
Setelah tahu keadaan Devano, Nafisha langsung menangis saat itu juga badannya luluh ambruk kelantai dia menyadarkan badannya di balik pintu apartemen.
"Aku nggak nyangka ternyata kamu Sebebas itu Devano Hiks hiks," Pecah sudah tangisan Nafisha yang sedari tadi dia tahan sambil memeluk lututnya dengan Erat.
"Kamu harus kuat Nafisha, Ini baru hari pertama kamu dengannya setelah ini kamu harus menyiapkan mental untuk menghadapi kejutan selanjutnya," Ucap Nafisha sambil mengusap air matanya.
Nafisha langsung berdiri dan tidur di Sofa ruang tamu.
Di bascam Devano sedang bermesraan dengan Vania pacar Devano, bahkan anak Arion lainnya pun melihat kulakukan Devano itu sangat lah miris, karena senakal nakalnya Mereka, akan tetapi mereka masih bisa menahan diri.
"Devano, sayang aku kangen," Ucap Vania manja kepada nya.
"Hmmmmm,"Jawab Devano sambil menghirup dan mengecup ceruk leher Vania, Karena Vania langsung duduk di pangkuan Devano.
"Shhhh, sayang ikh," Ucap Vania.
Sedangkan semua anak Arion hanya bisa menutup telinganya Rapat rapat dengan Earpon yang mereka pasang di telinga, Hanya Arjuna yang berani kepada Devano.
"Devano pulang," Ucap Arjuna membentak Devano.
"Apaan sih Juna," Jawab Devano.
"Pulang," Bentaknya.
"Iya Juna iya,"
Akhirnya Devano mengalah bukan dia takut kepada Arjuna akan tetapi di takut Arjuna membocorkan kelakuannya kepada papa dan mamanya.
Devano langsung berjalan menuju keluar bascam sambil menghentakan kakinya, tapi dia tetap pergi dan melajukan nomornya dengan kecepatan di atas rata rata.
Semua orang terperangah dan ternganga saat melihat Devano langsung nurut kepada Arjuna biasanya Devano slalu membantah Arjuna tapi sekarang bahkan hanya sekali di bentak saja dirinya langsung nurut.
Semua langsung membuka Earpon nya yang masih terpasang di telinganya.
"Hah itu si bos kan," Ucap Aldino dengan tatapan tak percaya.
" Gue gak salah lihat kan,???" Tanya Devan.
"Hmmm," Jawab Deren.
" Guys gue pulang dulu bersama Hazel," Ucap Arjuna berpamitan.
"Oke," Jawab mereka serempak.
20 menit berlalu Devano telah sampai di depan pintu Apartemennya, Devano langsung membuka pintu nya dengan menggunakan kunci yang dia bawa.
Ceklek
Saat Devano masuk yang pertama kali Devano lihat adalah Nafisha yang sedang tertidur dengan pulas di sofa Ruang tamu.
__ADS_1
"Ck, merepotkan aja lo," Gerutu Devano sambil menggendong Nafisha memindahkan nya menuju Kamar Nafisha.
Meskipun Devano adalah orang yang begitu cuek akan tetapi dalam lubuk hati kecilnya masih mempunyai sifat perhatian meskipun sangatlah kecil.
Setelah merebahkan Nafisha di kamarnya Devano langsung keluar dari kamar Nafisha menuju dapur untuk mengambil minum karena tiba tiba saja Devano menjadi haus.
Saat Devano sedang mengambil air di dalam kulkas tidak sengaja Devano melihat kearah meja makan disana terdapat semua hidangan makan malam.
"Ternyata Nafisha bisa memasak juga," Batin Devano.
melihat makanan yang sudah dingin hati Devano tergerak untuk menghargainya perlahan Devano menarik kursi makan setelah itu dia duduk di sana dan mulai mencicipi satu persatu makanan yang sudah di hidangkan.
Hap
Baru juga satu suap Devano sudah merasakan nikmatnya makanan yang sudah di siapkan bahkan Devano terus saja menambah nasi dan lauknya Devano bahkan memakannya begitu lahap hingga akhirnya tidak terasa semua makanan yang di hidangkan habis tak tersisa.
Setelah merasa kenyang Devano langsung pergi meninggalkan ruang makan tanpa membereskan nya terlebih dahulu.
