Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Cucu dan Cicit


__ADS_3

Setelah pembicaraan tadi, keadaan menjadi canggung bahkan Hazel yang duduk di samping Arjuna pun dengan susah payah menelan saliva nya.


Glek


"Gila anjir, kalau gue di posisi Nafisha kayak nya gue bakalan tertekan," Ucap Hazel dalam hati dan terus memandang ke arah Nafisha.


Arjuna yang sedari tadi memperhatikan Hazel pun langsung menggenggam tangan Hazel.


"Kamu Kenapa sayang,???" Tanya Arjuna sambil berbisik.


"Gak papa kok, cuman aku kasihan aja sama Nafisha," Jawabnya jujur.


"Okh kasihan kalau begitu, kita aja yang buatkan mereka Cicit dan cucu bagaimana,???" Tanya Arjuna sambil menaik turunkan alisnya.


" Jun gak lucu ya," Ucap Hazel.


"Aku serius sayang ,kalau kamu mau hari ini juga kita buat bayi, itung itung untuk nyicil dulu,"


"Nyicil apa nya maksud kamu,???"


"Tangan bayi nya dulu mungkin, " Jawab Arjuna dengan santai.


"Juna," Ucap Hazel sambil memukul badan Arjuna.


"Ngeselin banget sih jadi orang," Ucap Hazel yang terus saja memukul badan Arjuna.


"Aww sakit sayang, sakit,"


"Makanya jangan goda aku terus Juna," Ucap Hazel dengan Cemberut.


"Iya, iya maaf," Ucap Arjuna.


Sedangkan Devano dan Nafisha begitu canggung setelah mengobrol bersama keluarga Devano terutama Nenek dan Kakeknya, Hingga akhirnya Nafisha memberanikan Diri untuk angkat bicara.


"Dev,"


"Hmmm," Jawabnya akan tetapi dirinya masih tetap fokus main game online di hpnya.


"Dev, mau pulang," Ucap Nafisha.


"Ayo, tapi kita harus pamit dulu sama kakek dan Nenek.


"Hmmm baiklah," Ucap Nafisha dengan lesu.


Setelah berpamitan kepada Kakek dan neneknya Devano akhirnya mereka berdua terbebas dari sanggar emas Alexander yang menegangkan, meskipun harus ada drama terlebih dahulu.


Sesampainya di apartemen Nafisha langsung masuk kedalam kamarnya, sedangkan Devano dari tadi sudah pergi ke bascam setelah mengantarkan Nafisha ke Apartemen.


Waktu menunjukan jam 10 malam.


Tuttt tuttt tuttt


"Hallo Queen,"


"Iya,"


"Queen jadi kan kita memantau geng Kapak merah malam ini???" Tanya Bagas kepada Nafisha.


"Okh astaga aku lupa Gas, kalian sekarang dimana aku kesana sekarang???" Tanya Nafisha kepada Bagas.


Karena saking frustasi mendengar kata cucu dan cicit hingga Nafisha lupa akan rencana nya untuk memantau geng kapak merah.


"Di markas,"


"Baiklah aku kesana sekarang tungguin aku," Ucap Nafisha kepada Bagas.


"Baik Queen,"

__ADS_1


Tutt tuttt Setelah pembicaraan mereka berdua Nafisha langsung bersiap siap untuk pergi ke markas Black Davil, tak lupa Nafisha juga memakai pakaian yang serba hitam dan jangan lupakan cadar hitamnya di padukan dengan Jaket Black Davil kebanggaan nya yang Bertuliskan Queen Racing Black Davil.


Setelah Sekitar 20 menitan Nafisha sampai di Markas Black Davil.


Brumm


Brum


Brum


Ckiitt...


Nafisha langsung turun dari motornya dan masuk kedalam markas Black Davil.


Brakk


Pintu utama Markas Black Davil Nafisha buka dengan kasar.


"Queen, " Ucap anggota Black Davil serempak.


"Ya,"


" Gimana sudah kalian pantau??"


"Sudah Queen, sepuluh menit lagi balapan akan di mulai,"


"Kalau begitu Mari kita kesana sekarang,"


"Ayo," Ucap mereka serempak.


"Gas, motor aku mana????"


"Ada di garasi,"


"Mana kuncinya??" Tanya Nafisha kepada Bagas.


"Ayo," Nafisha mengajak mereka untuk segera berangkat.


Mereka membawa motor dengan beriringan Nafisha di bagian depan bersama Bagas sebagai Queen dan juga wakil Black Davil, tak lupa di belakang mereka di susul oleh Alvin, Bara dan Xavier.


