
Satu minggu telah berlalu tapi Devano tidak bisa menemukan Nafisha dan Devansha, Devano sudah putus asa untuk menemukan Nafisha karena Nafisha begitu cerdik dan sangatlah Rapi, kalian masih ingat waktu Nafisha kabur ke Amerika waktu itu nah saat itu Devano juga tidak tahu kalau Nafisha telah pergi bahkan tanpa berpamitan, Dan kejadian itu terulang kembali yang kedua kalinya, karena ulah Devano yang tidak terbuka dan diam diam menghanyutkan.
Di mansion Alexander pagi pagi, sudah di gemparkan dengan datangnya kantor pos yang mengantarkan sepucuk surat dalam amplop coklat, apakah itu isinya mari kita lihat.
"APA???" Teriak mama Arini saat membuka isi dalam Amplop coklat tersebut.
Mama Arini terlihat sangat kecewa terhadap Devano, semakin tidak suka saja mama Arini pada Devano terutama Jihan.
Mama Arini menyambut dan begitu Welcame pada Jihan itu karena dia menghargai Jihan yang sudah menunggu Devano di Rumah sakit, akan tetapi bukan berarti Dirinya merekrut hubungan Devano dan Jihan.
Mama Arini sontak saja langsung meraih poselnya untuk menghubungi Devano.
Dert Dert Dert Dert
"Hallo,"
"Hallo Devano kamu datang ke mansion Alexander SEKARANG, " Teriakan mama Arini nenggemparkan penghuni Mansion Alexander.
Devano yang mendengar mamanya yang sedang kesal pun langsung saja meraih jaket dan kunci motornya untuk pergi ke mansion Alexander.
"Jihan Aku pergi dulu sebentar," Teriak Devano pada Jihan.
belum juga Jihan menjawabnya Devano sudah tidak ada di tempat.
Sedangkan di mansion Alexander mama Arini sedang mencak mencak tak jelas.
"Kenapa sih ma Ada apa???" Tanya Papa Dion.
"Diam kita tunggu saja anak tak tahu diri itu," Papa Dion mendengar istrinya malah langsung bungkam dari pada membangunkan macan tidur bisa bisa dia tidak di kasih jatah.
"Arjuna dan Hazel yang baru bangun tidur pun langsung turun kebawah untuk melihat ada apa di pagi buta seperti ini sudah ada keributan.
"Ma, pa Ada apa???" Tanya Hazel penasaran.
"Zel, kamu tahu Nafisha di mana???" Tanya mama Arini.
"Loh bukannya Nafisha di Singapura kan ma," Jawab Hazel, karena kemarin Hazel sempat melihat SW Nafisha yang sedang di negara singa itu.
"Hmmm kalau itu mah mama juga tahu, bahkan kita sempat satu pesawat," Jawabnya.
__ADS_1
Brum
Brum
brum
ckittt
Brak
Pintu mansion di buka oleh Devano dengan kasar karena saking paniknya dia dengan kemarahan mama nya.
"Ma Ada apa???" Teriak Devano Dengan panik.
"Duduk," Titah mama Arini dengan suara yang sedikit membentak.
Semua orang yang ada di sana tidak ada yang berani menatap keatah mama Arini apalagi bertanya tentang apa yang terjadi sebenarnya.
"Ada apa ma jangan buat Devano panik,???" Devano mengulangi pertanyaan nya.
"Baca ini," Mama Arini menyodorkan amplop cokelat pada Devano, Sedangkan Devano dan yang lainnya begitu penasaran Dengan apa isi yang ada di dalam amplop tersebut, meskipun bingung tapi Devano tetap mengambil dan membacanya.
"I-N-I," Ucap Devano Dengan bergetar.
"Iya, Kenapa? menyesal???" Tanya mama Arini dengan Nada yang semakin ketus dan tak bersahabat.
"Devano jawab dengan jujur, sebenarnya apa yang kamu lakukan kepada Nafisha???" Ucap mama Arini dengan sedikit terisak.
"Devano tidak melakukan hal apapun ma, bahkan Devano tidak Tahu Nafisha pergi, Nafisha kabur dari rumah ma," Jawabnya Dengan jujur.
"Trus kamu fikir kenapa Nafisha bisa kabur tanpa ada Sebab Devano, Nafisha tidak akan mengajukan gugatan Cerai pada kamu jika hubungan rumah tangganya baik baik saja," Sangkal mama Arini.
"Apa??? Nafisha mengajukan gugatan Cerai,??" Teriak semua orang di sana.
"Devano ingat jika lo menyakiti sahabat gue ,itu berarti lo juga menyakiti gue," Hazel memperingati Devano.
"Sumpah aku nggak tahu ma kenapa Nafisha kabur, setelah itu langsung mengajukan gugatan Cerai.,"
Devano Terus membela Diri.
__ADS_1
Semua orang terdiam membisu saat mendengar pembelaan Devano kecuali Hazel.
"Hahahaha Devano devano, lo bisa saja membohongi Semua orang tapi tidak dengan gue, lo bego apa bodoh hah, lo fikir setelah kejadian Nafisha kabur ke Amerika Nafisha akan sama sifatnya seperti sebelumnya???? Tidak Devano, Bahkan Nafisha slalu waspada pada diri lo," Ucap Hazel panjang lebar.
