Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Suasana di Rumah sakit


__ADS_3

Setelah kejadian itu Nafisha buru buru di bawa ke rumah sakit terdekat bahkan semua orang yang ada di sitcuit saking membantu untuk membawa Nafisha ke rumah sakit.


Sesampainya Di koridor rumah sakit Devano langsung berlari sambil menggendong Nafisha, dan berlari tenggang tanggung karena begitu panik bahkan Devano sudah berteriak seperti orang gila.


"Suster dokter tolong," Tetiak Devano yang membuat para dokter dan suster langsung saja keluar dari ruangan nya.


Suster yang melihat Nafisha sudah berlumuran darah pun langsung mendorong blangkar dengan sedikit berlari menghampiri Devano.


"Pak maaf itu pasien nya baringkan Di sini," Ucap suster tersebut, Devano yang mendengarkan pernitah suster langsung saja menuruti perintahnya.


Suster tersebut berlari kecil sambil mendorong blangkar yang terdapat Nafisha di sana, Sesampainya di ruang UGD pintu itu langsung di tutup oleh suster tersebut.


"Maaf Pak bapak tidak boleh masuk,"


"Tapi itu istri saya suster bagaimana???


"Tenang Pak kami akan segera memeriksa istri anda," Ucap suster tersebut menenangkan Devano.


"Baiklah suster,"


Sedangkan Novia begitu panik saat mengetahui Adiknya masuk rumah sakit bahkan dirinya langsung saja mengendarai mobilnya dengan begitu ugal ugalan untung saja Devansha saat ini masih di Caffe bersama dengan Bagas.


Saat sudah di Depan rumah sakit Novia langsung turun dan berlari menuju ruang pendaftaran.


"Maaf suster pasien penusukan atas Nama Nafisha di ruangan mana???"


"sebentar ya bu," Suster tersebut langsung memeriksanya.


"Atas nama Nafisha Azzahra sekarang sedang berada di ruang oprasi,"


" Baiklah terima kasih suster," Novia langsung berlari kearah ruang oprasi tanpa menunggu jawaban suster tersebut.


Sesampainya Di depan ruang oprasi Novia melihat satu laki laki yang sedang berdiri mundar mandir di depan ruang oprasi.


"Maaf apakah anda yang mengantarkan Pasien yang di depan," Kata Novia.


Devano yang mendengar orang yang menyapa nya langsung melirik kearah orang tersebut.

__ADS_1


"Nafisha," Teriak Devano.


"Maaf anda siapa??"


"Aku Devano suami kamu Fisha sayang apakah kamu sudah lupa sama aku,??" Tanya Devano dengan Nada yang memelas.


Sedangkan Novia yang mendengar ucapan Devano langsung terkejut namun satu detik kemudian Novia langsung melotot tak percaya.


Plak


Novia menampar wajah Devano dengan keras hingga menyisakan gambar tangannya di pipi Devano.


"Jadi kamu yang Namanya Devano???"


"Iya,"


"Dasar laki laki brengsek, gue minta lo jangan usik hidup kembaran gue lagi bangsat," Teriak Novia sambil marah marah pada Devano.


Sedangkan Devano begitu syok saat ini, Devano saat ini begitu bingung mana Nafisha yang asli, karena Setahu Devano Nafisha tidak punya kembaran.


Saat Devano dan Novia sedang bertengkar Deren datang sambil berlari kearah mereka berdua.


"Nafisha masih di dalam hiks," Ucap Novia sambil menangis, dia tidak sanggup saat mendengar Nafisha kena tusuk.


Deren yang melihat Novia begitu terpukul langsung saja menariknya kedalam pelukannya.


"Sttt, Nafisha bakalan baik baik saja, dia wanita yang kuat bahkan waktu oprasi di Singapura juga Nafisha begitu kuat," Ucap Deren.


Sedangkan Devano yang mendengar penuturan Deren langsung terdiam di tempat.


"Gue suami yang gak berguna, bagaimana bisa gue nggak tahu kalau Nafisha di oprasi di Singapura," Gumamnya dalam hati dengan menyesali perbuatan nya.


