
"Abi," Teriak Devansha kepada Devano karena Abinya dari tadi tidak menjawabnya.
Devan yang melihat situasi tidak memungkinkan langsung saja mendekat kearah Devansha.
"Halo jagoan om," Devan mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Hallo om Jelek," Jawab Devansha Dengan santai.
"Ekh om itu ganteng ya Devansha, kok di bilang jelek sih," Ucap Devan dengan mata yang mulai berkaca kaca.
"Ikh Devansha kan cuma belcanda om, jangan Nangis Cup cup cup sini peyuk Devansha yang ganteng ini," Devansha berbicara dengan sok Dewasa.
"Sue kamu," Geruru Devan dengan pelan bahkan suaranya nyaris tak terdengar.
"Abi gimana???"
"Devansha sini sama om kita main ke mall, biarkan Umi sama Abi kamu bikin dedek bayi yang banyak," Ucap Devan dengan gamblang tanpa Rem.
"Devan," Tetiak Nafisha dan Devano sedangkan Devan sudah berlari bersama dengan Devansha.
Devano dan Nafisha harus banyak ngurut dada kayaknya dan harus menguatkan mental kembali.
"Huh Devan ngeselin banget sih akh gimana kalau Devansha meminta Dedek bayi beneran," Gerutu Nafisha dengan kesal.
"Ya nggak papa biar ada temannya dia, " Devano membisikan tepat di samping telinga Nafisha.
"Devano," Teriak Nafisha dengan kencang sedangkan Devano sudah tertawa terbahak bahak.
Hahahahha hahahahha
Devano emang suka menggoda Nafisha apalagi sampai salah tingkah Devano menyukai jika melihat Muka Nafisha yang memerah.
Sedangkan Devansha dan Devan mereka pergi ke mall untuk bermain timizone di sana.
"Om Devan, Devansha itu selalu denger jika Umi dan Abi selalu ngomong gini, Umi ayo kita buat proyek mumpung Devansha sedang tidur, Maksudnya apa sih itu om, proyek apa???" Tanya Devansha dengan polos.
"Bangsat Devano lo itu jangan bicara sembarangan goblok, " Devan mengumpati Devano.
Devano terdiam memikirkan bagaimana cara menjelaskan nya kepada Devansha anak di bawah umur kalau salah menerangkan bisa fatal akibatnya.
"Okh Proyek itu ya sesuatu pekerjaan yang di lakukan bersama, " Jawab Devan dengan jawaban yang sedikit masuk akal, tak tahu saja Devan jika jawabannya membuat dia terjebak dengan ucapannya sendiri.
"Trus kalau begitu Umi sama Abi melakukan apa bersama sama tiap malam," Devansha mencetuskan pertanyaan yang menjebak untuk Devan.
""Aih, gue kira udah kelar ternyata anak ini pintar tapi polos, ini mah pertanyaan yang menjebak," Devan sekarang mengumpati Devansha.
__ADS_1
"Om nggak tahu sayang, kamu nanti pulang dari sini bisa bertanya langsung pada Abi," Dah lah Dari pada Devan pusing untuk menjawab setiap pertanyaan Devansha mending dia lempar batu sembunyi tangan.
"Oke,"
Sesampainya Di mall Devansha bermain di timizone bersama Drvan setelah puas bermain Devansha di ajak pulang ke bascam Arion.
"Sesampainya di Bascam Devansha langsung berlari kearah Deren yang dia anggap sebagai Abi keduanya.
"Ayah," Teriak Devansha pada Deren sambil berlari kecil.
"Halo jagoan ayah," Ucapnya sambil melambaikan tangannya.
"Ayah," Devansha langsung berhambur memeluk Deren.
"Kenapa Hem," Deren memperlakukan Devansha seperti anak nya sendiri.
"Devansha tadi main di timizone sama Om Delen trus Devansha tadi nggak sengaja mendengal ada ibu ibu yang bilang pacalan, pacal itu apa sih Yah,???" Tanya Devansha dengan Suara yang Cadel.
"Apa pacal itu yang bintik bintik di tubuh Ya Yah,??"
"Bukan Itu cacar," Jawab Aldino yang baru saja keluar dari kamarnya dan kebetulan Aldino mendengar pertanyaan Devansha.
