
1 Tahun kemudian
“Lu betul-betul akan merelakan dia seperti ini?” ujar Dimas yang mencemaskan Andre karena sudah melakukan hal bodoh selama setahun terakhir dengan menyiksa diri sendiri.
“Sometime, kita harus melepaskan sesuatu demi hal yang lebih besar. Lu tahu kan, kalau dia berada di bawah bayang-bayang keluarga gue, dia ngak akan pernah berkembang. Akan selalu dipandang sebagai orang yang hanya bisa memanfaatkan keluarga gue untuk menjadi terkenal. Jadi memang cuma ini satu-satunya cara yang tepat,” jawab Andre.
“Ta.. tapi..”
‘Your attention please, passengers of Garuda Indonesia on flight number GAxxx to Japan please boarding from door gate 11, Thank you’
“Gua duluan ya. Tenang saja. Kalau gua sama dia memang jodoh, pasti akan bersatu juga kok pada akhirnya,” ujar Andre sebelum pergi meninggalkan Dimas sendirian dan berjalan melewati pemeriksaan tike dan identitas di boarding gate.
Dia lalu mengeluarkan ponselnya, mengetikkan sesuatu di ponselnya ‘See you soon honey’ dan mengirimnya ke Yunita. Tak lama berselang—hanya sekitar beberapa detil setelah pesannya berubah menjadi centang biru—dia langsung mendapat panggilan dari Yunita.
“Halo?”
“Kamu yakin ngak mau kasitahu ke Brandon sama Dimas yang sebenarnya?” Yunita bertanya.
“Ngak usah, makin sedikit yang tahu makin bagus. Kecuali Brandon, aku sih agak yakin kalau dia pasti sudah tahu. Dia kan peka banget soalnya,” jawab Andre ketika dirinya berjalan di garbarata menuju pesawat yang akan ditumpanginya.
***
Setahun Yang Lalu, 1 Jam sebelum Konfrensi Pers Pemutaran Perdana
“Kalian berdua yakin akan melakukan ini?” tanya Kak Alika, setelah mendengar perkataan Andre soal pura-pura putus di depan publik. Wajahnya terlihat ragu kalau rencana tersebut bisa berhasil dengan baik.
__ADS_1
Yunita juga mempunyai reaksi yang tidak jauh berbeda saat mendengar soal rencana ini untuk pertama kalinya; sama-sama menolak rencana tersebut. Hal yang wajar, mengingat mereka akan menipu banyak orang yang sebenarnya cukup susah karena itu artinya mereka hanya bisa bertemu secara diam-diam dan tidak bisa terlalu sering. Satu kali blunder dan mereka pasti akan menjadi buah bibir netizen; yang agak meragukan kalau itu akan menjadi hal yang positif.
“Tenang saja kak, percayakan saja sama kami berdua, ya?” Yunita berusaha meyakinkan Kak Alika. Dia bahkan sampai harus memasang muka memelasnya di depan Kak Alika sebelum akhirnya Kak Alika setuju dengan rencananya dan Andre. Butuh agak lama bagi Andre dan Yunita untuk meyakinkan Kak Alika agar mau ikut rencana Andre dan Ibunya.
“Tapi, seandainya ini tidak berjalan sesuai rencana, apa yang akan kau lakukan?” Kak Alika dengan sorotan mata yang tajam, menanyai rencana Andre soal backup plannya.
“Bagaimana pun, outputnya akan tetap sama. Menjauh secara pelan-pelan dengan jarang tampil bersama, atau mengumumkan kami putus. Tujuannya tetap sama, yakni mengeluarkan dia dari bayang-bayang dukungan keluargaku. Setidaknya, orang-orang akan berbalik simpati ke dia secara perlahan-lahan. Jadi, dia bisa lepas dari cibiran orang selama ini, itu harapanku,” jelas Andre
“Dan kalau dia malah dibuly lebih parah lagi?”
“Maaf?”
“Yah, kau taukan bagaimana netizen menilai? Selalu unpredictable. Gua rasa lu ngak perlu dijelaskan panjang lebar lagi kan? Apalagi hal seperti ini sudah menjadi makanan kalian sehari-hari,”
Perkataan Kak Alika bagi Andre memang ada benarnya, satu hal yang tidak bisa mereka perkirakan adalah reaksi netizen. Walaupun mereka mengumumkan kalau mereka putus di depan media, ada ketakutan tersendiri di dalam hatinya kalau Yunita malah akan di cap sebagai cewek matre yang kebusukannya sudah di ketahui.
“Jadi, apa rencana kakak?” Andre memotong perkataan Yunita dan bertanya ke Kak Alika. Dia penasaran dengan pemikiran Kak Alika, karena sebagai seorang manajer Yunita, Kak Alika tentunya akan memikirkan yang terbaik untuk Yunita sendiri.
