Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Penyakit Nafisha


__ADS_3

Flasback on


Sekitar dua tahun yang lalu.


Nafisha sebenarnya telah lama merasakan sakit dan pusing di kepalanya Namun dia hiraukan karena mungkin itu hanya sakit biasa, tapi lama kelamaan rasa sakit itu sering terasa dan menjadi jadi seperti sebelumnya hingga akhirnya Nafisha memutuskan pergi kerumah sakit untuk memeriksa Penyakitnya itu.


Nafisha mengikuti serangkaian pemeriksaan sampai kepalanya di scan, dan pemeriksaan lain nya.


"Mohon maaf bu Nafisha bisa menunggu hasil lenyap sebenar lagi,"


"Baik dok," Jawab Nafisha.


Dokter Andri adalah dokter spesialis dalam Dokter Andri lah yang menemani Nafisha selama dua tahun ini untuk melakukan kemoterapi.


"Dengan saudara Nafisha Azzahra," Ucap Seorang suster kepada Nafisha.


Nafisha yang di panggil nanya pun langsung masuk kedalam ruangan dokter tersebut.


"Bu Nafisha ada hal buruk yang harus saya informasikan kepada anda,"


"Apa itu dok,???" Nafisha begitu penasaran tentang penyakit yang dia derita.


"Ada gumpalan darah di dalam kepala anda mungkin waktu itu masih kecil, tapi karena sering ibu Abaikan makan Gumpalan itu semakin besar dan itu berisik untuk kesehatan anda,"


"Jadi maksud dokter saya itu sakit???"


"Iya, anda mengidam penyakit kanker otak stadium Dua, lebih baik secepatnya anda harus segera di oprasi untuk pengangkatan darah yang menggumpal itu,"


"Apa tidak ada cara lain selain itu dok,"


"Mungkin sekarang ibu bisa meminum obat peredaran nyeri namun jika penyakit itu semakin parah maka obat itu tak berguna sama sekali,"


"Saya pesan obat itu, dan apa resikonya jika saya melakukan oprasi,???" Tanya Nafisha.


"Mungkin anda akan kehilangan sebagian ingatan anda dan yang lebih parahnya lagi nyawa anda yang akan menjadi taruhannya." Jawab Dokter Andri dengan tegas.


"Saya harap bu Nafisha bisa mengambil tindakan yang terbaik,"


"Iya terima kasih, saya mohon sama dokter untuk merahasiakan penyakit ini,"


"Huh baiklah," Dokter Andri pun pasrah karena bagaimana pun dia tidak bisa ikut campur dengan urusan Nafisha, tapi sebisa mungkin Dokter Andri akan membujuk Nafisha.


Flasback Off.


"Baiklah Dev sebelum aku pergi aku akan mengurus dan memastikan sesuatu terlebih dahulu untuk masa depan Devansha," Gumam Nafisha setelah dia mengingat Penyakitnya yang semakin parah.


Nafisha menyembunyikan semua luka demi orang yang dicintainya yaitu Devansha dan Devano, Namun Devano telah mengingkari janjinya terlebih dahulu maka Nafisha memutuskan akan pergi dari kehidupan Devano dan Devansha, Entah untuk selamanya atau pun sementara.

__ADS_1


Ya Nafisha akan mengambil keputusan pergi bersama dokter Andri untuk berobat dan melakukan oprasi, bagaimana pun hasilnya Nanti Nafisha akan ikhlas menerima nya.


Dulu Nafisha tidak ingin di oprasi dan berobat itu karena Devano dan Devansha, Nafisha tidak takut mati tapi dia takut kalau Nafisha sampai melupakan Devano dan Devansha orang yang sangat Nafisha cintai melebihi apapun.


Namun sekarang apa yang harus Nafisha takutkan bahkan Devano sekalipun sekarang tidak ada perhatian sedikit pun untuknya,...bahkan Nafish bisa memantau Devano yang begitu tertawa bahagia disana bersama dengan Jihan, sedangkan Nafisha dan Devansha disini sangat menantikan kepulangannya.


"Dev tunggulah sebentar lagi," Ucap Nafisha sambil menyusut air matanya.


Setelah mengantarkan Devansha dan berbicara tak jelas di dalam mobil, Nafisha langsung menjalankan mobilnya menuju bascam Black Davil.


Brum


Brum


Brum


Ckitt


"Brak


Nafisha membanting pintu mobil dengan keras.


"Queen tumben kamu datang kesini, di pagi-pagi begini,???" Tanya Bagas.