"Cacar itu bukannya Timur yang di potong dadu yang di campur dengan cuka,"
"Itu Acar Devansha," Devan Sangatlah Frustasi dengan tingkah bocah tengil satu ini.
"Kamu masih kecil sayang, nanti jika sudah besar kamu akan tahu apa yang namanya pacaran Devansha," Ucap Deren dengan nada yang lembut sambil tersenyum lebar.
Sedangkan Devan Aldino dan teman yang lain nya sudah memijit pelipisnya dengan kedua tangannya wajah mereka terlihat tertekan dan Frustasi.
"Baik Yah," Jawab Devansha.
Baru juga satu Detik Devansha menjawab ucapan Deren sekarang masih ada aja tingkah tengil Devansha.
Devansha turun dari pangkuan Deren dan berlari lari kesemua sudut Ruangan entah sedang mencari apa dia, namun satu menit kemudian Devansha kembali ke pada Mereka dengan membawa sesuatu yang membuat semua orang melotot tak percaya.
"Aaaaa Devansha itu apa," Teriak Aldino yang reflek langsung meloncat ke pangkuan Devan.
Sedangkan Devansha yang di tanya seperti itu malah tertawa dan berjalan dengan tenang sambil menenteng sesuatu yang membuat mereka menjadi ketakutan.
"Devansha jangan bawa itu nak, lepaskan Devansha kamu itu nemu dimana," Deren mencoba membujuk
Devansha.
"Hehehe Tadi Devansha gak sengaja liat itu masuk ke sini, kan pintunya ke buka ayah," Devansha menjawabnya dengan nada yang di ayun membuat orang yang mendengarkannya gemas, ingin rasanya mereka mencubit pipi tembem Devansha.
__ADS_1
Namun hal yang tak terduga terjadi Devansha tiba tiba saja melemparkan sesuatu yang dia bawa tadi kearah mereka yang sedang duduk di sofa, membuat mereka ketakutan.
"Aaaaaaaa Ular " Teriak mereka serempak.
Ya yang di bawa Devansha adalah Ular Entahlah Devansha bisa dapat dimana binatang melata itu yang pasti binatang itu sekarang sudah berada di hadapan mereka.
Devan Deren dan Aldino berlari terbirit birit kesana kemari untuk bersembunyi Sedangkan Devansha hanya tertawa sambil membekap mulutnya.
"Hahahhahahaha,"
"Ayah, om kalian mau pada kemana ???" Tanya Devansha.
"Devansha jangan becanda ya kita takut tahu," Rengek Aldino pada Devansha masa bodoh tentang harga dirinya Di devan anak kecil itu yang pasti dirinya saat ini begitu ketakutan.
"Dih itu cuman boobgan om bukan asli," Ucapan Devansha membuat mereka bertiga bernafas lega sesungguh anak yang satu ini buat mereka bertiga Sport jantung dan menaikkan Ardenaline.
"Bangsat gue di bodohi sama anak kecil," Ucap Devan.
"Monyet ternyata itu hanya ular boongan," Gerutu Aldino.
Hancur sudah reputasi dan wibawa Aldino di depan anak Curut satu ini.
Brak.
"Ecopot ecopot," Reflek Deren.
Setelah itu muncullah Devano dan Nafisha yang berjalan dengan santai menghampiri mereka.
Devano dan Nafisha bisa melihat kalau teman nya itu seperti sedang tertekan atau ketakutan akan tetapi mereka menyembunyikan nya.
"Pada kenapa sih, kok mukanya pada di tekuk gitu," Ucap Nafisha.
"Tahu akh gue sebel sama tuh anak curut," Ucap Devan.
"Masa iya gue sama teman teman di takut takuti Ular mana Ular boongan lagi, gue kira beneran, ya kita lari kah kan kita takut," Devan menceritakan dengan mata yang berapi api.
"Hahahahhahahah, itu Ular aku yang beliin soalnya tadi dia minta ular beneran ya dari pada aku turutin akh kasih Ular mainan aja," Ucap Nafisha dengan santai.
"Umi Abi, Devansha minta Dedek bayi " Teriak Devansha sambil berlari menghampiri kedua orang tuanya.
"Siapa yang ngajarin kamu seperti itu Devansha," Tanya Devano dengan Nada tegas.
Sedangkan tangan Devansha sudah menunjuk kearah Devan.
"DEVAN," Teriak Devano.
__ADS_1
""Mampus,"