
Eka langsung berlari menutup pintu kamar. Tak lupa ia mengunci pintu kamar membuat Hendri murka.
"Pokoknya aku gak mau pisah ranjang! Aku cinta sama kamu … hiks … kita bisa bicarakan semuanya dengan baik-baik!" pinta Eka mendekat Hendri lalu memeluk erat tubuh suaminya itu.
"Saat ini tidak ada yang baik-baik, Ka. Kita sedang dalam keadaan di mana rumah tangga yang tidak sehat! Please, Ka. Saat ini aku hanya ingin jauh dari kamu agar otak dan hatiku tenang dan bisa berpikir jernih. Setelah itu baru kita bicara baik-baik tentang hubungan kita!"
Hendri melepaskan pelukan Eka dengan kasar membuat wanita cantik itu terjerembab ke atas kasur.
Eka tak menyerah, dia langsung bersimpuh memeluk lutut Hendri, wanita cantik itu terisak membuat langkah Hendri terhenti.
"Aku mohon, Mas. Jangan pergi! Apa kamu lupa janji kamu dulu yang akan selalu bertahan di sisi ku."
"Aku akui sikap ku tadi salah, Mas. Jadi, please! Jangan pergi, kamu tahu sendiri kalau aku juga cinta sama kamu … hiks … aku rela tentang orang tua aku agar bisa menikah dengan kamu!"
Eka berusaha membujuk suaminya agar tak pergi. Sedangkan Hendri yang mendengarnya pun menghela nafas berat.
"Jujur, Ka. Kemarahan ku ini adalah emosi yang sedari dulu aku tahan! Mungkin kalau hanya kamu di cium pria lain aku bisa maafin kamu dengan syarat tidak mengulangi nya lagi!"
"Tapi, kesalahan kamu bukan hanya itu saja, Ka! Banyak … sangat banyak! Jadi, please. Jangan tahan aku pergi! Aku takut kalau kamu tahan aku di sini, aku bisa hilang kendali!"
Hendri berkata dengan suara pelan, berusaha meredam emosinya agar tak melontarkan kata-kata kasar atau berbuat kasar pada Eka.
Dia tak ingin menyakiti Eka lagi dengan suara lantang nya.
Hendri melepas paksa tangan Eka yang melingkar di kakinya.
"I love you," lirih Hendri lalu melangkah pergi untuk membuka pintu kamar.
Namun …
Brukk.
Hendri langsung menoleh ke belakang saat mendengar suara orang terjatuh. Pria tampan itu membelalakkan matanya m lihat Eka jatuh pingsan.
"Sayang …"
*
__ADS_1
*
*
Tak terasa malam berganti pagi, namun matahari tak kunjung terbit karena langit sangat mendung.
Hujan deras turun mengguyur kota Jakarta membuat seorang wanita cantik yang terbaring di atas ranjang membuka matanya perlahan.
"Mas …"
Eka membuka matanya lebar, dia menoleh kiri kanan mencari keberadaan Hendri. Di lihatnya pakaiannya telah berganti pakaian piyama.
"Aku mohon jangan pergi … hiks … jangan tinggalin aku!"
Eka menangis bangkit dari kasurnya guna mencari keberadaan Hendri. Dia berlari keluar dari kamarnya.
Menyusuri seluruh sisi rumahnya.
"Mas, kamu di mana?"
Eka mencari keberadaan Hendri di dapur, halaman belakang dan ruang tengah.
Brukk.
Kaki Eka luruh ke lantai saat melihat setengah pakaian Hendri tidak ada dan koper besar milik suaminya juga telah hilang.
"Akkkkk … kenapa kamu tega tinggalin aku, Mas!"
Eka meraung-raung seperti orang yang kesetanan. Wanita cantik itu menangis tersedu-sedu seraya menjambak rambut nya sendiri.
Wajah Eka memerah, air matanya mengalir deras, bahkan nafasnya tersendat karena terlalu keras menangis.
"Aku cinta sama kamu, Mas. Aku lakuin ini semua juga karena kamu! Aku gak sanggup lihat kamu kerja di tempat orang. Aku gak suka kamu di suruh-suruh dan di marahi … hiks … makanya aku kerja buat kurangin beban kamu!"
Selama ini Eka tak menyentuh nafkah yang di berikan oleh Hendri. Dia mengirimkan uang itu untuk orang tua Hendri.
Mungkin Eka adalah istri yang kurang baik. Namun, dia adalah menantu yang baik. Dia sangat menghormati dan menyayangi orang tua Hendri.
__ADS_1
"Astaghfirullah, Nyonya!" pekik pelayan tua berlari menghampiri Eka.
"Bibi … bibi lihat Mas Hendri?" tanya Eka serius dengan suara serak nya.
"Iya, Nyonya. Tuan Hendri pergi bawa koper besar sebelum adzan subuh! Tuan menyuruh saya menjaga Nyonya karena beliau akan pergi dalam jangka waktu yang lama!"
Eka menangis memukul dadanya yang terasa sesak. Dia tak menyangka Hendri tetap kekeh pergi meski dirinya pingsan semalam.
Apa dia sudah sangat keterlaluan? Atau kah selama ini Hendri memiliki luka yang di goreskan oleh keluarganya dan Hendri tak menceritakan pada Eka.
Eka bangkit, dia mengambil kunci mobilnya berlari keluar rumah di ikuti oleh pelayan nya.
"Nyonya mau ke mana?"
"Aku mau cari Mas Hendri, Bi! Pasti dia masih ada di sekitaran ini!"
"Tapi, cuaca lagi hujan deras, Nyonya. Nanti anda sakit!"
Eka yang mendengarnya tersenyum miris.
"Luka batin ku lebih parah dari luka fisik, Bi. Aku akan benar-benar sakit kalau Mas Hendri pergi!" gumam Eka pelan.
Wanita itu segera masuk ke dalam mobilnya. Dia tak memperdulikan suara panggilan pelayan nya.
Wanita itu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dengan pakaian piyama berbahan satin Eka pergi mencari Hendri.
"Aku mohon jangan tinggalin aku!" jerit Eka menangis dalam hati.
*
*
*
Maafin author kemarin cuma up 1 bab, sebab author baru saja pindah rumah jadi banyak kesibukan 🤗🤗
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh