Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Tingkah Devansha


__ADS_3

Keesokan paginya Nafisha sudah membangunkan Devano berkali kali tapi Devano tak kunjung bangun.


"Dev bangun ikh sekolah," Teriak Nafisha.


"engggghh," Devano perlahan mengerjapkan matanya.


"Apa sayang pagi pagi gini udah main rusuh aja," Jawab Devano Dengan muka bantalnya.


"Bangun sekolah,"


"Okh, aku nggak sekolah sayang aku Homscholling, "


"Kok Homscholling???"


"Iya kan aku punya mall sekarang di tambah lagi aku punya kamu dan Baby, trus yang ngasih nafkah kalian siapa sayang," Tanya Devano dengan gemas kepada Nafisha.


"Lah kan kamu kaya Dev," Tany Nafisha dengan Heran.


"Iya itu dulu, tapi setelah kamu pergi aku di hukum oleh papa dan mama, semua aset aku di sita sama mereka, nah berawal dari situ aku memulai kembali dari nol hingga sekarang," Devano menceritakan awal mula dirinya bisa menjadi seperti ini.


"Tidak papa aku salut dan bangga sama kamu, di usia kamu yang masih muda kamu mau bertanggung jawab pada keluarga kecil kita," Ucap Nafisha sambil memeluk Devano.


Devano yang di perlakukan seperti itu semakin semangat untuk bangkit dan menjadi orang sukses demi orang yang dia sayangi,.


"Terima kasih sayang,"


"Sama sama,"


Semenjak di hari itu Devano sering diam di rumah atau sesekali memantau mall nya, tak terasa waktu berlalu begitu cepat hingga Devano pun lulus sekolah bahkan sekarang dirinya sudah memasuki universitas bersama Nafisha dan teman temannya.


4 tahun kemudian.


Dari semenjak kelahiran Devansha Nafisha dan Devano menjadi akur kembali bahkan Nafisha sudah memaafkan kesalahan Devano dengan syarat jangan di ulang lagi.


Tentu saja Devano senang bahkan semenjak saat itu Devano dan teman temannya berubah menjadi lebih baik, akan tetapi geng arion Dan Black Davil tetap ada ya, meskipun Devano dan Nafisha sudah menikah tapi mereka tetap memegang geng masing masing,

__ADS_1


Devano tidak mengekang Nafisha untuk datang ke Bascam Black Davil begitupun Nafisha, namun mereka harus ingat bahwa mereka bukan lagi seorang anak remaja melainkan sudah jadi suami dan istri.


Devansha tumbuh Dengan baik bahkan di usianya yang ke empat tahun ini dirinya sudah bisa berjalan dan berbicara meskipun masih cadel, dan tingkah nya membuat semua orang ngurut dada entahlah mirip siapa dia, tapi yang pasti ibu dan bapaknya lah.


Sedangkan Arjuna sudah menikah Dengan Hazel dan mereka menetap di Amerika bersama tante Indri Dan Olivia.


Anak Geng Arion dan Black Davil semuanya juga sudah punya pasangan masing-masing dan usaha sendiri, tapi jika tentang balapan jangan salah mereka tidak akan pernah lupa karena itu adalah hobi mereka.


"Umi Umi, Devansha mau itu," Tunjuk Devansha kepada Sesuatu yang diinginkan Devansha.


Sedangkan Nafisha mengikuti arah telunjuk Devansha Namun saat Nafisha melihatnya Matanya melotot tak percaya.


"Untuk apa kamu membeli itu Devansha," Tanya Nafisha dengan sedikit tak percaya padahal Devansha masih balita tapi kemauannya di luar nalar bahkan Nafisha kewalahan menghadapi sikap Devansha.


"Sebenarnya Devansha anak siapa sih," Gumamnya dalam hati.


"Ya untuk Devansha ajak main lah Umi kan biar rame bila ada mereka di rumah kita," Ucap Devansha dengan polos Sedangkan Nafisha sudah memijit pelipisnya yang tiba tiba saja terasa pusing.


"Apa kamu bilang Rame," Ucap Nafisha dengan Nada yang menggebu dan mukanya sudah memerah menahan amarahnya.