“Seandainya pertanyaan yang keluar nanti terlalu agresif, bilang saja pertunangan kalian yang batal atau ditunda dulu. Lagipula, Yunita memang kemungkinan akan syuting di luar negeri beberapa bulan lagi kalau proyek berikutnya dia lolos. Tapi ini seandainya saja ya,”
“Oke, cukup bagus. Berarti sudah fix ya,”
Pada akhirnya, rencana cadangan tersebut tidak pernah terpakai sama sekali. Wartawan yang mewancarai Yunita saat itu tidak ada yang terlalu skefo soal putusnya mereka berdua. Entah memang karena mereka tidak terlalu tertarik atau sudah diancam atau dibayar oleh Ibunya Andre, tidak ada yang tahu.
Yang jelasnya, rencana mereka berjalan mulus tanpa ada hambatan. Ditambah lagi, keadaan memang sangat mendukung, Andre dan Brandon—yang entah bagaimana juga ikut masuk kelas Akselerasi—sangat disibukkan dengan kelas Akselerasi mereka. Yunita juga disibukkan dengan syuting di luar negeri untuk film pertamanya sebagai main lead setelah web dramanya sukses besar dengan menduduki peringkat pertama trending semenjak rilis perdananya.
__ADS_1
Sisi positifnya, Yunita yang awalnya dipandang sebelah mata oleh banyak orang, perlahan mematahkan orang dengan kemampuan aktingnya yang memukau untuk seorang pemula. Beberapa artikel bahkan menyebutkan kalo Yunita berpontensi untuk go internasional dalam waktu yang singkat dengan parasnya yang cantik didukung dengan kemampuan bahasa inggris yang cukup bagus.
***
“My i help you sir,” seorang pramugari mencoba menolong Andre ketika dia sedang berusaha mengangkat koper yang dibawanya sementara dia sedang berbicara dengan Yunita di telepon.
“Siapa itu?” Spontan saja, Yunita langsung meneriakinya setelah mendengar pramugari tadi berbicara. Salah satu hobi terbaru Andre setelah hubungan mereka diumumkan kandas adalah membuat Yunita cemburu yang di matanya terlihat menggemaskan.
“Tenang saja, pramugari doang kok,” Andre menjawab sambil tersenyum. Tampak pramugari tadi juga tersenyum kecil karena pramugarinya juga adalah orang indo; karena memakai maskapai lokal. “Thanks,” ucapnya sebelum pramugari tersebut pergi.
“Awas kamu ya kalau genit sama cewek lain. Ku lapor mamamu langsung nanti, taukan bagaimana tante suka sama menantu kesayangannya ini?”
“Iya sayang, tahu kok, sudah dulu ya. Nanti ku kabari lagi kalo sudah landing,”
“Ok, love you,”
“Love you too,”
Perasaannya menjadi lega setelah mendengar Yunita yang semakin percaya diri sampai menyebut dirinya menantu kesayangan; yang memang benar juga sih. ‘Cinta bisa membuat orang melakukan segalanya’ kata-kata ini awalnya dia tidak anggap serius. Tapi, kalau mengingat bagaimana dia berubah karena Yunita, dia seolah menjilat ludahnya sendiri.
Dia dulunya yang tidak percaya lagi dengan namanya cinta setelah dikhianati oleh Diana, setelah bertemu Yunita malah rela melakukan segalanya. Dia yang dulunya sangat tidak ingin tampil di depan publik, sekarang malah rela memasang badan saat Yunita terkena masalah. Dia yang awalnya bersifat dingin ke setiap orang semenjak putus dari Diana, perlahan-lahan kembali menjadi dirinya yang dulu, yang murah senyum, aktif dalam segala hal, penuh kekonyolan, dan menjadi lebih peka dengan orang-orang yang dia sayangi. Entah berlebihan atau tidak, dia merasa kalau Yunita adalah cahaya yang datang dalam kegelepan yang menyelimutinya selama ini.
Dan sekarang, dia akan berusaha sebisa mungkin untuk melindungi cahaya dalam hidupnya tersebut. Meskipun saat ini dia sebenarnya masih sangat penasaran dengan jawaban atas misteri soal mimpinya setahun belakangan ini, dia memilih untuk mengenyampingkan hal tersebut untuk sementara. Karena seperti kata-kata bijak ‘mundur selangkah demi sebuah terobosan’, dia mengeyampingkan semua rasa penasarannya demi bisa melindungi orang-orang yang dia cintai. Dan menurutnya hanya ada satu cara, yaitu dengan mendapatkan kekuasaan yang cukup besar seperti yang dilakukan ayah dan ibunya selama ini.
__ADS_1