Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Markas baru Black Devil


__ADS_3

Setelah kejadian tadi malam Devano dan Nafisha terlihat canggung padahal mereka tadinya Devano selalu acuh tak acuh dan tak peduli apapun yang berurusan dengan Nafisha.


Apa mungkin Devano sudah mulai tertarik dengan Nafisha??? entahlah hanya Devano yang tahu.


"Dev aku berangkat duluan ya assalamualaikum ," Ucap Nafisha kepada Devano.


"Iya Waalaikun salam," Jawab Devano dengan cuek padahal dalam hati Devano sedang berdebar debar.


Meskipun Canggung Nafisha memberanikan Diri untuk meraih tangan Devano dan menciumnya, Setelah melakukan Pamitan Ala Nafisha dia langsung pergi Keluar dari apartemen dengan berlari terbirit birit saking malu nya jika harus bersitatap dengan Devano.


"Kenapa aku jadi malu gini ya jika berhadapan dengan Devano,"Gumamnya sambil menjalan kan motornya.


"Akh ini gara gara tadi malam,membuat ku malu dan canggung."Gumamnya hingga tak terasa motor yang Nafisha jalankan sudah sampai di sekolah AHS.


"Okh astaga aku lupa kan dua hari kedepan sekolah libur," Gumam Nafisha sambil menepuk jidat nya.


Nafisha langsung saja meraih ponselnya yang berada di dalam saku tasnya untuk menghubungi Devano.


Tutt Tuttt tutt.


"Hallo Dev,"


"Hemmm,"


"Kamu di mana,??"


"Apartemen,"


"Syukurlah cepat ganti baju, aku lupa kalau kita kan di kasih libur dua hari gara gara kemarin," Ucap Nafisha di sebrang sana.


"Iya,"


Tutt tutt tuttt


Panggilan di putuskan sepihak oleh Devano.


"Ck gini amat sih punya suami, mana kulkas lagi, sabar Nafisha sabar," Gerutu Nafisha sambil melihat Panggilan berakhir di handphone nya.


Pada saat Nafisha ingin menjalankan motor Handponnya bergetar tanda Panggilan masuk,


Nafisha melihat layar handphone nya siapa yang menghubunginya pagi pagi gini, Namun pada saat Nafisha melihat Namanya Bagas lah yang tertera di sana.


Sontak saja Nafisha langsung menekan tombol hijau.


"Hallo Gas ada apa???"


"Queen kamu dimana???"


"Di jalan,"


"Datang ke markas baru kita Queen di jalan Cempaka blok F nomor 105,"


"Baiklah tapi nggak janji aku harus izin dulu sama Devano,"


"Oke,"


Setelah percakapan Berakhir Nafisha langsung menghubungi Devano kembali.


Tuttt tuttt tuttt.


"Apa???"


"Dev aku nggak langsung pulang ya, ada urusan mendadak,"

__ADS_1


"Hmmm,"


Dan lagi lagi Devano langsung mengakhiri sambungan telponnya.


"Ck untung sayang kalau nggak udah gue tendang," Gerutu Nafisha.


Sambil menjankan motornya di sepanjang jalan Nafisha masih saja menggerutu hingga dia sampai di alamat yang Bagas kirimkan.


Nafisha langsung turun dari motornya dan langsung melangkahkan kaki menuju bangunan yang terlihat kumuh, namun sesampainya di dalam nya ruangan nya begitu Rapih dan juga mewah.


"Queen," Ucap Semua anggota Black Davil,"


"Hmmmm," Jawab Nafisha.


"Kenapa sih Queen datang datang udah cemberut aja," Tanya Xavier.


"Gak papa," Ucapnya sambil berjalan menuju sofa tunggal di sebrang mereka.


"Kalian tinggal di sini,??? "Tanya Nafisha.


"Iya Queen, di atas juga terdapat kamar masing masing untuk anggota kita,"


"Okh,"


"Di atas juga ada satu kamar yang kami sisakan hanya untukmu Queen, barang barang mu sudah aku simpan di dalam kamar itu," Jawab Bara.


"Trus motorku gimana???" Tanyanya.


"Ada di garasi Queen,"Jawab Alvin.


"Garasi mana maksud kamu Vin, orang aku masuk sini aja nggak lihat ada garasi malahan yang terlihat hanya rumah kumuh," Tanya nya.


