
"Nafisa bangun sayang, " Ucap Ayah Narendra.
"Eeeeunghhh,"
"Bangun sayang, sebentar lagi akan ada temen ayah kesini,"
"Trus apa hubungannya sama Nafisa ayah, ini juga masih siang belum pukul 3 sore juga,"
" Cepet bangun sana mandi lalu dandan yang cantik nanti ayah tunggu di ruang tamu," Ucap Ayah Narendra kepada Nafisa setelah itu dia langsung keluar dari kamar putri semata wayangnya.
Nafisa Azzahra adalah anak dari pasangan Narendra Kusuma dan juga Anjani Maharani, ibunya meninggal dunia saat melahirkan Nafisa, dia mempunyai satu kakak yang begitu menyayanginya Rafael Rahardian Kusuma.
Nafisa begitu beruntung telah lahir dari keluarga Kusuma, meskipun ibunya meninggal akan tetapi Nafisa tidak kekurangan kasih sayang dari ayahnya maupun kakaknya, karena Nafisa adalah putri satu satunya maka dirumahnya dirinya di perlakukan seperti seorang ratu.
Tak
tak
tak
Suara langkah kaki Nafisa berjalan menuruni tangga untuk menghampiri ayah dan kakak nya yang sudah siap dan rapi untuk menyambut kedatangan tamunya padahal butuh waktu satu jam lagi untuk tamunya datang akan tetapi semua keluarganya begitu heboh dan gesit untuk menyiapkan semuanya, katanya sih biar terkesan diistimewakan tamunya, padahal tidak tahu saja Nafisa kalau tamu yang akan datang kerumahnya itu adalah calon mertuanya.
Waktu yang di tunggu tunggu pun tiba mobil Dion Alexander memasuki gerbang utama kediaman Kusuma bisa terlihat didepan sana Narendra Kusuma dan Rafael Rahardian Kusuma sedang menyambut kedatangannya.
Tepat di depan pintu masuk rumahnya Dion Alexander beserta keluarga di sambut hangat oleh keluarga Narendra Kusuma dengan senang hati.
"Apa kabar Narendra," Tanya Dion Alexander sambil memeluk Narendra.
"Aku baik Bro, Wah ternyata anakmu sudah besar Ion," Ucap Narendra antusias.
"Iya "
"Ekh mbak Arini apa kabar," Sapa Narendra kepada Istri Ion.
"Aku baik Naren,"
"Ayah udah dong ngobrolnya masa tamunya gak di ajak masuk sih," Ucap Rafael yang sedari tadi hanya diam saja menyaksikan dua laki laki yang berbeda generasi itu.
"Ekh iya mari masuk," Ucap Narendra sambil membukakan pintu masuknya.
Dion Alexander dan keluarganya mengikuti Narendra dari belakang.
"Silahkan duduk," Narendra mempersilahkan mereka untuk duduk dan memperlakukan mereka seperti raja.
"Kak panggil adek kamu untuk berkumpul di sini," Ucap Narendra kepada Rafael.
"Baik ayah," Ucapnya sambil berlalu meninggalkan ruangan tersebut menuju tempat dimana adeknya berada sekarang, sedangkan Narendra dan Dion ngobrol hangat kesana kemari menceritakan tentang kisah masa lalu mereka sewaktu muda bahkan hingga seperti ini, sudah mempunyai keluarga masing masing dan tentunya sudah punya anak.
"Ayah," Ucap Nafisa
__ADS_1
Narendra yang mendengar suara putrinya pun langsung menoleh.
"Nafisa kenalin ini temen Ayah yang waktu itu Ayah ceritain," Ucap Narendra.
Nafisa yang mengerti ucapan ayahnya pun langsung berjalan mendekat kearah Dion dan keluarganya untuk cium tangan.
"Nafisa om tante," Ucapnya lembut.
Arini yang melihat Nafisa langsung tertertegun dan di buat kagum dengan sifat dan sikap Nafisa yang begitu lemah lembut dan sopan santun.
"Cocok nih di jadiin mantu," Ucap Arini dalam hati sambil terus memandang Nafisa.
Sedangkan Nafisa yang di tatap seperti itu menjadi malu.
Devano yang melihat interaksi dua keluarga itu hanya diam saja, bahkan dirinya sudah merasa bosan di ruangan itu.
Devano tak sengaja melihat kearah Nafisa sekilas.
