
15 Tahun kemudian
"Umi Jivan berangkat sekolah dulu ya," Ucap siswa sekolah SMA pada Nafisha.
"Iya sayang hati hati," Jawabnya.
Jivan saat ini umurnya sudah sudah menginjak Dewasa, padahal baru kemarin Nafisha membawa dan mengurusnya dan sekarang dia sudah beranjak Dewasa.
Semenjak kejadian itu, Nafisha dan Devano memutuskan untuk rujuk kembali dan membatalkan perceraian nya.
Karena kesabaran Nafisha akhirnya rumah tangga mereka sudah berlangsung hingga 20 tahun lebih, sungguh Nafisha tidak menyangka bahkan sekarang anak anaknya sudah menginjak Dewasa.
"Umi Devina juga berangkat sekolah dulu ya Umi,"
"Iya sayang hati hati,"
"Ingat bang jaga adik kamu baik baik,"
"Ck, iya Umi,"
Jika Devanasha bersikap Tidak banyak bicara dan mempunyai otak Jenius seperti Nafisha berbeda dengan si bungsu yang sikap nya seperti Devano versi wanita, yang bersikap bar bar dan juga petakilan bahkan tidak ada yang Menurun sedikit pun Sikap Nafisha pada Devina.
Untung saja Ada Jivan yang mempunyai sikap penyabar namun terkadang dia juga bisa petakilan dan juga kadang bisa lebih bar bar dan juga bisa lebih dingin, Perpaduan Jihan Dan Devano itu tidak gagal dan semua sikap Jihan dan Devano ada pada Diri Jivan.
Jika kalian mencari orang yang seperti Nafisha maka Devansha lah orangnya akan tetapi versi laki laki, dan Jika kalian mencari orang yang seperti Devano maka Devina lah orangnya dengan Versi perempuan.
Kedua putra dan putri Nafisha sudah berangkat untuk sekolah, Sedangkan Devano sudah berangkat pagi pagi sekali bersama Devansha si putra sulung.
"Huh, cape juga ternyata mengurus 4 kepala sekaligus mana sikapnya itu kadang membuatku ngurut dada, Tuhan berikan aku kesabaran," Ucap Nafisha mengeluh.
Sedangkan saat ini Novia sudah menikah bersama Deren sahabat Devano.
Jangan tanyakan Aldino dan Alvin karena mereka juga sudah menikah dengan pasangannya masing masing bahkan anak anak nya saat ini bersekolah di sekolah yang sama bersama Jivan dan Devina.
Dert Dert Dert
"Hallo,"
"Fisha tolong aku, flis" Suara seseorang di sebrang sana.
"Kamu kenapa Zahra, apa ada sesuatu yang membahayakan mu,"
"Akh tidak Nafisha tapi aku saat ini sedang bingung mencari kado untuk suami ku,"
"Hah, kamu menguubungiku di pagi hari hanya untuk meminta pendapatku??? sungguh terlalu???"
"Hehehe,"
__ADS_1
"Jadi???"
"Bantu aku,"
"Oke, nanti aku kabari lagi,"
Zahra adalah istri dari Bagas, putra sulung Black davil atau kakak tertua di Black Davil.
"Huh, kayaknya tidaklah buruk aku ngemall bersama Zahra, kan aku jarang keluar karena sibuk ngurus anak anakku, itung itung refresinglah, mumet kepala ku jika di rumah terus," Gumam Nafisha menimbang nimbang ajakan Zahra.
Jivan dan Devina sudah sampai di parkiran sekolah, Ets tapi jangan salah mereka bukan berangkat bersama ya akan tetapi mereka berangkat menggunakan kendaraan mereka masing masing Seperti saat ini Jivan dan Devina yang sedang menjadi pusat perhatian anak sekolah karena Jivan adalah most wented di sekolah Panca darma, Sedangkan Devina terkenal dengan kabar baran nya hingga semua siswa menjulukinya gadis bar bar.
"Ye gue menang," Teriak Devina dengan sangat senang karena dirinya memenangkan balapan motor di jalan Dengan kakaknya siapa lagi jika bukan Jivan.
"Jangan lupa oke hadiah nya," Sambung nya sambil mengedipkan matanya.
Sedangkan Jivan yang di perlakukan seperti itu oleh Devina malah be5gidik ngeri dan juga merasa geli sendiri.
"DEVINA," TERIAK JIVAN
"Bwahahahahahha"
Semua orang melihat interaksi mereka berdua bahkan mereka sudah menjadi pusat perhatian karena aksi kejar kejaran mereka.
