
Keesokan paginya Keadaan Nafisha mulai membaik hingga dirinya berniat untuk berangkat sekolah.
Di AHS Nafisha begitu senang pasalnya dia bisa masuk sekolah kembali, padahal Nafisha hanya 1hari saja tidak masuk sekolah tapi seperti 1 abad saja rasanya.
"Huh akhirnya aku bisa menghirup udara segar di sekolah lagi," Gumam Mafisha saat masuk kedalam kelasnya.
"NAFISHA," Teriak Hazel saat melihat Nafisha yang masuk hari.
"Iya Zel ada apa??" Tanya Nafisha.
"Kamu lupa, kamu kan disuruh ke ruangan Kepala sekolah lagi Nafisha tapi kan kamu kemarin nggak masuk sekolah," Ucap Hazel sambil menaik turunkan alisnya.
"Diam Hazel jangan buat aku malu," Ucap Nafisha sambil menunduk.
"Hahahah kakan lagi aku menggoda kamu Fisha," Ucap Hazel sambil ketawa.
"Terserah kamu saja lah Zel, okh iya Zel ayo antar aku keruang kepala sekolah,"
"Ayo," Jawab Hazel kepada Nafisha dengan melangkahkan kaki nya menuju ruang kepala sekolah.
Sesampainya disana Nafisha begitu tegang dan takut,
"Tenang Fisha, semoga saja nilainya memuaskan dan kamu lulus loncat kelas," Ucap Hazel.
"Semoga saja,"
Tok
tok
tok
""Masuk," Ucap seseorang didalam sana.
Ceklek
"Permisi pak," Ucap Nafisha dan Hazel.
"Ekh kamu sudah masuk sekolah Nafisha,???"
"Iya pak,"
"Silahkan duduk dulu Nafisha saya ambilkan dulu hasil tes kamu kemarin,"
"Iya pak," Ucap Nafisha sambil mendudukan pantatnya di kursi begitu juga dengan Hazel.
__ADS_1
Pak Joko datang dengan membawa lembar soal tes Nafisha kemarin tak lupa dia memeriksa kembali lembar soal tes itu.
Nafisha begitu tegang dan juga takut, sampai tangannya bergetar begitu hebat bahkan suaranya hilang Entah kemana.
"Nafisha Azzahra, Lahir di Bandung 31 maret 2001 Dengan ini kami menyatakan bahwa Nafisha Azzahra telah lulus seleksi tes loncat kelas dengan nilai 99,83% " Ucap Kepala Sekolah kepada Nafisha.
Nafisha yang mendengar ucapan pak Joko seketika langsung bersujud dan menitikan air mata.
"Hiks hiks hiks Hazel aku sudah lulus Hazel," Ucap Nafisha sambil memeluk Hazel.
"Iya Fisha kamu berhasil," Ucap Hazel tak kalah senang.
"Selamat atas kelulusan kamu Nafisha," Ucap Pak Joko kepada Nafisha sambil menyodorkan Rapotnya.
"Dan 1 bulan lagi kamu akan mengikuti Ujian Nasional bersama kelas Arjuna,"
"Baik Pak, tapi saya tidak mau mengikuti Ujian Nasional bersama kelas Arjuna, apakah boleh saya mengerjakan Ujian Nasional nya di kelas, Tenang saja pak saya kan Sebangku sama Hazel, Jadi dia bisa pantau saya soalnya saya tidak mau semua orang curiga kepada saya," Ucap Nafisha panjang lebar.
"Baiklah Nafisha akan tetapi saya belum bisa menjawabnya Nanti saya beritahu kembali jika sudah ada Jawaban dari pemilik sekolah," Ucap Pak Joko kepada Nafisha
"Baik pak, kalau begitu saya kembali ke kelas,"
"Iya silahkan,"
Sedangkan Pak Joko setelah kepergian Nafisha dan Hazel dia langsung menghubungi bu Arini selaku istri pemilik sekolah AHS kebetulan dia juga yang merekomendasikan Nafisha untuk loncat Kelas.
Tuttt tutt tutt
"Hallo,"
"Iya hallo bu Arini, " Ucap Pak Joko .
"Ada apa pak???" Tanya Bu Arini.