Membuat Nafisha menggeleng tak percaya dengan tingkah anaknya yang ekstrem itu.


Ya saat ini Nafisha sedang mengajak Devansha untuk jalan jalan ke kebun binatang, supaya Devansha bisa lebih mengenali berbagai macam binatang akan tetapi permintaan Devansha di luar dugaan bahkan Nafisha pun syok tak percaya dengan ucapan anaknya itu.


Sedangkan Devano saat ini sudah sukses bahkan di usianya yang baru saja menginjak 21 tahun Devano sudah mempunyai beberapa cabang mall tak lupa Devano juga membuat Restoran dan Cafe yang saat ini di kelola oleh Nafisha dan anak Black Davil sedangkan mall di kelola oleh Devano dan juga anak Arion, namun meskipun begitu tapi mereka slalu kompak dalam hal apapun.


" Aduh pusing nih kepala gue jika tiap hari nyonya marah marah mulu, " Ucap Devano Dengan begitu Frustasi.


"Lo kenapa sih Dev tu muka kayak belum di setrika kusut amat???


"Gimana gak kusut coba Nyonya tiap hari marah marah mulu gara gara tuh kecebong," Gerutu Devano pada Devan yang saat ini sedang menemani Devano di ruang kerjanya.


"Emang itu si Devansha kenapa lagi, heran gue sama tu anak satu,"


"Tau lah gue angkat tangan ngadepin tu bocah, masa ya kemarin dia itu minta gue beli anak beruang dan sekarang tadi Nafisha bilang dia minta di belikan ular fiton yang segede gaban, dan asal kalian tahu Devansha bilang itu akan dia bawa ke rumah biar dia ada temannya dan biar rumah rame, alasan apa lagi coba tu anak, bisa bisa gue mati muda ngadepin tu anak satu," Gerutu Devano dengan nada Frustasi saat menceritakan tentang permintaan Devansha yang tak masuk akal itu.

__ADS_1


"Gila tuh si Devansha permintaan nya ekstrem ekstrem, tapi nggak salah juga sih soalnya lo waktu itu ngidam nya juga Ekstrem sih," Devan mencoba mengingat saat Devano ngidam dulu.


"Ekstrem apaan orang gue hanya ngidam di buatin kambing guling sama bang Arjuna," Jawab Devano.


"Lo gak ingat bukannya lo minta sate Byawak mana waktu itu waktu sudah malam lagi," Jaeab Devan yang mengingat Devano meminta sate Byawak.


"Astajim,"


"Dev jangan astajim gak baik loh itu di singkat singkat nanti artinya beda, Astagfirullah haladzim gitu,"


"Iya iya mangap gue lupa, astagfirullah haladzim," Devano mengucapkan istigfar dengan benar.


"Hah Devansha anak siapa sih, tingkahnya Ekstrem amat,"


" Ya anak lo lah lo yang ngadon, masa anak gue," Ucap Devan dengan ucapan yang Sedikit frontal.


"Au Akh pusing gue," Devano benar benar frustasi saat ini bahkan bercerita dengan Devan bukannya tambah waras tapi malah tambah frustasi.


"Abi Devansha datang," Teriak Devansha sambil berlari menuju Devano saat pintu ruangan sudah terbuka.


Sedangkan Devano dan Devan wajah nya sudah cemberut bahkan bahu nya pun sudah luluh dan terjatuh ke bawah.


"Akh baru juga kita omongin udah ada di sini aja nih bocah," Gerutu Devano


"Akh siap siap nih kepala gue pecah," Umpat Devan dalam hati.


Hap


Devansha berlari menuju Devano setelah dekat Dengan abinya Devansha terus melompat ke gendongan Devano, untung saja Devano langsung sigap untuk menangkap dan mengeratkan pelukannya. jadi saat ini Devano menggendong Devansha ala koala ya.


"Ayah Devansha mau beli sesuatu, boleh???" Tanya Devansha dengan ciri khas anak kecil dan tersenyum bahagia kepada anaknya.


Deg


"Apa lagi ini tuhan,"

__ADS_1


__ADS_2