Tiba-tiba Istriku Berubah

Tiba-tiba Istriku Berubah
Karma


__ADS_3

Saat mereka tiba di rumah orang tua Eka, keduanya langsung turun. Hendri melihat sederet mobil sepupu Eka. Ada rasa malas sebenarnya ketika Hendri harus mendatangi kembali rumah mertuanya, namun apa boleh buat saat ajaran orang tuanya begitu tertanam dalam relung hatinya.


Orang tua nya selalu mengajarkan untuk memaafkan sesama makhluk, tak peduli kesalahannya apa.


“Kita orang miskin, Nak. Kita gak punya harya banyak untuk berinfaq atau bersedekah. Tapi, kita masih punya hati untuk beramal dengan cara membuat hati kita kaya, yaitu banyak memaafkan kesalahan orang lain. Dengan begitu kita berpeluang masuk ke dalam surga-Nya.”


Itulah nasehat yang orang tua Hendri tanamkan padanya sedari kecil. Hingga sampai sekarang dia dewasa merasa sangat susah bila menaruh dendam pada orang lain.


“assalamua’laikum.”


Hendri dan Eka memberi salam, melangkah masuk ke dalam rumah besar itu. Orang tua eka yang melihatnya pun bernafas lega karena putri mereka yang selalu bisa diandalkan telah tiba.


“Sayang, perusahaan Papa mau bangkrut … hiks … mama gak mau hidup miskin!” 


Ibu Eka menangis memeluk tubuh ramping Eka dengan erat. mendengar ucapan ibunya membuat Eka merasa sangat penasaran sekaligus iba pada ibunya.


“Ada apa sebenarnya, Ma? Kenapa tiba-tiba perusahaan bangkrut? Bukannya kemarin lagi naik saham kita? Terus kenapa bisa bangkrut?”


Eka bertanya menatap lekat wajah sang ayah. Pria paruh baya itu langsung menatap tajam ke arah keponakannya yang sedang menunduk.


“Ini semua karena Amel dan Rangga! Papa, mempercayakan perusahaan Papa padanya dan Rangga. setelah kamu mengundurkan diri, Rangga yang menjabat sebagai CEO dan Amel sebagai direktur utama.”

__ADS_1


“Tapi, Rangga suami Amel ternyata selingkuh dan melakukan korupsi serta melakukan investasi bodong pada perusahaan milik ayah selingkuhannya itu. Karena skandal yang Rangga lakukan nama perusahaan tercoreng dan banyak investor, donatur dan kolega bisnis perusahaan kita menarik kembali sahamnya.”


“Sekarang harga saham kita anjlok. Rangga di tangkap polisi karena investasi bodongnya itu.”


Hendri yang mendengarnya pun terkejut, begitu juga dengan Eka yang tak menyangka Rangga menantu yang selalu di bangga-banggakan, dan di bandingkan dengan Hendri ternyata tak lebih dari pada tong kosong nyaring bunyinya. 


Seolah Allah sedang menghukum keluarga besarnya karena telah mendzalimi suaminya dulu.


“Baguslah, ini karma untuk mama, papa, tante dan kamu Amel! Kalian dulu selalu memuja Rangga dan membandingkannya dengan Mas Hendri. bahkan, tak segan kalian menghina suamiku yang berasal dari keluarga miskin.”


“Tapi, kalian buta dengan fakta selama ini tentang Mas Hendri yang tak sekalipun mau mengurus bisnis papa. Dia yang kalian sudutkan dan kalian hina, bisa mandiri hingga bisa seperti sekarang.”


“Dia yang berasal dari keluarga miskin dan lahir dari keluarga yang minim ilmu pendidikan ternyata lebih baik, dari pada Rangga yang nyatanya lahir dari keluarga kaya.”


Eka berkata sarkas menatap sinis seluruh keluarganya, dia merasa kasihan pada orang tuanya yang terkena tipuan Rangga, padahal perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang di bangun oleh kakeknya dulu.


Seluruh keluarganya terdiam mendengar perkataan Eka, tidak ada yang membantah ataupun menyela karena memang semuanya benar adanya.


Eka yang ingin kembali berkata terpaksa diurungkan saat Hendri mengelus pundaknya.


“Gak boleh seperti itu, Sayang. Orang yang lagi susah jangan disalahkan tapi di bantu,” bisik Hendri pelan namun masih terdengar oleh ibu Eka yang berdiri tak jauh darinya.

__ADS_1


“Tapi, mereka udah salah sama kamu, Sayang!” desis Eka tak terima.


“Tugas kita mengingatkan bukan menyalahkan, Sayang! Sabar … jangan marah karena tidak baik untuk anak kita!” bisik Hendri lagi.


“Ka-kamu hamil?” tanya ibu Eka terkejut.


Degg.


*


*


*


Di dalam dunia ini ada hukum tabur dan tuai. Apa yang kita tanam itu yang akan kita tuai, mau itu baik atau buruk, semuanya akan mendapatkan balasannya, tidak di dunia bisa di akhirat.


“Ingatlah! Jangan merendahkan siapapun bila kamu sedang di atas, karena kamu tidak tahu bagaimana proses orang yang dibawah untuk merangkak ke atas. Setiap orang pasti memiliki waktu untuk di atas, dan sebaik-baik orang adalah yang mampu bertahan di atas, serta tidak sombong pada mereka yang di bawah.” –Author Kisss


Bersambung.


jangan lupa like komentar vote dan beri rating 5 yah kakak.

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh.


__ADS_2