Tiba-tiba Istriku Berubah

Tiba-tiba Istriku Berubah
Kekesalan Reza


__ADS_3

"Apa ada suami ku di sini?"


Hanna langsung menoleh ke arah Reza menatap tajam suaminya itu karena mengira Reza ada affair dengan wanita di hadapan ini.


Reza yang paham akan maksud tatapan istrinya pun langsung menggelengkan kepalanya cepat.


"Aku setia sama kamu! Dia itu istrinya Hendri!" jelas Reza cepat karena tidak ingin ada perdebatan dengan Hanna.


Mendengar hal itu Hanna merasa lega. Dia bersyukur apa yang ia pikirkan tak nyata.


"Hendri gak ada di sini. Lebih baik kamu pulang karena kamu sedang mengganggu waktu kami berdua!" ujar Reza dengan nada ketus.


Hanna yang mendengarnya pun langsung mencubit pinggang suaminya membuat Reza meringis seraya mengelus pinggang nya.


"Aw … Sayang, sakit!"


"Biarin! Makanya jangan ketus sama tamu."


Hanna mempersilahkan Eka masuk terlebih dahulu. Namun, baru saja melangkah tubuh Eka ambruk membuat Hanna langsung menangkap pinggang Eka.


Sedangkan Reza yang melihatnya pun terkejut.


"Mas, bantuin!" pinta Hanna tak sanggup menahan bobot tubuh Eka.


Karena tubuh Eka lebih tinggi darinya.


"Gak boleh, Sayang. Bukan muhrim!" tolak Reza membuat Hanna ingin mengumpat suaminya.


Namun, ia tahan karena akan berdosa kalau ia mengumpat.


Wanita cantik itu menggerakkan giginya kesal, hingga berbunyi seperti ranting yang di injak.


"Gak apa-apa, Mas. Kamu gak bakal berdosa karena ini darurat! Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat."


Hanna menjelaskan nya membuat Reza segera menggendong Eka dengan hati-hati.


Seumur hidup baru empat wanita yang bersentuhan tubuhnya dengan Reza. Yaitu Amira, Hanna dan Eka.

__ADS_1


Pria itu meletakkan Eka atas sofa panjang ruang tamu.


"Mas, aku minta tolong ambilkan selimut, minyak angin dan daster aku!" pinta Hanna lembut dengan raut wajah panik terpasang di wajahnya.


"Baik, Sayang."


Reza berjalan santai menuju kamarnya membuat Hanna yang melihat pun geram dan gemas.


"Mas, kalau bisa kamu lari! Jangan jalan seperti siput, ini lagi darurat loh, Mas."


Hanna melayangkan protes membuat Reza berbalik menatap tajam dirinya.


"Kamu segitu perhatiannya sama dia, sampai-sampai kamu marahin aku karena jalan lambat!" ujar Reza dingin seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


Ya Rabb.


Hanna hanya beristighfar dalam hati melihat kelakuan suaminya yang cemburu padanya karena perhatian pada Eka.


Padahal jelas-jelas Eka itu wanita bukan pria.


"Yaudah kalau gitu biar aku aja yang ambil!"


"Biar aku aja."


Reza berlari menaiki tangga membuat Hanna terkekeh kecil.


"Ada-ada aja kamu, Mas. Cemburu gak tahu tempatnya!" gumam Hanna pelan.


Setelah mendapatkan apa yang Hanna minta, Reza segera kembali dan memberikannya pada sang istri.


"Ini, Sayang."


"Mas, aku minta tolong lagi buat teh jahe di dapur dan jangan keluar dari dapur sebelum aku panggil karena aku ingin ganti pakaian Mbak ini!" titah Hanna membuat Reza mendengus kesal.


Bagaimana tidak kesal? Pria tampan itu ingin bermanja-manja dengan istrinya hari ini. Di tambah cuaca hujan yang mendukung.


Namun, harus gagal maning karena kedatangan Eka yang mencari suaminya.

__ADS_1


Ah … lagian kenapa si Hendri kabur, sih. Mereka yang main petak umpet aku yang kena imbas gak bisa minta jatah batin Reza menggerutu kesal.


"Aku gak bisa buat teh jahe, Sayang!" keluh Reza dengan wajah yang memelas.


"Buat teh seperti biasa terus geprek jahe langsung masukkan ke dalam teh hangat nya! Ayolah, Mas. Kamu pasti bisa!"


"Saat ini kita sedang berbuat baik dengan menolong orang yang kesakitan. Hari ini kita menolong orang, di masa depan orang lain yang akan menolong kita!"


"Dan juga aku harus menyadarkan Mbak ini karena orang pingsan harus segera di buat sadar. Saat seseorang pingsan maka sel saraf dalam tubuhnya akan berhenti bekerja dan itu bisa berbahaya, sebab bisa membuat seseorang lumpuh!"


Hanna menjelaskan panjang lebar seraya mengoleskan minyak angin di telapak tangan dan kaki Eka.


Mendengar itu Reza langsung segera menuju dapur untuk melakukan perintah istri tercintanya.


Hanna menggantikan pakaian Eka susah payah. Dia juga mengoleskan minyak angin di perut Eka.


"Mbak, bangun!"


"Mbak."


"Bangun, Mbak."


"Sayang, apa aku boleh ke sana?" teriak Reza dari arah dapur.


"Boleh!" balas Hanna berteriak membuat Eka memaksakan dirinya membuka mata.


"Mas Hendri!" gumam Eka pelan.


*


*


*


Wkwkwkwk … kasihan babang Reza gagal enak-enak 🤣🤣🤣🤭🤭


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🙏🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰


__ADS_2