
Di setiap hari nya ada aja ulah Devansha yang membuat semua orang geleng geleng kepala dan harus banyak mengurut dada.
Dalam rumah tangga yang menginjak lima tahun ini Devano begitu senang saat Nafisha mempunyai anak, namun entah kenapa hati Devano rasanya jenuh dan ingin mempunyai kegiatan baru, padahal setiap hari dirinya selalu saja disambut Dengan istri yang cantik dan shalehah namun apa daya Devano hanya insan biasa yang terkadang khilaf dan dosa apalagi sekarang kasih sayang Nafisha itu terbagi dengan Devansha, terkadang Devano harus mengalah dan menahan cemburu terhadap mereka berdua.
Malam ini Devano baru saja akan pulang ke rumah, dia selalu mengendarai mobilnya sendiri karena menurut nya dia tidak butuh sopir pribadi.
Namun kali ini sepertinya Devano kurang fokus dalam menyetir hingga mobil yang dia kendarai menabrak seseorang.
Brak.
"Nenek," Teriak seorang wanita remaja kepada Neneknya yang tertabrak itu.
Devano pun kaget dan juga panik saat melihat nenek tua yang sudah bersimbah darah di seluruh tubuhnya.
"Jihan," Ucap Nenek tua tersebut.
"Hiks hiks Nenek," Jihan tak kuasa menahan air matanya.
"Jangan nangis jihan Nenek tidak papa," Nenek tua itu mencoba tersenyum kepada cucunya meskipun dirinya merasakan sakit di setuju tubuhnya.
"Mbak kita bawa Nenek nya kerumah sakit sekarang ayo," Ucap Devano kepada wanita tersebut yang tak lain adalah Jihan.
"Jangan cu,"
" Tapi nek Nenek harus di bawa kerumah sakit sekarang,"
"Jangan Jihan, Nenek sudah nggak kuat," Ucapnya dengan suara yang semakin melemah.
"Nak, " Nenek itu menatap kearah Devano.
"Iya Nek,"
" Nenek, titip Jihan nak, dia tidak punya siapa siapa lagi selain Nenek," Lanjutnya dengan suara yang semakin melemah.
"Nikahilah Dia nak," Ucap Nenek tersebut kepada Devano sambil meraih tangan nya dan memohon kepada Devano.
"Tapi bagaimana bisa nek saya sudah mempunyai anak dan istri,"
"Nenek mohon nak,"
"Nafisha maafkan aku, aku terpaksa melakukan ini," Gumam Devano.
Devano menarik Nafas dengan kuat dan memantapkan hati untuk mengucapkan nya.
"Baik lah Nek saya siap menikahi cucu Nenek, tapi sebelum itu mari kita ke rumah sakit dulu nek," Bujuk Devano yang di angguki oleh Nenek Jihan.
__ADS_1
Sesampainya Di sana Nenek itu langsung di tangani oleh dokter sedangkan Devano menyiapkan pernikahan dadakan untuknya dengan Jihan.
"Maafkan aku Nafisha," Ucap Devano sambil menangis dalam diam.
Setelah itu Devano menghubungi seseorang yang menurut dia bisa di percaya.
Dert Dert Dert
"Hallo,"
"Cepat datang ke rumah sakit Xxx dan tolong belikan emas dan bawa juga uang Cash sekarang cepat aku tunggu segera," Setelah mengatakan itu Devano langsung menutup telponnya sepihak dan langsung menonaktifkan hpnya.
20 menit berlalu.
"Bos," Ucap seseorang menghampiri Devano.
"Mana pesanan saya,"
"Ini bos," Orang itu langsung menyodorkan satu kotak emas dan juga uang Cash, senilai 100 juta karena dia fikir untuk pembayaran rumah sakit.
"Kamu diam di sini dan jadi saksi nikah say," Ucap Devano.
"APA???" Orang itu begitu terkejut saat mendengar Devano akan menikah kembali pasalnya dia tahu Devano sudah punya Nafisha dan juga sudah punya Devansha.
Entahlah dia tidak tahu bagaimana jika Nafisha tahu kalau Devano menikah kembali dan mempunyai istri kedua.