"Cantik sih tapi pakaian gak cocok banget mana wajahnya di tutupi lagi so misterius banget," Ucap Devano dalam hati.
"Narendra boleh nggak Nafisa aku bawa pulang,"
"Hah kamu apa apaan sih mah," Ucap Dion yang heran dengan ucapan Istrinya.
"Ikh papa diam aja pokoknya,"
"Hah kamu gak salah ngomong kan mba???" Bukan menjawab Narendra malah balik tanya.
"Ya nggak lah Narendra," Ucap Arini sambil memutar bola matanya dengan malas.
"Trus maksud mama apa???" Jawab Papa Devano yang kesal dengan tingkah Istrinya.
"Maksud mama tuh Minta Nafisa untuk di bawa pulang jadi mantu mama,"
"APA," Ucap Devano dan Nafisa bersamaan sedangkan Rafael, Dion dan Narendra hanya bengong dan menganga mendengar ucapan Arini.
"Hah," Ucap mereka bersamaan.
"Kalian kenapa sih kok pada kaget gitu???" Ucap Arini dengan muka tanpa dosanya.
"Ya kaget lah mba orang mbak tiba tiba bicara seperti itu," Jawab Narendra.
"Jadi gimana,???" Tanya Arini.
" Kalau aku sih gak masalah tapi aku gimana Nafisa nya, jika dia mau, tapi jika tidak jangan marah loh mbak," Ucap Narendra di selingi canda gurau supaya tidak terlihat tegang.
"Gimana Nafisa maukan???" Ucap Arini dengan muka malas.
"Hah, Ekh Tante,"Ucap Nafisa sambil Garuk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Ma udah dong kasihan tu orangnya, kaget begitu," Devano yang tadinya diam saja angkat suara, bukan dia mau caper atau peduli pada Nafisa akan tetapi Devano begitu malas jika sudah seperti ini.
"Lagian mama mau jadiin Nafisa mantu mama buat siapa kak Arjuna???" Sambungnya
Ya Devano anak bungsu dari keluarga Alexander dan mempunyai kakak laki laki yang beda dua tahun saja dengan dirinya, yaitu Arjuna Alexander.
" Bukan tapi buat kamu,"
"APA AKU???" Devano begitu kaget sampai dirinya menunjuk dirinya sendiri.
"Iya kamu Trus siapa lagi???" Arini tidak habis fikir dengan putra semata wayangnya itu.
"Kenapa aku kok bukan Arjuna saja???"
"Lah iya kamu kalau Arjuna itu normal masih suka sama Wanita lah kamu kalau nggak di cariin sama Mama kamu bisa bisa belok Devano, dasar kulkas," Ucap Mama Arini.
"Ck, Mama," Ucap Devano.
Setelah pertengkaran Alot antara ibu dan anak akhirnya Ayah Devano menengahi di antara keduanya.
"Sudah sudah, Devano yang mama kamu katakan benar bahkan ayah sangat setuju jika Nafisa menjadi mantu ayah Benarkan ma???"
"Denger tuh, kata orang tua Devano,"
Devano hanya menghela nafasnya saja, dia tidak banyak bicara karena dia tahu jika ayahnya sudah berbicara seperti itu maka keputusannya tidak bisa di ganggu gugat.
"Ck, Terserah ayah sama mama aja dekh," Ucap Devano dengan pasrah.
"Jadi gimana Nafisa???" Tanya mama Devano.
"Emmm aku terserah ayah saja jika ayah setuju maka aku ngikut saja karena Ridho orang tua adalah Ridhonya Allah,"
"Mantu mama sangatlah solehah,"
"Hmm baiklah jika sudah seperti itu kalian akan secepatnya menikah," Ucap Dion.
"Me-Ni-Kah," Ucap Nafisa gugup.
"Apaan sih ma aku tuh masih sekolah," Ucap Devano.
"Lah siapa yang bilang kalian sudah lulus sekolah, toh jika kalian di nikahkan cepat juga nggak akan ada halangan kok asal kalian jangan bocor aja sama teman kalian, toh nikah nya juga hanya kita aja yang hadir, jadi gak masalah kan???"
"Hmm terserah," Devano Pasrah.
" Baiklah jika sudah setuju kalian akan menikah minggu depan,"
Ucapan ayah Nafisa begitu menggelegar membuat Nafisa dan Devano begitu Syok.
"APA???"
__ADS_1