"Ada Queen garasinya sengaja kita desain menjadi di bawah tanah, dan dekorasi di depan itu emang kita sengaja buat seperti itu supaya musuh atau geng lain nggak curiga," Jawab Xavier menjelaskan panjang lebar.


"Kamu dengar Informasi apa Vin setelah kalian ada di Jakarta,???"


"Geng kapak merah malam tadi menyerang markas Geng Arion," Jawab Bara.


"Pantesan Devano malam malam langsung pergi," gumamnya dalam hati.


"Lanjutkan,"


" Trus yang kita tahu Rencananya Geng kapak merah akan menantang Devano untuk balapan di Sircuit, dan akan mencelakai Devano dengan mengumpankan Vania, karena katanya Vania adalah kelemahan nya Devano."


"Vania Vania dan Vania," Batin Nafisha.


"Queen kamu nggak papa,???" Tanya Xavier yang mengkhawatirkan Nafisha, karena Mereka sudah menganggap Nafisha sebagai adik nya meskipun pada kenyataan nya Nafiaha adalah Queen nya.


"Iya aku gak papa kok, Nanti malam kita pantau mereka dan jangan lupa menggunakan pakaian yang tertutup karena belum waktunya mereka tahu siapa kita," Ucap Nafisha tegas.


"Baik Queen,"


"Kalau begitu aku pulang dulu, "


"Iya Queen hati hati.,"


"Iya,"


Sedangkan Devano setelah mendapatkan Telpon dari Nafisha dia langsung pergi menuju markas atau bascam Arion.


Brummm


Brummm

__ADS_1


Cittt.


Devano langsung turun dari motornya dan masuk kedalam Bascam Arion.


"Bos ,"


"Hmmmm,"


"Geng Kapak merah nanti malam ngajak balapan di tempat biasa,"


"Oke,"


"Dev,"


"Hmmm," Ucap Devano yang masih fokus memainkan game di handphone nya.


"Ada yang ingin gue bicarakan," Ucap Arjuna.


"Ayo," Ajak Devano Kepada Arjuna yang sudah beranjak dari tempat duduknya.


Ceklek


Devano berjalan ke arah sofa di ruangan nya.


"Ini," Arjuna menyodorkan handphone nya kepada Devano.


Devano mengambil Handphone Arjuna dan melihat apa yang ada di Handphone nya.


"Ck, Mama," Umpat Devano.


"Jadi gimana kamu bisa???" Tanya Arjuna.


"Nanti gue bicarakan lagi sama dia, dan lo juga harus bawa Hazel ya Jun," Ucap Devano.


"Tentu,"


Devano tak habis fikir kenapa mama nya menyuruh nya bersama Nafisha datang ke mansion utama ,begitu juga dengan Arjuna makanya Devano bilang bahwa Arjuna harus bawa Hazel juga....


Devano memijit pelipisnya dengan frustasi, bukan dia nggak mau untuk pergi kesana akan tetapi Devano sangatlah malas untuk bertemu dengan Kakek dan neneknya yang mana pasti dia meminta cucu cucu dan cucu.


"Akhhhh pusing pala gue Jun," Ucap Devano dengan Frustasi.


"Kenapa???"


"Gue malas bertemu kakek dan nenek yang selalu saja minta cucu, sedangkan di sini hanya gue yang udah nikah sedangkan lo kan baru tunangan, mana mungkin mereka minta sama lo," Ucapnya dengan menggebu gebu.


"Yang sabar Dev, yang penting lo udah nyicil kan???" Tanya Arjuna sambil menaik turunkan Alisnya.


"Nyicil apanya,???"


"Ya siapa tahu lo udah nyicil tangan nya dulu gitu," Arjuna semakin gencar untuk menggoda Devano.


"ARJUNA ALEXANDER, " Teriak Devano yang menggema bahkan sampai terdengar oleh anak Arion lainnya.


"Si bos kenapa???" Tanya Aldino kepada Devan dan juga Deren.


"Gak tahu tapi kenapa kok perasaan aku nggak enak ya," Ucap Devan.


"Sama, "Timpal Deren.


"Kayaknya bakal ada perang dunia," Jawab Aldino.


Dan benar baru juga Aldino bicara Seperti itu mereka sudah melihat Arjuna yang berlari terbirit birit kesana kemari menghindari Devano yang mengejarnya dari belakang,.

__ADS_1


"Arjuna sialan awas lo ya gue bejek bejek muka lo," Ucap Devano dengan Nada yang memburu sambil membawa gagang sapu untuk memukul Arjuna.


__ADS_2