"Ini Bu saya hanya ingin memberitahukan kepada ibu bahwa siswa yang bernama Nafisha Azzahra telah lulus tes loncat kelas dengan nilai hampir nyaris sempurna dengan Rata rata 90,00 dan Nilai Akhir 99,83% Dan itu baru kali ini ada siswa yang mempunyai nilai yang tinggi hingga akhirnya saya memutuskan Nafisha 1bulan lagi akan mengikuti Ujian Nasional bersama kelas Arjuna," Ucap Pak Joko menjelaskan dengan panjang Lebar.
"Waw Sempurna gak salah aku merekomendasikan dia loncat kelas," Ucap bu Arini kepada Pak Joko.
"Tapi bu satu hal lagi yang ingin saya sampaikan," Ucap Pak Joko dengan Nada yang sedikit ketakutan pasalnya dia tahu bagaimana tabiat keluarga Alexander.
"Okh tentang apa???" Jawab Bu Arini dengan Ramah.
"Itu bu Nafisha meminta jika dia tidak ingin mengikuti ujian nasional bersama kelas Arjuna bu di mengatakan kalau dia tidak mau semua orang curiga kepadanya, dan dia juga meminta untuk merahasiakan ini semua," Ucap Pak joko panjang lebar menjelaskan dengan hati hati apa yang Nafisha ucapkan.
"Emmm baiklah biarkan dia mengerjakan soal ujian itu di kelasnya namun utus saja Hazel untuk mengawasinya,"
__ADS_1
"Baik bu kalau begitu saya tutup dulu,"
"Iya silahkan,"
Tutt tutt tutt
Sambungan berakhir.
Setelah hasil dari pak Joko di umumkan Nafisha menjadi lebih giat belajar lagi untuk menghadapi ujian nasional yang tinggal satu bulan lagi.
Akan tetapi Nafisha tidak lupa dengan tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri, disela kesibukan nya Nafisha selalu menyempatkan diri untuk mengajak bicara Devano mungkin bisa di bilang melakukan komunikasi meskipun hanya sebatas basa basi, karena kunci kuatnya sebuah hubungan itu adalah menjalin kepercayaan dan juga yang terpenting saling menjaga komunikasi supaya tidak terjadi kesalah pahaman nantinya.
Tak terasa satu bulan telah berlalu hari yang di tunggu tunggu pun tiba dimana Nafisha mengikuti Ujian Nasional dengan secara diam diam, Nafisha begitu nyaman dan merasakan menjalani kewajiban siswa dan juga menjadi seorang istri, Karena semenjak kejadian malam itu Devano tak lagi cuek padanya bahkan hubungan mereka semakin membaik Devano juga perlahan sudah bisa menerima Nafisha sebagai istrinya, akan tetapi entah mau sampai kapan mereka akan menutupi pernikahan mereka dari para sahabat Devano. dan juga anak lainnya.
Tiga hari Nafisha mengikuti Ujian Nasional dan hari ini adalah hari terakhir Nafisha mengikuti Ujian Nasional, tidak ada yang tahu tentang semua yang Nafisha lakukan kecuali Hazel sahabat flus calon kakak iparnya kelak.
"Huh akhirnya selsai juga," Ucap Nafisha sambil menyimpan alat tulisannya di atas meja,"
"Akhirnya berakhir sudah penderitaan kita Fisha," Ucap Hazel karena dia juga jadi ikut terlibat Dengan Rencana Nafisha itu.
"Hmmm," Jawab Nafisha.
Ting
Pesan masuk kedalam Handphone Nafisha.
"Sayang apakah kamu tidak papa??" Tanya Devano dalam Isi pesan itu.
Iya Devano menanyakan keadaan Nafisha sekarang karena tadi pagi Nafisha mengeluh sakit perut dan juga mual akan tetapi tidak ada yang keluar sedikit pun hanya cairan bening saja.
Entah kenapa Saat Devano mengirimkan kata kata yang lemah lembut penuh dengan belas kasih membuat Hati Nafisha meleleh.
"Aku udah gak papa kok Devano sayang aku sudah baik baik saja," Ucap Nafisha.
"Ting
"Baiklah kalau begitu Pulang sekolah bareng aku entah kenapa hari ini aku ingin masakan mama, kita pulang ke rumah," Jawab devano.
Karena saking fokusnya saling bertukar pesan dengan suaminya Nafisha tidak menyadari kalau semua siswa sudah keluar menuju kantin karena baru saja bel istirahat.
"Sha ayo kita ke kantin gue laper,"
"Ayo," Ucap Nafisha dengan Natusias.
"Tunggu Ara ikut," Ucap Tiara di belakang mereka.
__ADS_1