Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Sah


__ADS_3

Setelah pertemuan waktu itu di rumah Narendra akhirnya Devano dan Nafisa sering bertemu hanya untuk fighting baju dan keperluan menikah lainnya meskipun Devano sedikit di paksa oleh orang tuanya.


Dan hari yang di tunggu tunggu pun tiba dimana Devano mengucapkan ijab kobul dengan lantang dan suara bergetar.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nafisa Azzahra Kusuma Binti Narendra Kusuma dengan maskawin 100 gram logam mulia dan uang 1milyar di bayar tunai,"


"Bagaimana para saksi sah,"


"Sah"


"Sah"


"Sah"


Kata Sah menggema di dalam rumah tersebut dengan bersahutan meskipun tidak banyak orang yang di undang namun tidak mengurangi rasa khidmat dalam ijab kabul itu.


Nafisa yang sedang berada di kamarnya setelah mendengarkan kata Sah luluh sudah hatinya bahkan Nafisa langsung meneteskan air matanya.


"Ya allah statusku sekarang telah menjadi istri," Ucap Nafisa dalam hati.


Pintu kamar di buka oleh Rafael.


"De, Jangan nangis masa Princes kakak nangis," Ucap Rafael sambil menghapus air mata Nafisa.


"Aku terharu kak, ternyata secepat itu aku sudah menjadi milik orang lain bukan lagi milik kakak ataupun ayah," Ucap Nafisa sambil menangis di dalam pelukan Rafael.


"Iya de bahkan kakak begitu sedih ketika kamu akan meninggalkan kakak dan ayah, akan tetapi kakak tidak boleh egois Nafisa itu juga untuk kebahagiaan kamu," Rafael membatin dalam hati, bahkan Rafael sampai meneteskan air matanya.


Ketika Nafisa dan Rafael sedang berpelukan, mama Arini datang dan menghampiri keduanya.


"Nafisa, Rafael, mari kita turun semua orang sudah menunggu kehadiran Nafisa," Mama Arini berjalan menghampiri keduanya.


"Sudah kalian jangan nangis, kalian tetap masih bisa ketemu kok," Arini menenangkan Rafael dan juga Nafisa.


"Makasih Ma, makasih tante "Jawab Rafael dan Nafisa bersamaan.


Setelah drama saling berpelukan akhirnya Nafisa turun di gandeng dengan Mama Arini dan juga Rafael.


"Sesampainya di bawah semua orang terpana dengan kecantikan Nafisa, padahal Nafisa itu masih memakai cadar akan tetapi kecantikannya terpancar apalagi jika sudah melihat wajahnya mungkin Devano akan klepek klepek.


Setelah duduk di samping Devano Nafisa langsung mengangkat tangannya untuk mencium tangan Devano.

__ADS_1


Cup


Bibir Nafisa mencium punggung tangan Devano, dan sekarang giliran Devano yang mencium kening Nafisa.


Cup


Saat bibir Devano menyentuh kening Nafisa, Entah kenapa ada rasa hangat yang menyelimuti hati Devano dan juga Nafisa.


Setelah itu Nafisa di perintahkan untuk membuka Cadarnya di depan suaminya, akan tetapi Nafisa menolak jika bukan Devano sendiri yang membukanya.


Akhirnya mau tak mau Devano membuka cadar Nafisa meskipun dengan tangan yang bergetar dan hati yang sedang jedak jeduk tak karuan.


"Sial kenapa bisa grogi gini sih malu maluin aja," Grutu Devano dalam hati.


Saat tangannya sudah sampai di belakang kepala Nafisa Devano berusaha membuka tali cadar Nafisa dengan tangan yang


bergetar Terpampang sudah wajah Nafisa yang begitu cantik bak dewi yang turun dari khayangan dengan mata yang besar dan bulat berwarna hezel bulu nyata yang lentik dan sipit,


kulit yang putih seputih susu , hidung yang mancung bagai perosotan bibir yang tifis dan kecil mungil tak lupa pipi yang cuby menambah kesan keimutan Nafisa apalagi jika sedang mengerjap ngerjapkan mata, Nafisa bak bayi yang baru lahir, padahal umurnya sudah 18tahun.


Semua orang yang ada di sana sampai berdecak kagum dengan sosok pengantin wanita yang begitu imut dan menggemaskan.


