Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Sikap Devansha


__ADS_3

Ucapan Hazel terngiang ngilang di telinga Devano, Devano begitu bersalah pada Nafisha ternyata Nafisha lebih tahu tentang dirinya meskipun Devano tidak bicara sedikit pun namun, hebatnya Nafisha adalah dia tidak begitu mencurigakan bahkan Devano tertipu dengan sikapnya itu.


"Huh, Fisha maafkan Aku, Menyesal telah menghianati kamu," Guman Devano.


Sedangkan mama Arini terus saja mengurung dirinya di kamar, bahkan dirinya sekarang tidak banyak bicara dengan Devano.


Sedangkan Nafisha sekarang sudah pindah kerumah yang baru saja di belikan oleh Bagas.


Rencana nya Nafisha akan membuka usaha baru, sedangkan teman temannya masih tetap sama menghandel caffe dan juga mall.


"Devansha kita ke mall yuk nak,???" Ajak Nafisha pada Devansha.


"Ayo," Jawabnya.


"Devansha maafkan Umi Nak, di umur kamu yang masih belia kamu sudah di tuntut untuk bertanggung jawab atas mall dan Caffe yang Umi balik namakan atas nama kamu," Gumam Nafisha seorang diri di depan Devansha, dia fikir Devansha tidak akan ngerti apa yang orang Dewasa ucapkan, tapi Ternyata Devansha mengerti ucapan Umi nya bahkan Devansha juga merasa bersalah pada Uminya.


"Umi ayo, katanya mau ke mall, tapi setelah itu Devansha mau ke Caffe ya Umi," Ajak Devansha.


"Yaudah ayuk," Ucap Nafisha sambil menuntun tangan Devansha.


Mereka memasuki mobil yang di kendarai oleh Nafisha, Sesampainya di mall Nafisha langsung mengajak Devansha ke ruangan khusus di sana terlebih dahulu.


"Devansha kita keruangan Atas dulu yuk ???" Ajak Nafisha.


"Ayo ma aku juga mau mengecek berkas dan laba bulan ini," Ucapan Devano membuat Nafisha mematung di tempat.


"Devansha Umi nggak salah dengar kan sayang,"


"Nggak Umi," Jawab Devansha Dengan santai, dirinya malah memasang wajah tanpa dosanya.


"Kamu yakin sayang, kamu kan masih kecil," Tanya Nafisha.


"Iya Umi kita lihat saja Nanti," Devansha meyakinkan uminya. bahkan Devansha berjalan terlebih dahulu meninggalkan Nafisha yang masih menatung di sana, Nafisha langsung sadar saat Devansha sudah tak ada lagi di hadapannya, buru buru Nafisha menyusul Devansha ke lantai atas.


Ceklek


Pintu ruangan itu di buka oleh Devansha, di dalam sana terdapat Aldino yang sedang menijit pelipisnya. karena pusing memikirka laba dan hasil bulan ini.


"Om Aldino," Teriak Devansha.


"Ngapain kamu kesini sayang, kamu sama siapa???"


"Umi,"


Devansha yang melihat Aldino yang kelelahan itu langsung saja merebut laptop yang ada di depan Aldino.


"Sini om, biar Devansha aja," Gumamnya sambil mengambil Laptop Aldino.


"Jangan sayang itu bukan untuk mainnya," larang Aldino.


"Siapa yang mau main sih om Devansha itu hanya ingin membantu om," Jawab Devansha yang membuat mata Aldino melotot tak percaya.

__ADS_1


"Jangan ngadi ngadi lo cil," Aldino menjitak kepala Devansha namun malah di hiraukan oleh Devansha


dia begitu fokus saat melihat hasil keuangan bulan ini bahkan Devansha pu sangat serius meneliti semua angka satu persatu yang ada di laptop itu, jari jarinya teru saja bermain kesana kesini menekan Kayboard debgan sangat lincah.


"NaH bereskan,???" gumam Devansha sambil menyunggingkan sengumny.


"Hah," Aldino begitu tak percaya pada Devansha karena dalam waktu kurang 5 menit Devansha bisa membereskan itu semua padahal Aldino juga butuh waktu berlari hari untuk membereskan itu semua.


"Sedangkan Nafisha yang tak tahu apa apa langsung aja masuk kedalaam tanpa rasa sungkan toh ini juga ruanganya Devansha.


Brak.


Nafisha menatap anaknya dan Aldino secara bergantian Nafisha sangatlah bingung melihat raut wajah Aldino yang begitu syok.


"Al kamu kenapa, kok kayak syok banget???" Tanya Nafisha pada Aldino.


"Hah," Aldino tercengang saat melihat Nafisha sudah berada di sampingnya.