"Xavier, nanti siang kamu jemput Devansha di sekolahnya,"


"Baik Queen,"


"Aku akan menjalankan oprasi kanker otak," Ucapan Nafisha membuat semua anak Black Davil begitu kaget Dan syok.


"Kenapa, Kamu berubah fikiran???" Tanya Bagas.


"Iya,"


"Dan aku meminta tolong sama kalian untuk membalik namakan Sertifikat kepemilikan mall dan juga caffe beserta cabangnya atas Nama Devansha,"


"Baik Queen,"


"Tapi jika mall kami tidak bisa karena berkas itu di pegang oleh Aldino," Sambung Bara.


Setelah mendengar itu Nafisha langsung menghubungi Aldino.


Dert Dert


"Hallo,"


"Hallo, Aldino dimana kamu sekarang??? jika dengan Devano menjauhkan terlebih dahulu darinya aku ingin berbicara penting sama kamu,"

__ADS_1


"Oke," Jawab Aldino sambil berjalan keluar untuk menjauh dari rumah Jihan.


"Sudah Queen,"


"Aldino, aku minta tolong balik namakan Sertifikat mall dan alihkan semuanya dengan nama Devansha tanpa sepengetahuan Devano,"


"Baik Queen,"


"Aldino aku tahu Devano telah menikah lagi, " Setelah mengatakan itu Nafisha langsung memutuskan sambungannya sepigak tanpa mendengar jawaban dari Aldino.


Sedangkan semua anak Black Davil sontak saja terkejut denganbucapan Nafisha yang terakhir kali, yaitu tentang Devano yang menikah lagi.


" Apa Devano menikah lagi,???" Tanya Alvin Dengan Nada yang sedang menahan amarahnya.


"Jangan Banyak bicara dan lihatlah video ini,"


Nafisha menyodorkan rekaman Cctv yang Nafisha pasang di mobil dan handphone Devano.


Biarlah semua anak Black Davil menontonnya, sedangkan Nafisha sibuk menghubungi Dokter Andri.


"Dert Dert dert,"


"Hallo Nafisha, Apakah ada sakit apa yang kamu rasakan sekarang," Tanya Dokter Andri ndri dengan Nada Khawatir.


"Saya Baik baik saja dokter, saya hanya memberitahukan kalau Saya akan menjalankan oprasi,"


"Benarkah,???" Tanya Dokter Andri dengan nada sedikit tak percaya.


"Iya dok,"


"Syukurlah kalau begitu kita atur jadwalnya dan setelah itu kita akan segera terbang ke Singapura,"


"Baik dok,"


"Devano sialan bangsat lo Dev," Bagas begitu Marah saat melihat Devano yang menikah lagi tanpa memberitahukan kepada Nafisha.


"Apa rencana kamu selanjutnya Queen,???" Tanya Bara.


"Aku akan pergi untuk menjalankan oprasi mungkin nanti aku akan meminta pada dokter Andri untuk memajukan pemberangkatan ku tepat pas Tujuh harinya neneknnya Jihan tapi itupun jika waktunya kosong,"


"Trus Devansha???"


"Kan ada kalian dan juga Abinya, Gimana sih kalian dan aku minta selama aku pergi kalian ajarilah Devansha dengan sungguh- sungguh tentang ilmu bela diri dan juga tentang ilmu manajemen, sebelum devansha ambil Alih caffe dan mall kalian dulu yang mengelola nya, aku percaya sama kalian semua," Ucap Nafisha.


"Jangan pergi Queen, jangan tinggalkan kita lagi hiks ," Ucap Alvin yang sudah menangis sesenggukan.


Ya Alvin adalah orang yang paling coll dan tidak banyak omong namun jika sudah menyangkut orang yang dia sayang dia akan berubah menjadi lebih cengeng dan manja melebihi Devansha.

__ADS_1


"Tunggulah sebentar lagi Dev, aku akan membebaskan mu," Nafisha merasa sesak dan tak sanggup saat mengatakan itu, karena Nafisha menjalankan pernikahan itu bukan sehari dua hari atau satu tahun dua tahun tapi lima tahun, Nafisha sudah merasakan pahit manisnya kehidupan dalam bahtera rumah tangga yang dia bina.


Nafisha diibaratkan adalah rumah untuk Devano berlabuh, sedangkan Devano dibicarakan bangunan yang kokoh namun jika Devano sebagai bangunan nya juga begitu lantas masih bisa kah di sebut rumah???


__ADS_2