"Huh hah huh hah," Devin langsung berhenti berlari di saat nafasnya mulai tersenggal senggal.
"Bang lepasin gue, ketiak lo bau tahu," Teriak Devina
"Apa kataku bau??? nakan nih ketiak gue yang bau," Bukan nya melepaskan Devina Jivan malah semakin menenggelamkan kepala Devina pada ketiaknya.
"Ampun bang ampun," Akhirnya Devina menyerah pada Jivan.
Sedangkan di depan pintu kelas Devina, Cristiani malah terlihat bengong dan menganga pandangan nya tertuju pada Devina, setelah sadar dari keterkejutannya Cristiani melangkahkan kakinya untuk menghampiri Devina.
"Vina, ngapain lo disini sama kak Jivan bukan nya masuk ke kelas lo mah malah main India indiaan bersama kak Jivan," Ucap Cristiani pada Devina.
"Hehehe," Devina tidak membalas ucapan sahabatnya tapi dia malah menampilkan senyuman nya yang paling manis.
"Jikh lo mah kebiasaan di bilangin malah nyengir,"Cristiani menggelengkan kepala nya dengan pelan dia sudah biasa jika Devina beetinfkah abstrud begitu justru Cristiani akan aneh jika Devina menjadi wanita yang diam dan peminim karena pada kenyataan nya Devina hanyalah gadis bar bar.
Tetttt
Karena banyak berbicara dengan Devina, Cristiani sampai tidak menyadari kalautwrnyata bel masuk sudah berbunyi.
"Vin, gue masuk kelas dulu," Pamit Jivan pada Devina.
"Iya bang,"
__ADS_1
Sedangkan Devina melangkah pergi meninggalkan Cristiani yang terdiam karena banyak melamun.
"Cristiani lo mau masuk kelas nggak," Teriak Devina
"Ekh," Devina tersadar dari Lamunannya.
"Woy Vina tungguin gue woy," Teriak Cristiani sambil berlari mengejar langkah Devina.
Pelajaran pertama pin dimulai dengan tenang hingga tak terasa bel istirahat pun sudah berbunyi.
"Baik anak anak, kalau begitu ibu permisi selamat itirahat," gumam bu Ani pada sisanya.
"Setelah kepergian bu Ani semua siswa langsung pergi keluar dengan berhamburan membuat pintu keluar menjadi padat dan juga macet.
"Huh mau sampai kantin aja susah amat, kayak jalan ke syurga saja," gerutu Devina.
Sedanfkan Cristiani yang mendengar ucapan Devina malah menoyor kepala Devina.
"Sinting lo, kayak udah pernah aja lo ke syurga??? kalau pernah gue ikut dong," Ujar Cristiani.
"Boleh,"
"Gimana caranya,???"
"Mati,"
"Syalan lo Vina gue kira lo serius," Gerutu Cristiani pada Devina sedangkan orang yang membuat kekesalan sahabatnya malah memasang watadosnya.
"Huh untung sahabat gue," Gumam Cristiani.
Di kelas 12 IPA Jivan sedang tertidur dikelas karena merasa ngantuk apalagi saat ini jam pelajaran Matematika pak Joko guru terkiller di semua mata pelajaran.
Bodo amat dengan pak Joko yang marah marah nggak jelas, yang penting Jivan senang.
Jika Jivan merasa biasa biasa saja berbeda dengan temannya Jivan yaitu Aldo dan juga Kaisar mereka sudah ketar ketir saat melihat Jivan tertidur, karena mereka tahu Jika Jivan ketahuan tidur maka merekalah yang akan jadi sasaran Guru killer itu dan juga Jivan.
Serbasalah emang, di bangunin salah nggak di bangunin juga salah
"Van bangun itu pak Joko liatin lo," Bisik Aldo.
"Apaan sih lo Akh gue ngantuk tahu," gerutu Jivan bahkan sekarang dirinya dengan santai malah semakin menenggelamkan kepalanya pada bangku nya tanpa dia sadari sosok guru killer itu sudah melotot tajam tepat di samping bangku Jivan.
"JIVAN BANGUN,"
"Mampus,"--
Baru saja pak Joko akan menegur Jivan akan tetapi semesta masih berpihak pada Jivan hingga sebelum pak Joko bicara bel istirahat pun berbunyi.
__ADS_1
"UNTUNG SAJA,"