Mereka menjalankan motor beriringan hingga membuat geng Black Davil terlihat sangatlah gagah dan juga keren, mereka tidak tahu saja kalau orang yang paling depan itu adalah Nafisha ketua Black Davil, mereka kira itu adalah seorang laki laki.


Brum


Brum


Cita


Motor mereka terpakir rapi


tak jauh dari sircuit balapan, semua orang mengira bahwa sekelompok geng motor mereka itu datang hanya untuk menonton balapan malam ini.


Nafisha bisa melihat, di tengah lapangan anggota geng Arion sudah berkumpul di sana begitu pula dengan ketua geng kapak merah yaitu Kevin Pradipta.


Nafisha bisa melihat tatapan permusuhan antara Devano dan Kevin.


Hingga balapan pun di mulai, Nafisha menyaksikannya hingga balapan selesai, dan balapan itu di menangkan oleh Devano dari Ketua Geng Arion sekaligus King Racing.


Awalnya suasana kondusif akan tetapi Satu menit berikutnya Suasana menjadi ricuh di saat Kevin tak terima jika dia kalah dalam balapan dan di menangkan Devano.


Nafisha bisa melihat Kevin mainnya keroyokan bahkan dia sudah siap siaga, sepertinya Geng kapak merah sudah merencanakannya untuk melawan Geng Arion.


"Bugh


Bugh


Bugh

__ADS_1


krek


Suara perkelahian tak terhindarkan, Nafisha masih duduk di atas motornya bahkan Nafisha menonton dengan secara Live perkelahian antara kelompok kapak merah dan juga kelompok Arion.


Hingga


Bugh


Bugh


Bugh


Bugh


Krek


Aaaaaa


Teriak Devano saat dirinya kewalahan melawan Geng kapak merah yang begitu banyak bahkan anak geng Arion lainnya sudah babak belur.


"Queen," Bagas memanggil Nafisha.


"Kita lawan mereka Sekarang," Ucap Nafisha dengan Nada dingin dan juga datar, mereka tahu bahwa saat ini Nafisha sedang menahan geram dan amarah.


"Baik Queen,"


Mereka semua menjalankan motornya menghampiri perkelahian dua geng tersebut.


Nafisha turun dari motornya, dia bisa melihat bahwa Devano sudah tumbang bahkan tubuhnya pun sudah limbung ke belakang, jika tidak di tahan anggota lainnya mungkin Devano sudah jatuh ke tanah.


"DEVANO," Teriak Nafisha.


"Bangsat lo pada, berani nya keroyokan, jika lo berani lawan gue sekarang bangsat," Teriak Nafisha dengan Kesetanan bahkan Mata Nafisha sudah nyalang di penuhi api amarah yang membara.


"Queen" Teriak anak geng Black Davil lainnya, mereka khawatir Nafisha akan hilang kendali.


"DIAM," TERIAK NAFISHA.


Devano yang mendengar suara Nafisha pun langsung buru buru menepis tangan anak anggota lainnya yang sedang menahan tubuh Devano supaya tidak terjatuh.


"LEPAS," Bentak Devano kepada teman temannya.


"Bos," Ucap Aldino namun tidak di dengar oleh Devano.


"Nafisha Jangan," Teriak Devano Kepada Nafisha, karena dia khawatir kepada Nafisha takut dia kenapa napa sudah cukup Devano saja yang terluka.


Sedangkan Anak geng Arion begitu terkejut dan syok kalau ternyata orang yang di hadapannya ini Nafisha.


"Kok bisa," Semua anak geng Arion begitu syok.


"DIAM DEVANO ALEXANDER," TERIAKNYA.


"Dasar kalian pengecut, " Ucap Nafisha.


"Siapa lo, mau jadi pahlawan kesiangan lo," Tunjuk Kevin kepada Nafisha.


"Ck, lo gak perlu tahu siapa gue,"


"Hahahaha, neng dari pada lo Teriak teriak gak jelas mending lo teriaknya dia atas kungkungan gue, gue layanani lo dekh di atas ranjang," Kevin menertawakan Nafisha dan meremehkannya.


"Gue gak serendah itu bangsat,"


Devano yang mendengar ucapan Kevin seperti itu sangatlah emosi hingga Devano tak bisa mengontrol amarahnya.


Bugh


"DIAM LO BANGSAT," Devano memukul Kevin.

__ADS_1


Sedangkan Kevin yang tak siap pun mundur beberapa langkah ke belakang karena pukulan Devano...


__ADS_2