
Tiga bulan kemudian.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, Hendri berhasil menghandle perusahaan keluarga Eka, kemampuannya dalam berbisnis sudah tak dapat di ragukan lagi karena semuanya berjalan dengan baik. Butuh waktu dua bulan perusahaan kembali bangkit seperti sedia kala.
Tak dapat dipungkiri seluruh keluarga Eka di buat bungkam dengan prestasi Hendri selama menjabat sebagai pemegang saham dan direktur utama di perusahaan.
Semua investor dan kolega bisnis keluarga Eka yang pada awalnya lari karena tak ingin rugi kini kembali lagi menawarkan diri, membuat orang tua Eka takjub pada kemampuan Hendri.
Ternyata menantu yang selama ini tak dianggap dan dikira hanya pangeran kodok yang tak bisa apa-apa, tak lain adalah seorang raja yang pandai berbisnis.
Ada rasa sesal di dalam hati karena dulu pernah berbuat jahat dan tak adil pada Hendri, namun setelah kejadian naas itu seluruh keluarga Eka menaruh hormat pada Hendri yang di anggap sebagai pahlawan mereka.
Begitu juga dengan Eka yang sangat menikmati menjadi seorang istri sesungguhnya, dia merasa senang karena memiliki banyak waktu bersama dengan suami tercintanya, terlebih lagi Hendri yang selalu siap siaga bila Eka mengidam.
“Assalamua’laikum.” Hendri dan Eka memberi salam saat memasuki rumah hanna dan Reza.
Mereka datang berkunjung untuk menyambung silahturahmi dan ingin melihat pertumbuhan baby Bulan yang sangat cantik dan aktif.
“Wa’alaikumussalam.”
Hanna tersenyum cerah menyambut kedatangan Eka dan Hendri, sedangkan Reza merasa kesal karena dia tak bisa bermanja-manja pada Hanna.
Padahal waktunya sangat pas untuk Reza meminta jatah pada Hanna karena putri mereka baru saja tidur setelah meminum ASI.
“Eh, bumil cantik! Ayo masuk ke dalam.” Hanna melakukan cipika-cipiki dengan Eka, tak lupa wanita sholeha itu mengelus perut Eka yang sudah besar.
“Kamu bisa aja, Han.”
“Perut kamu besar banget ya, Ka! Perasaan dulu waktu aku hamil 4 bulan tidak sebesar ini,” ujar Hanna merasa heran seraya merangkul tangan Eka membawa wanita hamil itu ke ruang tamu.
Sedangkan Reza dan Hendri mengikuti dari belakang.
“Alhamdulillah, kami baru aja USG ke dokter dan ternyata bayi kami kembar, Han!” balas Eka girang membuat Hanna merasa sangat bahagia mendengarnya.
Reza memelototi Hendri, pria tampan itu tak menyangka kalau Hendri sekali tembak dapat dua.
“Kamu minum obat apa, Hen? Kok bisa kembar?” tanya Reza penasaran karena tak ingin kalah dengan Hendri.
“Gak ada, aku alami!” jawab Hendri santai membuat Reza merasa dongkol.
“Kamu kira benih ku mengandung zat kimia? Aku juga alami, tapi dapatnya satu!” ketus Reza kesal karena tak mendapatkan jawaban yang memuaskan.
Hanna yang mendengar perdebatan kecil itu pun hanya bisa menghela nafas berat, karena sikap suaminya yang hanya mencair di depan Hendri dan dirinya.
“Mas, gak boleh ngomong begitu, yang namanya rezeki itu beda-beda! Jadi jangan menghina Allah dengan mengeluh karena rezeki kita tak sama dengan orang lain,” bisik Hanna pelan hanya bisa di dengar oleh Reza.
Pria itu pun merasa bersalah karena secara tak langsung dia sudah mengeluh.
“BTW … Bulan mana?” tanya Eka penasaran karena merasa rindu pada bayi mungil itu.
“Bulan, baru aja tidur! Tadi dia habis main bareng papa nya dan minum ASI lalu tidur,” ujar Hanna membuat Eka geleng-geleng kepala.
“Kebiasaan tuh si Bulan, habis main pasti tidur,” jawab Eka merasa gemas.
__ADS_1
“Namanya juga bayi, Sayang! Nanti anak-anak kita juga begitu!” Hendri mengelus perut Eka romantis membuat Reza menoleh ke arah Hanna.
“Peluk.” Reza merentangkan tangannya membuat Hanna langsung masuk ke dalam pelukan suami tampannya itu.
“Dasar manja,” ejek Hanna pelan membuat Reza memutar bola mata jengah.
“Mau gimana lagi? Kalau punya istri se-cantik kamu sayang kalau dikacangin,” balas Reza manja.
Hendri yang mendengarnya pun mendengus kesal.
“Perasaan dulu ada yang bilang istrinya gak cantik dan mirip noda hitam!” sindir Hendri membuat Eka tertawa pelan.
Sedangkan Hanna berusaha menahan tawanya melihat wajah Reza cemberut.
“Perasaan kamu aja itu, Hen,” elak Reza tak mau mengaku.
“Tapi, aku juga denger loh, Mas!” jawab Hanna berusaha melonggarkan pelukannya, namun Reza tak mengizinkannya. Pria itu malah semakin mengeratkan pelukannya.