"Saya terima nikahnya Jihan binti Sulaiman dengan maskawin 50 gram emas mulia dan uang seratus juta di bayar tunai,"
"Bagai mana para saksi sah,"
Sah
"Setelah kata Sah terucap Devano meneyeskan air mata karena dia merasa telah membohongi istri tercinta nya yaitu Nafisha.
Sedangkan Jihan malah langsung berhambur kearah Nenek nya karena dia telah berpulang ke rahmatullah.
"Nenek," Teriak Jihan
"Bos,"
"Aku minta kamu merahasiakan ini semua termasuk pada Devansha dan Nafisha,"
"Baik Bos,"
Sedangkan Di rumah Nafisha begitu gelisah karena sudah pukul Sebelas malam tapi Devano belum saja pulang ke rumah Nafisha sudah menghubungi beberapa kali hp Devano namun tidak aktif , hingga akhirnya Nafisha mencoba menghubungi semua anak geng nya Namun hasilnya nihil, tinggal satu lagi yang belum Nafisha hubungi yaitu Aldino semoga saja Devano ada dengannya.
__ADS_1
Dert Dert Dert Dert
"Ha hallo,"
"Hallo ,Dino Devano ada bersama kamu?? soalnya Dari tadi aku hubungi nomor nya tidak aktif,"
"Okh dia bersama saya bu bos mungkin malam ini dia ada acara mendadak pergi ke luar kota untuk proyek baru, dan maaf Handpone Bos Devano tadi baterai nya low-bat," Ucap Aldino Dengan Sedikit canggung, karena dia terpaksa harus berbohong untuk kebaikan bersama.
"Okh Syukurlah kalau begitu, terima kasih,"
"Ya sama sama bu bos,"
Setelah menutup sambungan Telpinnya baru lah Aldino bisa bernafas lega sedangkan Devano yang mendengar istrinya menghawatirkannya dia begitu bersalah dan juga sedih bersamaan.
"Aldino gue harus apa sekarang, bahkan sekarang gue punya dua istri yang harus gue nafkahi," Ucap Devano dengan Frustasi kepada Aldino.
"Gue juga bingung Dev, jika situasi nya seperti ini, tapi mau sampai kapan lo bohong istri lo sendiri Dev," Aldino merasa prihatin dengan apa yang telah menimpa dengan Devano.
Sedangkan Jihan dia sekarang berada di ruang jenazah untuk mengurus jenazah neneknya.
"Maafin Jihan Nek," Gumamnya.
Pemakaman pun di langsungkan di kampung tempat Jihan dan rencana nya sore nanti di rumah nya akan di adakan tahlilan.
Setelah pemakaman selesai Devano, Aldino dan Jihan pulang ke rumah Jihan yang begitu sederhana.
"Maafkan saya kak karena Nenek, kakak harus menikah dengan saya," Ucapnya sambil menunduk.
"Ini bukan salah kamu ini takdir,"
"Tapi bagaimana dengan anak dan istri kakak kasian mereka jika tahu kakak menikah lagi, jika kakak mau ceraikan saya sekarang," Ucap Jihan dengan betsungguh sungguh.
"Jihan kamu jangan bercanda, makam Nenek juga belum kering terlebih pernikahan itu bukan mainan Jihan, masalah istri saya itu urusan saya, namun saya minta sama kamu berikan saya kesempatan menyiapkan mental untuk jujur kepada istri saya,"
"Iya kak baik," Devano langsung meraih tubuh Jihan dan memeluknya.
Sedangkan Nafisha malam ini dirinya begitu gelisah entah apa yang terjadi namun hatinya tak tenang,...
Nafisha perlahan memandang wajah Devano dan dirinya yang berada di foto nikah itu, namun tiba tiba entah kenapa foto itu terjatuh dari tangan Nafisha.
"Astagfirullah haladzim,"
"Nafisha mencoba membersihkan pecahan kaca yang pecah di lantai, tanpa sengaja tangannya terkena pecahan itu.
" Pertanda apa ini tuhan," Gumam Nafisha.
__ADS_1
"Semoga saja allah melindungi pernikahan kita,"
Setelah membereskan pecahan kaca itu Nagisha mencoba untuk tidur karena hari sudah semakin malam apalagi besok Dia harus mengurus Cafe dan juga Devansha.