Devano langsung masuk kedalam kamarnya dan merebahkan badannya Karena terlalu kenyang akhirnya Devano tertidur dengan cepat.
Di pagi harinya Nafisha bangun pukul 4 pagi, Nafisha langsung beranjak dari tidurnya ke kamar mandi untuk Melaksanakan Shalat Tahajud, setelah itu Nafisha langsung melangkahkan kaki menuju dapur untuk memasak sarapan pagi.
Setelah beres memasak Nafisha langsung masuk kedalam kamar mandi mengambil Air wudhu untuk melaksanakan Shalat subuh, lalu di lanjut dengan persiapan untuk berangkat sekolah di sekolah barunya.
Setelah siap Nafisha masuk kedalam kamar Devano.
Ceklek
"Matahari mulai memancarkan Sinarnya memasuki kamar Devano lewat pentilasi kamar dan juga kaca jendela.
"Eeegggghhh"
"Dev bangun sudah jam setengah enam, Hari ini kita ada upacara bukannya kamu akan mengurus kepindahan aku," Ucap Nafisha panjang lebar.
"Berisik," Bentak Devano.
Nafisha langsung berjalan menuju wolk in Closet nya Devano, Nafisha mengambil satu set seragam Devano untuk di setrika tak lupa menyiapkan hal lainnya seperti sepatu, topi dasi kaos kali dan lainnya, tak lupa menyiapkan jadwal pelajaran untuk hari ini dan memasukannya kedalam tas sekolahnya.
"Dev ikh bangun ayo, ini udah jam Setengah tujuh," Ucap Nafisha sambil meraih tangan Devano.
"Ck, iya iya," Devano langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
"Dev kalau begitu aku tunggu di ruang makan ya,"
"Iya Nafisha, Ribet amat sih lo," Ucap Devano di dalam kamar mandi.
Ceklek
Devano keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk sebatas paha, baju seragam nya sudah Nafisha siapkan di atas kasur Devano dengan semua perlengkapannya.
__ADS_1
"Ternyata Nafisa begitu telaten menyiapkan semua ini," Ucap Devano merasa kagum kepada Nafisa.
Devano langsung saja bersiap memakai seragam tak lupa memakaikan dasi dan juga sepatu.
Ceklek
Devano keluar dari kamarnya menuju ruang makan.
"Sarapan Dev," Ucap Nafisa.
"Hmmm,"
Nafisa melayani Devano dengan telaten mengambilkan Sarapan untuk Devano tak lupa dengan minumnya.
"Silahkan Dev,"
"Hmmm,"
Nafisha langsung menggeser kursinya untuk dia duduki mereka makan dengan diam tanpa bicara dan obrolan.
"Aku sudah beres," Ucap Nafisha.
"Hmmm tunggu sampai gue selesai,"
"Baiklah,"
Lima menit kemudian Devano menyelesaikan sarapannya.
"Nafisha, perpindahan lo udah di urus sama Mama dan Papa, trus nanti di sana kamu langsung saja masuk kedalam ruangan kepala sekolah yang berada di ujung lorong sebelah kiri, Ini alamat sekolahnya, lo bisa berangkat sendiri dan ini kunci motor gue," Ucap Devano sambil menyodorkan kunci motornya.
"Hmmm baiklah kalau begitu Fisa berangkat dulu,"
Pamit Nafisha kepada Devano.
"Hmmmm,"
Nafisha berjalan menghampiri devano sambil menyodorkan tangan nya.
"Apa minta uang, kan udah kemarin," Tanya Devano.
"Bukan," Nafisha langsung meraih tangan Devano setelah itu langsung Nafisha langsung mencium tangan Devano.
"Assalamualaikum," Ucap Nafisha sambil melenggang pergi keluar dari Apartemen Devano.
Sedangkan Devano yang di perlakukan seperti itu malah terdiam di tempat.
"Hah gue nggak salah lihat kan tadi Nafisha mencium tangan gue," Tanya Devano kepada diri sendiri.
"Sial kenapa jantung gue berdetak dengan cepat," Gerutu Devano dalam hati.
__ADS_1
Arggggh
Devano malah menjadi salah tingkah seperti sekarang ini, jika semua teman nya tahu pasti akan heboh dan terkejut, Devano sang kulkas bisa juga salting sekarang ini, Author pastikan pasti Semua anak gengnya menertawakan tingkah Devano.