"Nafisha," Gumamnya.


"Ck, Al lo kenapa sih???" Tanya Nafisha pada Aldino Dengan gemas.


"Ekh, coba lihat ini, Nafisha," Aldino menunjukan laptopnya pada Nafisha.


"Hah, Loh kok bisa??? bukan nya ini yang membuat kamu pusing tujuh keliling kan???"


"Tuh karena anak kamu," Tunjuk Aldino.


"Kenapa jadi Devansha,???"


Nafisha mencoba mencerna setiap ucapan Aldino.


"Hah jangan jangan," Tujuk Nafisha pada Devansha dengan mulut ternganga lebar.


"Iya,"


"Gimana Umi, Umi yakin kan sekarang," Ucapan Devansha menyadarkan Nafisha dari keterkejutannya.


"Iya sekarang Umi yakin, tapi Umi tidak akan melepas begitu saja, kamu akan mengelola mall ini bersama dengan Om Aldino sebagai tangan kanan kamu," Tutur Nafisha dengan serius.


Sedangkan Aldino kebingungan Dengan arah pembicaraan Devansha dan Nafisha karena Aldino tidak tahu awal permasalahan nya maka dia hanya menyimak dan menjadi pendengar setia antara ibu dan anak.


"Oke baik Umi, Aku akan membuktikan nya, Umi kalau begitu Devansha tidak mau sekolah Devansha Homscholling aja Umi,"


"Kamu yakin Nak,??" Tanya Nafisha dengan Ragu.


"Iya,"


"Baiklah,"


"Dan kamu Aldino, mulai saat ini Devansha yang akan ambil Alih posisi Devano, Dan kamu saat ini menjadi tangan kanan Devansha,"

__ADS_1


"Hah, kamu yakin???" Aldino terkejut dengan ucapan Nafisha itu Dia akui Devansha memang sangat Jenius dan juga pintar.


"Iya kamu nggak keberatan kan???"


"Okh tentu tidak," Ucap Aldino dengan menampilkan senyum lebarnya.


Sedangkan di luar mall terdapat seseorang yang ingin menemui Nafisha, namun orang itu di hadang oleh satpam dan juga sekuriti.


"Maaf Pak izinkan saya untuk menemui Nafisha,"


"Anda siapa nya ??? Apakah sudah ada janji dengannya???


"Tidak,"


Nafisha Dan Aldino terkejut saat di lantai bawah terjadi keributan bahkan semua pengunjung sedang menatap wanita tersebut.


"Ada apa sih kok rame banget,??" Nafisha heran Dengan keadaan mall yang sedikit rusuh, mau tak mau Nafisha dan Aldino mendekati kerumunan itu.


Devansha yang melihat pertama wanita itu langsung berlari dan menghampiri wanita itu.


"UMI," Teriak Devansha sedangkan sekuriti dan satpam di sana tampak terkejut saat Devansha memanggil wanita itu Umi, siapa yang tidak tahu kalau Devansha adalah pemilik mall ini.


"Wanita itu hanya tersenyum dan menggendong Devansha.


"Devansha siapa dia kenapa kamu memanggil dia Umi," Bentak Nafisha pada Devansha karena dia khawatir pada Devansha jika Devansha bertemu dengan Jihan Karena saking fokus ya Nafisha tidak melihat kearah wanita itu.


"Maaf apakah kamu Nafisha,???" Tanya wanita itu.


Nafisha mengalihkan pandangannya kepada wanita itu.


Deg


"Kenapa dia sangat mirip dengan ku," Batin Nafisha bertanya tanya.


"Ka-kam-u," Tunjuk Nafisha pada Wanita tersebut.


Bagaimana Nafisha tidak syik saat bertemu dengan wanita itu, karena Nafisha seperti melihat dirinya dalam cermin sangat mirip bahkan Devansha pun salah mengenalinya.


"Nafisha," Ucapan wanita itu menyadarkan Nafisha dari syoknya.


Bahkan wanita itu tersenyum dengan lebar pada Nafisha tanpa aba aba wanita itu langsung memeluk Nafisha dengan Erat bahkan air matanya tak bisa dia Bandung lagi.


"Aku merindukanmu," Gumam Wanita itu.


Deg


Nafisha tidak mengerti dengan ucapan wanita itu namun Nafisha mencoba tenang.


"Nafisha mari kita bicara ada yang ingin aku ceritakan padamu," Wanita itu mengajak Nafisha yang begitu syok dengan kedatangan wanita itu.


Sedangkan Aldino yang melihat interaksi mereka berdua bertanya tanya siapa wanita itu, lantas kenapa Devansha memanggil nya dengan sebutan Umi.

__ADS_1


__ADS_2