
Devano tadinya hanya akan melihat Jihan saja di Apartemen namun entah kenapa dirinya merasa iba saat melihat Jihan yang tidur sendirian tanpa satu orang pun yang menemaninya, Devano selalu berfikir bahwa Nafisha akan memakluminya jika Devano nggak pulang semalaman paling besoknya Nafisha hanya akan bertanya habis dari mana atau tidur dimana, toh jika dia pulang juga dia tidak bisa bermesraan dengan Nafisha karena ada Devansha berbeda lagi jika dengan Jihan Devano bisa bermesraan dengannya tanpa ada yang mengganggunya.
Dih outhor gedeg dengan Devano, selalu saja menyepelekan sesuatu, Ciri ciri otak ************ ya gini.
Jadi Devano memutuskan untuk menginap di apartemen nya saja dari pada pulang ke rumah, mungkin ini akan menjadi hobi Devano yaitu bermesraan Dengan Jihan meskipun belum melakukan hal yang lebih.
"Sayang kayak nya aku bakal nginep disini Dekh," Ucap Devano sambil memeluk Jihan dari belakang.
" Boleh saja, tapi bagaimana dengan mbak Nafisha,???" Jihan emang senang Devano bisa menginap dengannya karena dia tidak bisa memungkiri kalau dirinya sudah mulai jatuh cinta pada Devano, Namun dirinya juga bimbang dengan istri pertamanya yaitu Nafisha.
"Okh kalau Nafisha mah jam segini pasti lagi ngurus Devansha, lah aku kalau mau romantis romantisan dengan Nafisha itu harus cari waktu yang tepat, karena Devansha itu selalu saja membuntuti Nafisha, nah kalau disini kan kita bisa melakukan ibadah di malam panjang ini tanpa gangguan siapa pun," Ucap Devano Dengan menggebu.
"Maksud mas,"Jihan berpura-pura tidak tahu kemana arah tujuan Devano.
"Semenjak menikah kita belum melakukan malam pertama kita lo sayang," Ucap Devano.
"Jadi aku minta hak aku malam ini," Sambungnya sambil menggigit leher Jihan.
Berhalusinasi saja masing masing oke.
Tak lupa tangan Devano juga sudah masuk kedalam baju Jihan dan mengelus punggung Jihan yang halus.
"Jihan yang di perlakukan seperti itu pun tampak terbuai dan membalas apa yang Devano Lakukan hingga terjadilah Adegan
CEPAK CEPAK JEDER
"Sayang aku tanya sekali lagi apakah kamu sudah siap,???" Bisik Devano dengan suara yang sudah tak beraturan Jihan Hanya diam dan mengajukan kepala tanda dia memperbolehkan Devano untuk menyentuhnya.
"Tahan ini akan sakit sayang,"
Jleb
Jleb
Jleb
"Akhhhh shhhhh sakit," Ucap Jihan merintis sambil menangis menahan ngilu.
Setelah itu mereka melanjutkan nya hingga waktu menjelang pagi mereka melakukan nya bukan sekali akan tetapi berkali kali.
Setelah sampai di Singapura Nafisha langsung menghubungi Aldino dengan nomor barunya.
Tuttt tutt tuttt
__ADS_1
"Hallo, siapa sih ni malam malam ganggu tidur gue aja," gerutu Aldino dengan kesal pasalnya Nafisha menghubungi nya di waktu tengah malam Nafisha lupa kalau Singapure Indonesia berbeda waktu sekitar 4sampai 5jam.
"Sorry, ini aku Nafisha Aldino,"
"Hah Nafisha??? ngapain lo hubungi gue malam malam,???"
"Jangan cari Devansha dan Deren karena mereka ikut bersama denganku, dan jangan katakan apapun pada Devano jika dia menanyakan jawab saja lo gak tahu,"
"Hah lo yang bener Fisha???"
"Iya ini kita juga baru sampai di Singapure bahkan aku di sini ketemu sama mama papa mertua aku,"
"Astaga bisa perang dunia ini mah," Ucap Aldino dengan nada yang sedikit syok dan tampak tak percaya.
"Yasudah maaf ganggu tidur kamu,"
Nafisha langsung mematikan sambungannya dengan Aldino.
