
Bagai tersambar petir di siang bolong, mama Arini dan papa Dion begitu terkejut saat mendengar Devano kecelakaan saat balapan bahkan nyaris kehilangan nyawanya.
Setelah Devano kecelakaan Aldino langsung menghubungi keluarga Alexander, untuk memberitahukan kalau Devano kecelakaan saat balap liar.
Setelah mengetahui Nafisha lancar di oprasi mama dan papa Mertuanya datang ke rumah sakit tempat Nafisha di rawat.
"Assalamualaikum,"
"Waalaikum salam," Jawab semua orang yang ada di sana.
"Nafisha kamu baik baik saja kan???" Tanya mama Arini pada Nafisha dengan perasaan khawatir.
"Maaf anda siapa ya???" Tanya Nafisha dengan Nada yang sedikit kebingungan.
"Hah Nafisha kamu tidak ingat sama mama Nak,???" Mama Arini begitu terkejut dan khawatir atas kesehatan Nafisha.
Melihat ibu mertua Nafisha yang begitu khawatir terhadap Nafisha, mau tak kau Deren mencoba untuk menjelaskan kesehatan Nafisha yang sebenarnya.
"Tante Nafisha mengalami Amnesia pasca oprasi, Bahkan dengan saya pun dia tidak mengenalnya," Ucap Deren mencoba menjelaskan Pada ibu mertua Nafisha.
"Apa,???"
"Ya allah Nafisha, semoga kamu cepat pulih dan kamu cepat ingat dengan semuanya," Guma nya dengan raut wajah khawatir pada Nafisha.
Saat mereka sedang berbincang dengan Nafisha dan Deren, panggilan masuk pada Handphone papanya Devano terus saja bergetar sehingga mau tak mau pap Devano mengangkatnya, namun yang membuat dia menggerutkan keningnya yaitu nomor sahabatnya Devano, Aldino sejak kapan Aldino dekat dengan papanya Devano, Mereka akan menghubungi satu sama lain jika dalam dituasi mendesak atau ada hal yang terjadi.
Papa Devano menjawab panggilan dari Aldino.
Entah apa yang mereka bicarakan namun Nafisha dan semua orang yang di sana bisa melihat perubahan raut wajah papa Dion, bahkan gerak gerik nya sangat nencurigakan.
"Apa???" Teriak papa Dion membuat semua orang terkejut dan melihat kearah nya.
"Mas ada apa,???" Tanya mama Arini.
"Dev-Ano ke-ce-lak-aan," Ucap papa Dion dengan Nada terbata.
"Kok Bisa???" sambungnya.
"Devano kecelakaan saat dia balap liar,"
"****, bodoh ," Umpat Deren.
Setelah mendengar kabar itu hari ini juga Atini dan Dion langsung terbang ke Indonesia, karena dirinya begitu khawatir Dengan Drvano anaknya meskipun dihati mereka masih kecewa pada sikap Devano.
__ADS_1
Jihan saat ini sedang berada di ruang Devano bahkan dirinya tidak beranjak sedikit pun, untuk menemani Devano sampai sadar, namun entah kapan Devano akan sadar karena sudah beberapa hari Devano tetap masih tidak sadrkan Diri.
Namun tiba tiba Devan masuk kedalam ruangan Tersebut.
Ceklek
Devan berjalan ke arah Devano untuk sekedar melihat dan mengecek perkembangannya.
"Lo puaskan Dev, membuat hati kita hancur dan lo puaskan karena tingkah lo yang begitu jumawa membuat Nafisha pergi dari hidup kita, gue kecewa sama lo Dev bahkan lo tidak bisa menjaga Queen kita," Ucap Devan di depan Devano, Dia tidak menghiraukan adanya Jihan disana karena menurutnya saat Devano menikah dengan Jihan Devano jadi berubah bahkan dia sudah tidak peduli lagi dengan anak dan istrinya.
Sedangkan Devano memang masih koma dan tak sadarkan diri tapi di alam bawah sadar nya Devano bisa mendengar apa yang mereka ucapkan, Air mata Devano meleleh dan jatuh tanpa diminta setelah mendengar ucapan Devan, mungkin Devano merasakan hal yang sama dan juga sangat menyesal terhadap sikap dan perbuatannya pada Nafisha.