“Telinga kamu itu banyak asam nya! Mana pernah aku ngomong gitu, kamu itu yang salah denger!” ketus Reza membuat mereka bertiga tertawa lepas.
“Ternyata ada juga karma yang semanis kurma, kamu yang dulunya dingin dan kaku seperti tembok, sekarang malah bucin setengah mati sama istri kamu sendiri!” ejek Hendri tertawa puas membuat Reza kesal.
“Berani kamu mengejek ku, Hen! Ku potong gaji mu bulan ini!” teriak Reza kesal membuat mereka bertiga semakin tertawa kencang.
Untung saja baby Bulan tipikal bayi yang bila tidur seperti orang pingsan, dia tak mudah terusik.
“Eh, kamu lupa kalau aku bukan bawahan kamu lagi! C’mone, Za. Aku sekarang udah jadi Direktur Utama!” ujar Hendri berlagak sombong membuat Reza mendengus kesal.
“Sayang, masa kamu diam aja lihat suami mu di ledek!” rengek Reza pada Hanna manja, seperti anak kecil yang mengadu pada ibunya.
“Sayang …”
Mereka kembali tertawa karena puas mengejek Reza. Rasa bahagia mereka rasakan dalam hati karena kehidupan mereka berjalan baik.
Hanna mencium pipi Reza dengan penuh kasih sayang.
POV Hanna.
Tak ku sangka doa yang dulunya ku langitkan dijawab oleh Allah, suamiku yang dulunya dingin layaknya orang asing, dia yang memperlakukanku seperti ada dan tiada.
Kini, berubah menjadi sosok suami yang penuh kasih sayang dan cinta kepada ku, perlakuannya yang sangat manis membuat aku lupa apa namanya itu kecewa dan sakit hati.
Aku lupa rasanya diabaikan, karena sekarang suamiku memperlakukanku seperti seorang ratu.
Ternyata benar, perceraian bukanlah jalan utama untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangga.
Ada banyak cara untuk memperbaiki rumah tangga yang retak. Kuncinya adalah kesabaran dan hati yang lapang.
POV Reza.
Kesalahan terbesarku adalah menilai seseorang dari luarnya, aku sadar bahwa ternyata penilaianku pada istriku nol besar.
Nyatanya apa yang aku pikirkan selama ini salah. Hanna yang aku anggap wanita bodoh dan udik karena berasal dari desa, ternyata adalah permata yang sangat berharga.
__ADS_1
Anugerah terbesar yang aku dapatkan adalah istri sholeha seperti Hanna. Ternyata benar bila seorang wanita mampu menjaga diri sesuai syariah, maka wanita tersebut lebih berharga dari perhiasan dunia.
POV Hendri.
Setiap datangnya kesulitan pasti ada kemudahan dan hikmah dibaliknya. Setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan.
Tidak ada manusia yang sempurna kecuali Rasulullah.
Itulah yang selalu aku tanamkan dalam jiwa, hingga kekurangan istriku dan keluarganya tak membuat aku menyerah, untuk mempertahankan pernikahanku dan Eka.
Semua yang ada di bumi ini suatu saat akan pergi dan takkan kembali terkecuali doa. Dia akan pergi tapi akan kembali dengan membawa berita bahagia yang dikirimkan oleh Sang Pencipta.
POV Eka.
Kebahagiaan terbesarku yaitu memiliki suami yang setia dan baik seperti Mas Hendri. Sikap lembutnya membuat aku jatuh hati.
Tidak peduli dia berasal dari kasta rendah, aku rela menentang orang tuaku untuk menikah dengannya.
Ternyata usaha ku untuk memperjuangkannya tak sia-sia, meski awal pernikahan aku merasa takut karena kami menikah tanpa restu orang tuaku.
Tetapi, rasa takut ku itu menghilang dengan sendirinya karena suamiku memperlakukan ku layaknya seorang ratu yang harus diutamakan dalam segala hal.
Ketulusannya menyadarkanku yang kala itu tak mau tahu menahu tentang tugas istri.
Bersamanya membuat aku merasa istimewa, tatapannya, perlakuannya dan kasih sayangnya mampu membuatku merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia.
*
*
*
TAMAT.
Assalamu’alaikum semuanya.
Alhamdulillah kita sudah sampai di penghujung cerita, terima kasih yang sebesar-besarnya author ucapkan pada kakak, emak, bunda dan abang reader yang setia membaca karya ini dari awal sampai akhir.
Segala yang baik didalam cerita ini datang dari Allah SWT dan yang buruk datang dari nafsu author semata.
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, begitulah dengan Hanna, Reza, Hendri dan Eka dengan kakak semua.
Love you all. Semoga dimudahkan rezekinya selalu.
Jangan unfav dulu karena nanti bakal ada ekstra part.
Ayo dukung author di karya selanjutnya yaitu PENYESALAN MANTAN SUAMI, tenang aja meski genre nya menguras emosi tapi tetap ada komedinya juga kok.
Oh ya author harap kakak reader yang baca bab ini, bersedia memberikan komentar terbaiknya untuk novel ini, biar author semakin semangat.
Salem Aneuk Nanggroe Aceh.🥰🥰😇🤗
Mampir juga ke novel temen author 🥰❤️
__ADS_1