappadocia.


"Lah, tadi 'kan kamu bilang terserah!" ujar Reza heran membuat Hanna mengerucutkan bibirnya.


"Tapi, aku mau ke Cappadocia, Mas. Aku penasaran gimana suasana di sana? Apa seindah di google atau enggak."


Hanna tetap kekeh ingin minta ke Cappadocia membuat Reza tak mau ambil pusing dan langsung menyetujui keinginan istrinya itu.

__ADS_1


"Baiklah. Besok aku akan pesan tiket untuk kita!" ujar Reza tak ingin berdebat membuat Hanna tersenyum cerah.


Wanita cantik itu tanpa sadar mengecup bibir Reza karena merasa bahagia sebab Reza mengabulkan permintaan nya.


Cup.


"Terima kasih, Mas. Hari ini aku sangat bahagia karena akhirnya apa yang dulu aku idamkan terwujud juga. Kamu sudah mau belajar mencintai aku!" ujar Hanna terharu membuat Reza menarik sudut bibirnya.


Pria tampan itu langsung mencium lembut bibir Hanna. Pelan dan lembut, tidak menggebu-gebu meski hasrat sudah di ubun-ubun karena Reza dan Hanna tak tahu bagaimana berciuman cepat dan penuh hasrat.


*


*


*


Cieee ciee … yang mau cabein terong 🀣🀣🀣 wkwkwkwk …


Pasti yang korban perjodohan senyam-senyum baca bab ini🀣🀣🀣


Angkat tangan yang jadi korban perjodohan πŸ™ˆ


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak πŸ₯°πŸ₯°


Salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπŸ™


__ADS_2