Tiba-tiba Istriku Berubah

Tiba-tiba Istriku Berubah
Rencana Jahat


__ADS_3

Indonesia.


Amira merasa sangat kesal ketika mengingat dia di permalukan oleh Hanna tempo lalu di Mall.


Harga dirinya merasa di injak-injak karena sangat banyak orang yang menyaksikan perdebatan mereka tempo lalu.


Saat ini Amira sedang berada di club malam bersama dengan Riko, sahabat Reza di masa kuliah dulu.


"Kenapa wajahmu seperti pakaian kusut, Mir? Apa susuk mu sudah hilang?" ledek Riko seraya menjepit cerutu di sela-sela jari nya lalu menyesapnya sesekali.


"Kalau ngomong saring dulu, Njirrr. Aku itu kesel sama istrinya Reza! Dia udah permalukan aku di muka umum kemarin!" ujar Amira membuat Riko ber-oh ria.


"Kok cuma oh aja sih, Ko! Kamu hibur aku atau apalah. Bukan cuma oh aja!" desis Amira membuat Riko terkekeh kecil.


"Ya pasti aku tebak kamu yang salah karena kamu yang mulai!" balas Riko santai membuat Amira kesal.


"Aku itu gak salah apa-apa. Dia nya aja yang kampungan! Sumpek mata aku lihat dia di samping Reza kemarin."


"Bukan kampungan, Mir. Itu memang pakaiannya dia! Aku tahu dari Hendri kalau memang istrinya Reza lulusan pesantren."


"Jadi, gak usah cari gara-gara dengan istri Reza. Kamu harus tahu diri, Mir! Kita ini sampah, gak layak berdebat dengan orang-orang seperti mereka!" ujar Riko yang cukup sadar diri.


Baginya dia dan Amira tak lebih dari sampah yang penuh dosa. 


"Sampah juga akan bersih dan berguna kalau di daur ulang! Pokoknya aku akan balas dia karena sudah buat aku malu kemarin."


Riko hanya memutar bola matanya malas.


"Terus kamu maunya apa, Mir?" 


"Aku akan mengganggu rumah tangga mereka! Aku bakal buat Reza balik lagi ke dalam pelukan ku!" balas Amira sungguh-sungguh membuat Riko tertawa kecil.


"Gak bakal bisa, Mir. Yang kamu ganggu itu Reza bukan laki-laki lain! Dia sangat susah di goda. Buktinya aku sahabatan sama dia bertahun-tahun! Tapi, sekalipun dia tidak mau masuk ke dalam Bar atau sekedar cicip kupu-kupu malam!"


Riko memberikan nasehat pada Amira agar tak mengganggu rumah tangga Reza karena itu akan sia-sia.

__ADS_1


Sebab Reza bukan seperti laki-laki yang lain. Dia tak akan mudah terjerumus dalam bujuk rayu siapapun.


"Reza itu seperti ikan di laut! Meski airnya asin, dagingnya tetap tawar!" tambah Riko membuat Amira berpikir sesaat.


Namun, karena rasa kesal dan ego tinggi membuat Amira tak peduli.


"Dan ikan di laut bisa asin kalau di beri garam, Ko!" ujar Amira sinis.


"Aku gak peduli! Meski aku gak bisa merusak rumah tangga mereka, setidaknya aku bisa membuat hubungan mereka sedikit retak dan itu sudah cukup membuat hatiku puas!" tambah Amira tetap kekeh pada niatnya.


"Up to you, Mir. Ingat karma itu nyata! Aku cuma mengingatkan kalau dosa kamu dan aku itu udah banyak."


Riko bangkit lalu berjalan menuju ke lantai dansa menggaet para wanita cantik dan seksi di sana.


*


*


Turki.


Hanna ingin bertanya tentang pesan misterius itu. Namun, ia urungkan karena sedang berada di luar hotel.


"Terima kasih, Tuan. Karena sudah mau membebaskan kamu!" ujar pria asing itu ingin bersimpuh, namun Reza menahannya.


"Hemm. Jangan ulangi lagi! Dan kalian berdua tidak harus mencuri lagi. Aku sudah memesankan tiket pesawat ke Paris untuk kalian berdua! Untuk malam ini kalian bisa tinggal dan makan di hotel yang sama dengan kami!"


"Besok kalian bisa langsung pulang ke Paris."


Reza menolong dua pria asing itu karena merasa iba. Pasti keluarga mereka sangat merindukan dua anak muda itu.


Apalagi setelah Reza dan Hanna mendengar cerita keduanya yang ternyata merupakan turis. Mereka di rampok, dan semua barang-barang mereka habis tak tersisa.


Bahkan, ponsel juga di rampok. Ingin menuju ke kedutaan besar Paris tidak bisa karena memiliki keterbatasan ekonomi.


"Terima kasih, Tuan."

__ADS_1


"Siapa nama kalian tadi?" tanya Reza serius.


"Saya Darius dan adik saya Mark!" ujar Darius.


Reza pun mengajak mereka berdua pulang ke hotel tempatnya menginap. Tak lupa dia membelikan beberapa pakaian untuk Darius dan Mark.


Hanna hanya diam saja. Raut wajahnya tampak suram membuat Darius dan Mark mengira Hanna marah kepada mereka.


"Maafkan kami, Nona. Kami telah membuatmu takut tadi! Kami juga sudah membuat suamimu menghabiskan banyak uang untuk kami!" ujar Darius pada Hanna yang sedang menatap Reza membayar di meja kasir.


"Eh … tidak! Maafkan aku yang tidak ramah pada kalian berdua! Aku sedang memikirkan sesuatu tadi."


"Tidak apa-apa! Jangan merasa tidak enak hati pada kami. Sudah kewajiban kami sebagai muslim menolong kalian!" ujar Hanna lembut seraya tersenyum kecil.


Mark yang sedari tadi diam pun langsung bertanya.


"Tapi kami bukan muslim! Kenapa kalian masih mau menolong kami, padahal kami telah berbuat jahat pada kalian?"


"Karena agama kami yang mengajarkan kami untuk saling memaafkan dan tolong menolong. Siapapun itu, tidak harus muslim, Kristen atau Budha!" balas Hanna membuat Darius dan Mark merasa tersentuh.


"Ayo kita pulang ke hotel!" ajak Reza yang sudah siap membayar pakaian Mark dan Darius.


*


*


*


Wkwkwkwk … si Amira udah mulai tuh🙈🙈🙈.


Jantung masih aman 'kan, Bun? 🌚🌚🔨🔨


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


__ADS_2