"Maksud kamu apa sayang,???" Tanya Arjuna.
"Coba gue pinjam Handphone lo," Ucap Hazel pada Devano dan menghiraukan ucapan suaminya.
Devano tidak banyak bicara langsung menyodorkan Handphone nya pada Hazel, sedangkan Hazel malah tersenyum miring saat melihat Handphone Devano baik Depan dan belakangnya.
"Dasar bodoh," Ucap Hazel.
Semua orang tampak menatap kearah Hazel yang sedang dalam mode iblisnya dengan tatapan yang rumit, semua orang penasaran apa yang di maksud dengan ucapan Hazel.
"Apa sih lo dari tadi bilang gue bodoh, maksud nay apa lo ngeliat gue???" Ucap Devano yang sudah habis kesabarannya.
"Iya Lo emang bodoh Devano, serapat apapun bangkai yang lo sembunyikan pasti akan tercium juga, lo lihat ini," Tunjuk Hazel pada belakang dan Devan layar Handphone Devano sekilas semua orang kebingungan namun semua orang tampak terkejut saat Hazel mengeluarkan sebuah cip yang sangat kecil yang terpasang di sana,.
"Hahahaha Kenapa lo kaget Devano??? Kenapa gue bisa tahu sedangkan lo tidak???? Yaiyalah orang ini barang rancangan gue dengan Nafisha bahkan barang ini bisa mengelabui barang orang termasuk lo," Tunjuk hazel dengan tatapan yang meremehkan.
"Dan lo juga gak nyadar jika di setiap pojok mobil lo gue dan Nafisha sudah memasang barang ini, Jadi apapun dan gimanapun pergerakan lo Nafisha tahu tanpa lo bicara sedikit pun," Devano terkejut tangan dan badan nya gemetaran, dia tak percaya ternyata Nafisha begitu waspada pada dirinya, Nafisha memasangnya hanya untuk berjaga jaga saja.
Semua orang terkejut dengan penuturan Hazel.
"JADI??" Teriak semua orang.
"Ya Nafisha memang cerdik dan Jenius, bahkan Devansha pun begitu,"
"Devansha???" Monolog semua orang.
"Hahahah bahkan kalian juga tertipu dengan sikap Devansha yang begitu Memusingkan, Devansha memang baru berumur 4 tahun tapi otak dan pemikirannya sangatlah Jenius seperti Nafisha bahkan dirinya mengerti apa yang orang dewasa lakukan. , Termasuk lo Devano yang sudah mengajak Devansha menemui Jihan di apartemen lo," Tunjuk Hazel dengan Nada yang sudah murka.
"Lo telah membuat hati ponakan gue sakit sialan bahkan Devansha meminta Deren untuk mengantarkan nya ke bandara, karena Devansha tidak mau punya uma kedua jadi Devansha meretas nomor Nafisha untuk melacak keberadaan nya, dan karena Devansha begitu jEnius dan pintar akhirnya Devansha menemukan Nafisha yang berada di bandara dengan Dokter Andri, bahkan lo sendiri gak pernah tahu jika Nafisha itu sakit," Hazel sudah bergebu gebu menceritakan bagaimana sakitnya Nafisha.
"Hah Nafisha sakit apa???" Tanya Devano.
"Suami macam apa yang tak tahu perubahan sikap dan fisik Istrinya bahkan lo jarang memperhatikan Nafisha, Lo brengsek Devano lo laki laki yang gue benci, bahkan dari dulu gue nggak setuju Nafisha memaafkan loa tapi Demi Devansha yang ada di kandunganya Nafisha mengalah hanya untuk kebahagiaannya, namun gue rasa Nafisha tidak akan memilih hal bodoh yang kedua kalinya,Hiks," Hazel sudah murka bahkan sekarang malah menangis histeris saat membayangkan Sosok Nafisha yang memantau Devano sedang berduaan dengan Jihan.
"Asal lo tahu Pertemuan lo dengan Jihan, sampai lo bermesraan pun Nafisha tahu Devano, tapi Nafisha tahan karena dia mau melihat sampai mana lo akan menyembunyikan Status pernikahan lo dengan Jihan, namun sampai saat ini lo nggak ada ngasih penjelasan pada Nafisha yang membuat dirinya lelah, murka sakit hati dan kecewa samalo, Devano asal lo tahu Nafisha mempunyai penyakit kanker otak stadium 2 seharusnya dia menjalankan oprasi untuk pengangkatan darah yang menggumpal di otaknya, tapi karena dia tidak mau ngambil Resiko pasca oprasi maka Nafisha tidak mau di oprasi dengan alasan tidak mau melupakan lo dan Devansha, Devano, Dan bodoh nya lo, lo membuang berlian demi batu kerikil,"
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Hazel langsung masuk kamarnya membanting pintu dengan keras dan menangis sebagai jadinya karena dirinya merasa abersalah tidak berada di samping Nafisha saat dirinya terpuruk dan banyak masalah seperti ini, untung saja Hazel bisa meretas Handphone Nafisha kalau tidak mungkin Hazel bagai orang bodoh yang tak tahu apa apa.