Sesampainya Di Indonesia kedua orang tua Devano langsung datang ke rumah sakit tempat Devano di rawat.
Bisa Aldino lihat di pertigaan koridor rumah sakit dua orang paruh baya sedang berlari kearahnya sambil tergesa gesa.
"Diaman Devano,kenapa bisa seperti ini,???" Tanya mama Arini mengkhawatirkan anaknya.
Tidak ada yang menjawab pertanyaan mama Arini baik Aldino ataupun Devan.
Mama Arini memandang dua teman Devano secara bergantian setelah itu mengalihkan pandangannya kearah seorang wanita muda, mungkin sekitar 19 tahunan.
Mama Arini berjalan menghampirinya, dan marah marah padanya.
"Ini gara gara kamu sialan anak saya bisa seperti ini," Mama Arini begitu Marah terhadap Jihan bahkan Dia melabraknya.
"Heh kamu jangan pura pura tidak tahu, bahwa Devano itu kecelakaan di Arena balap karena memikirkan masalah kamu dengan Nafisha," Teriaknya Dengan Nada yang menggebu gebu.
Plak
Mama Arini menampar Jihan.
"Apa maumu hingga kamu menghancurkan keluarga anakku," Tanya mama Arini Dengan lantang.
"Apa mauku???? Kembalikan nyawa nenek saya ???? bisa???" Tantang Jihan dengan suara yang tak kalah lantang sambil memegangi pipinya.
"Tante siapa marah marah gak jelas pada saya, asal tante tahu Nafisha itu pergi bukan karena saya, tapi karena Devano,"
"Apa apaan kamu menyalahkan anak saya hah,"
"Ya karena Devano pernah hilang kalau dirinya bosan dengan Nafisha makanya dirinya lebih memilih tinggal dengan saya,"
Deg
__ADS_1
"Nggak nggak mungkin," Teriak mama Arini.
Sedangkan ketiga laki laki yang tadi menyaksikan perdebatan mereka pun langsung saja menghampiri mereka berdua terutama papa Dion yang sedang menenangkan istrinya.
"Gue kecewa sama lo, ternyata lo emang gak punya hati dan tak tahu diri," Tunjuk Aldino pada Jihan.
"Ya gue emang nggak punya hati, salah Devano sendiri mau tanggung jawab dan menikahi gue," Ucapnya Dengan lantang pada Aldino.
"Kau," Tunjuk Devan.
"Sudah Dev ayo kita pulang," Ucap Aldino sambil menarik tangan Devan.
Sesampainya Di bascam mereka langsung mengumpat sejati jadinya pada Devano dan juga Jihan.
"Devano bangsat,"
"Bedrbah dasar bodoh, tolol,"
"Kenapa dia menikahi wanita ular seperti Jihan,"
Devan dan Aldino mengumpati mereka berdua sejati jadinya hingga datanglah Bara dan Bagas ke bascam geng Arion.
"Anjir Ini bascam apa kapal pecah," Ucap Bara saat memasuki ruang tamu bascam yang begitu
berantakan.
"Woy Anjir kalian kenapa pada marah gini???" Tanya Bagas.
"Diam lo berdua,"Tunjuk Devan Dan Aldino.
"Napa sih tu anak," Heran Bagas.
Setelah amarah Aldino dan Devan Reda barulah mereka berbicara dengan serius tentang Nafisha an Devansha dan juga tentang mall dan Caffe yang mereka kelola atas nama Devansha.
Mereka tak lupa menceritakan kejadian di rumah sakit tentang Jihan yang tak tahu diri itu, untung saja mereka mensetetujui permintaan Nafisha kalau tidak mungkin saat ini entah mall atau Cafe akan jatuh ketangan Jihan yang tak tahu diri itu.
Membicarakan nya saja membuat Mereka berempat gila dan geleng geleng kepala....
"Devano nemu cewek kayak dia di mana sih, mana tak punya hati tak tahu diri pula," Gerutu Aldino.
"Mana gue tahu, nemu di tong sampah kali,"
"Iya, cantik sih cantik tapi mulutnya kayak sampah,"
__ADS_1
"Bisa bisa gue gila jika harus tiap hari ketemu sama nenek lampir itu,"
"Namanya juga pelakor,"