"Stttt, Awwwwhhhh Deren sakit," Novia langsung saja meraba perutnya sambil meringis menahan tangis.


"Sttt, akh Sakit," Teriak Novia.


Novia tiba tiba saja merasakan sakit yang begitu dalam dalam perutnya hingga dirinya meringis untuk beberapa kali, Novia juga bingung padahal Pas tadi datang ke sini Novia tidak merasakan sakit apa apa, Novia merasakan sakit seperti sebuah tusukan dan juga kulitnya serasa di belah dan di jahit.

__ADS_1


Devano dan Deren begitu panik saat Novia tiba tiba merasakan sakit hingga Deren memutuskan untuk memanggil Dokter.


"Dokter tolong," Teriak


Deren.


Kebetulan pada saat Novia merasakan sakit perut yang begitu hebat, Ada dokter yang sedang berjalan kearah mereka.


"Ada apa???" Tanya sang dokter.


"Saya tidak tahu dok, tiba tiba saja teman saya mengalami sakit yang luar biasa," Deren mencoba menjelaskan apa yang Novia rasakan.


"Baiklah kalau begitu mari kita bawa mbaknya keruang perawatan," Kata sang Dokter, Novia di papah oleh Deren dan juga Devano, meskipun sampai sekarang Devano bertanya tanya siapa Novia itu.


Sesampainya Di ruangan Rawat inap Novia langsung di periksa oleh dokter tersebut, Namun Anehnya Dokter sedikit keheranan pasalnya Novia tidak ada gejala apa apa bahkan Novia di nyatakan sehat.


"Bagaimana bisa dok, buktinya teman saya mengalami sakit yang luar biasa di daerah perutnya," Deren begitu tak habis fikir dengan ucapan sang dokter.


"Mbak apakah mba mempunyai saudara kembar,???" Sang dokter bertanya dengan hati hati.


"Iya saudara saya sedang menjalani oprasi karena mengalami insident penusukan tepat di perut saudara kembar saya,"


"Okh kalau begitu berarti mbak itu bisa merasakan apa yang saudara kembar mbak rasakan, dan hal itu sudah terbiasa bagi saudara kembar," Ucap sang dokter dengan sangat santai.


"Apa???" Teriak Deren.


"Berarti dia tidak kenapa napa dok,???" sambungnya.


"Tidak, nanti juga akan reda dan hilang sendiri rasa sakit nya jika kembarannya sudah tidak merasakan sakit," Tutur sang dokter.


Jika di rumah sakit Devano dan Deren sedang panik, Beda lagi dengan Aldino dan anak anak lainnya termasuk anak Black Davil yang sama halnya menghawatirkan Queen nya.


Bahkan mereka semua berlari dengan berbondong Bondong menuju ruang Oprasi Nafisha.


Mereka Nampak gelisah saat melihat lampu hijau masih menyala di ruang oprasi menandakan bahwa oprasi masih berjalan.


Devansha yang sedari tadi diam saja langsung menangis saat tahu kalau yang berada di ruang oprasi itu adalah Nafisha, Devansha begitu bersalah pada Uminya karena sebelum uminya pergi Devansha memohon untuk bertemu dengan Abinya, Entahlah Devansha juga tidak tahu dengan dirinya, Karena meskipun Devansha itu jenius dan mengerti pembicaraan orang Dewasa akan tetapi Devansha tetaplah anak kecil yang baru berumur Empat tahun, Devansha juga sama halnya dengan anak pada umumnya yang ingin slalu di manja dengan kedua orang tuanya bukan untuk mengurus Mall dan Caffe yang sudah jadi tanggung Jawabnya sekarang, Karena niat perceraian Nafisha dan Devano Devansha di tuntut menjadi anak yang mandiri dan pekerja keras di umur yang masih sangat belia, mungkin kata belia itu tidak cocok untuk Devansha karena sejatinya Devansha tetaplah anak yang masih balita pada umumnya dengan segala kelebihannya.

__ADS_1


Devansha sadar dan tidak keberatan atas semua itu cuman Devansha hanya merasakan sakit hati pada abinya yang tega dan terang tegangan mengenalkan Jihan sebagai umanya.


__ADS_2