Sedangkan Aldino yang tadinya sedang tidur sekarang sudah tak lagi ngantuk bahkan dirinya sekarang sangat syok dengan informasi yang Nafisha berikan, alamat dia bakal kena sasaran dari Devano dan juga mama papanya Devano.
Pagi Harinya Devano pulang ke rumahnya dengan wajah yang bersinar dan senyum yang mengembang karena dia sudah puas melakukan malam panjang bersama Jihan bahkan hingga berkali kali.
Ceklek
Devano langsung saja berjalan menaiki tangga menuju kamar Devansha namun lagi dan lagi kamarnya kosong bahkan kasurnya pun sangatlah Rapi, hati Devano begitu khawatir gelisah dan juga takut bersamaan.
Devano keluar dari kamar Devansha dengan sedikit berlari berjalan menelusuri setiap sudut Ruangan namun hasilnya Nihil Devano tidak menemukan apapun.
Devano kembali lagi ke lantai atas hanya tinggal kamar nya saja yang belum dia cek hingga dia memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya.
Ceklek
Saat Devano memasuki kamarnya dia bisa melihat kamarnya begitu sangatlah Rapi bahkan seperti tidak ada penghuni di kamar ini, Devano mencoba menepis perasaannya dia membuka lemari bajunya Devano begitu terkejut saat membuka lemari karena baju dan barang Nafisha sudah tidak ada di sana bahkan surat nikah nya pun sudah tak ada.
Devano duduk di samping Ranjang sambil menarik rambutnya Frustasi.
"Arrrrggggh Nafisha lo dimana kenapa lo tinggalin gue," Teriak Devano namun saat Devano sedang kacau dia tak sengaja melihat secarik kertas yanga ada di atas laci samping ranjangnya.
Devano meraih kertas itu dengan tangan yang bergetar, perlahan dia membuka Sepucuk surat itu dan membacanya.
Assalamualaikum suamiku sayang Devano Alexander.
Aku izin pamit untuk pergi entah itu sementara atau selamanya hanya Allah yang tahu, jangan tanyakan kenapa aku pergi dengan tiba tiba bahkan untuk memberi kabar pun tidak padamu, karena sejatinya kamu yang lebih tahu alasanku pergi.
__ADS_1
Dev abinya Devansha aku hanya berpesan jangan menyepelekan hal sekecil apapun dan hargai apa yang telah kamu miliki.
Aku tidak menyesal meninggalkan kamu Dev untuk yang kedua kalinya karena aku sadar bahwa kamu masih belum berubah atau mungkin tidak akan pernah berubah.
Dev aku titip Devansha padamu, dan tolong jangan abaikan dia karena dia anakmu darah dagingmu.
Aku pamit.
Assalamualaikum suamiku.
Setelah membaca surat itu dada Devano tiba tiba saja merasakan sesak, dia tidak menduga Nafisha akan pergi meninggalkannya dengan tiba tiba terlebih alasannya yang tidak pasti.
Tanpa berfikir panjang Devano keluar dari rumahnya menjalankan motor Sport nya menuju bascam Arion karena hanya mereka lah tempat Devano berkeluh kesah.
Brum
Brum
brum
Ckit
Devano memarkirkan motornya di samping motor yang lain.
Brak
Devano membuka pintunya dengan kasar.
"Baru ingat pulang lo Dev???" Tanya Devan Dengan Nada ketus dan juga wajah yang tidak bersahabat.
"Apa maksud lo Van gue nggak ngerti,???" Tanya Devano.
"Kemana aja lo semalam hah gue hubungi lo berkali kali, tapi nggak di angkat, gimana malam pertama dengan istri baru lo lancar, puas lo sekarang???," Teriak Devan Pada Devano.
"Diam itu bukan urusan lo anjing," Bentak Devano karena dirinya tersulut emosi.
"Bagus, lo sudah membela istri baru lo, sedangkan kita dari malam itu sangat panik dan menghawatirkan anak lo , tapi ayahnya sendiri bahkan tidak ada raut khawatir sedikit pun," Jawab Devan dengan Nada yang naik berapa oktap bahkan matanya menyiratkan kekecewaan.
Deg
"Ma-Mak-Sud Lo-???"
"Iya??? kenapa???? kaget,??? baru nyadar lo,???" Ucap Aldino dengan Nada mengejek Devano dan pergi meninggalkan nya begitupun juga Dengan Devan.
__ADS_1
"Gue kecewa sama lo Dev,"