"Cantik," Ucap Devano dalam hati sambil tersenyum menatap ke arah Nafisa.


"Pa lihat tuh anak kamu kayaknya sedang terpesona dengan mantu mama," Airin berbisik tepat di samping telinga Dion Alexander, Bahkan kakaknya Devano Arjuna pun sampai berdecak kagum kepada Nafisa.


"Lah jika wanita nya modelan kayak gini mah gue juga mau," Ucap Arjuna dalam hati.


"Mau sampai kapan kalian saling tatap seperti itu Hmm," Narendra menggagalkan moment Devano dan Nafisa.


" Dunia serasa milik berdua yang lain mah ngontrak," Ucap Rafael dengan nada candaan.


"Yah kayaknya aku mau pindah planet aja dekh, gak tahan aku melihat keuwuan mereka,"Ucap Arjuna dengan suara yang nyaring meskipun tak cukup keras tapi masih bisa terdengar oleh semua orang.


Sedangkan Nafisa dan Devano sudah menunduk dari tadi karena malu dengan semua orang.


"Hahahahhahaha, Makanya cepat halalin tuh hazel, biar ayah cepat cepat dapat cucu dari kalian,"


"Ck, Ayah," Ucap Arjuna karena dirinya tak habis fikir dengan ayahnya yang suka ceplas ceplos itu.


"Hahahahah sudah yah sudah lihat tuh muka anakmu sudah merah gitu menahan malu kan kasian" Ucap Arini kepada suaminya.

__ADS_1


"Iya iya,"


Malam harinya Devano tidur di kamar Nafisa.


"Elo kenapa mau aja sih menerima pernikahan ini ??? " Tanya Devano dengan ketus.


" Ya apa yang harus aku tolak toh itu niatnya baik," Jawab Nafisa.


" Terserah lo dekh gue cape, tapi jangan harap kalau gue bisa menerima lo, gue juga terpaksa menerima jika bukan kemauan ayah dan mama," Ucap Devano sambil merebahkan badannya di Ranjang tak memperdulikan Nafisa yang saat ini sedang terdiam.


" Ya Allah apakah aku salah menerima lamaran mama Airin, aku harus bagaimana??? berikan Nafisa kekuatan ya allah," Ucap Nafisa dalam hati.


Malam ini Nafisa terpaksa tidur di sofa karena Devano tidak menginginkan tidur dengannya.


Malam ini harusnya menjadi malam pertama yang begitu indah untuk mereka akan tetapi tidak dengan Devano dan juga Nafisa.


Di pagi harinya Nafisa dan Devano sedang bersiap untuk berkemas, karena Devano bilang bahwa dirinya akan tinggal di apartemen miliknya bersama Nafisa.


Sebenarnya bisa saja Devano tidak memperdulikan Nafisa akan tetapi jika itu terjadi bisa bisa keluarganya akan curiga dengan mereka berdua.


" Jika lo sudah beres nanti lo bangunin gue kita akan berangkat sekarang ke jakarta," Ucap Devano dengan ketus.


"Iya,"


Setengah jam kemudian Nafisa telah selesai berkemas tak lupa dia juga membangunkan Devano.


"Dev bangun aku sudah selsai,"


"Hmmm" Hanya kata itu yang Devano ucapkan, dia bangun dari ranjang dan berjalan menuju Kamar mandi untuk mencuci mukanya.


Setelah itu Devano dan Nafisa pun turun berdua dengan bergandengan tangan.


"Loh kalian mau kemana kok sudah rapih saja," Tanya Rafael.


"Ekh iya kak maaf aku lupa ngasih tahu kakak dan ayah, jadi hari ini tuh aku sama Nafisa akan pulang ke Jakarta dan juga Nafisa akan sekolah disana denganku di sekolah yang sama," Devano menjelaskan dengan hati hati dari A sampai Z.


"Hmmm baiklah jika itu kemauan kalian yang terpenting kakak titip Nafisa ya Devano, dan kebetulan juga siang Nanti Ayah sama aku akan berangkat ke Singapura untuk perjalanan bisnis ,jadi selama kami gak ada kakak titip Nafisa sama kamu,"


"Tenanglah kak aku akan menjaganya dengan baik,"


"Sukurlah,"

__ADS_1


__ADS_2