Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Malu


__ADS_3

Di pagi harinya Devano bangun terlebih dahulu karena suara jam Weker yang berada di atas kepalanya terus saja berbunyi,


" Duh berisik amat sih perasaan gue gak punya jam Weker dekh," Ucap Devano sambil mengerjap ngetjapkan matanya.


Devano melirik sekilas kearah jam Weker yang menunjukan pukul 4 pagi,..


"Waktunya shalat subuh ternyata," Ucap Devano yang belum sadar akan dirinya yang tidak menggunakan sehelai benang pun.


Devano baru saja akan membuka selimutnya akan tetapi Devano langsung mengalihkan pandangannya kearah seseorang yang sedang tertidur dengan pulas di sampingnya.


"Nafisha, apa yang telah terjadi kenapa aku bisa tidur dengannya," Ucap Devano sambil mengingat ngingat apa yang baru saja terjadi pada dirinya.


Hingga Sepintas Devano bisa melihat bahwa dirinya di berikan obat perangsang oleh Vania, dan Devano juga mengingat Adegan tadi malam saat dirinya bercinta dengan Nafisha.


Devano mengulum senyumnya," Makasih Nafisha," Gumam Devano.


Devano langsung turun dari ranjang dan memungut semua pakaiannya yang berserakan di lantai lalu dia memakainya.


Setelah itu Devano membangunkan Nafisha.


"Fisha bangun ," Ucap Devano sambil menyentuh Pipi Nafisha dengan tanganya.


"Eggggghhhh,"Lenguhan Nafisha membuat Devano tersenyum.


"Bangun Sayang waktunya shalat subuh," Ucap Devano Dengan Gemas kepada Nafisha.


Sedangkan Nafisha saat ini masih asik mengucek matanya.


"Jangan di kocek nanti memetah," Ucap Devano sambil tangannya memegangi tangan Nafisha yang masih mengucek matanya.


"Bangun yuk, kita shalat subuh," Ucap Devano lembut.


"Ngantuk," Jawab Nafisha dengan Nada manja.


"Masih ngantuk atau kecapean karena tadi malam,???" Tanya Devano kepada Nafisha.


Seketika Nafisha langsung menarik selimutnya untuk menutupi wajahnya dan menengelamkan wajahnya di bawah selimut,.


"Hei kok di tutup sih mukanya,Ayo bangun Fisha kita shalat subuh," Ucap Devano sambil menarik selimut yang menutupi muka Nafisha akan tetapi selimut itu Nafisha pegang erat erat dari dalam.


"Nafisha langsung membuka selimutnya dengan senyum malu malu," Dev ikh jangan gitu,"


"Kenapa Hmmm,"


"Malu," Jawab Nafisha dengan menenggelamkan kembali wajahnya di balik selimut.


"Kenapa malu Hmmm bahkan semalam...."

__ADS_1


"Dev ikh,"


"Bahkan Semalam aku sudah tahu semuanya Fisha,"


"Devano," Teriak Nafisha.


"Bangun gih sebentar lagi waktu subuh akan habis ayo kita mandi," Ajak Devano sambil menggoda Nafisha.


"Kamu aja duluan Dev,"


"Hmmm baiklah," Devano langsung masuk kedalam kamar mandi namun baru juga beberapa detik Wajah Devano nongol di balik pintu.


"Fisha yakin nih gak mau nemenin aku mandi dingin tahu," Goda Devano Entah sejak kapan Devano bisa bersikap Lemah lembut dan suka menggoda Nafisha.


"Dev Ikh nyebelin," Ucap Nafisha sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tanganya.


"Menggemaskan," Bathin Devano.


Setelah Devano selesai mandi baru lah Nafisha masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sudah lengket dengan keringat.


Sedangkan Devano yang baru saja keluar kamar mandi terus saja mengembangkan senyumnya seperti sedang mendapat lotre saja, di tambah lagi saat dirinya melihat Di atas ranjang terdapat bercak darah yang berceceran membuat Devano seperti orang gila yang sebyam senyum sendiri.


Setelah itu Devano mengganti Dengan Sprai yang baru tak lupa dia juga mencuci sprai kotor nya itu.


"Devano," Teriak Nafisha.


"Dev sakit," Rengek Nafisha saat mencoba berjalan akan tetapi baru saja satu langkah srlangkangannya terasa linu dan sakit.


Devano yang melihat Nafisha seperti itu jadi tak tega langsung saja dia mengangkat tubuh Nafisha dengan ala Brige stile menuju ranjang.


"Masih sakit,"


"Hmmm,"


"Dev terus bagaimana aku sekolah,???" Tanya Nafisha.


"Tenang aku akan izinkan kamu okey,"Ucap Devano menenangkan istri kecilnya itu.


"Baiklah kalau begitu.,"


"Kamu baring aja dulu aku beli obat dulu keapotik untuk mu," Ucap Devano yang hanya dibalas anggukan oleh Nafisha.


Sedangkan di kelas tampak begitu Heboh siapa lagi jika bukan anak geng arion.


"Jun si bos semalam kasian banget ya," Ucap Aldino.


"Okh iya keadaannya gimana sekarang," Tanya Deren.

__ADS_1


"Gua baik baik saja," Ucap Devano dari belakang anak Arion.


"Gila lo bos kenapa bisa terjadi hal yang seperti itu," Tanya Deren.


"Gue juga gak tahu, tapi kalian harus bantu gue buat balasan dendam ke Vania,"


"Oke bos.,"


"Anjir bos ini kenapa kok banyak tanda merah gini sih di leher lo," Ucap Aldino penasaran.


"Digigit," Jawab Devano dengan santai dan tanpa rasa bersalah.


"Hah kok bisa seperti itu,???" Tanya Deren.


"Astaga Dev teman lo tuh polos atau pura pura polos sih heran gue," Ucap Arjuna.


"Okh iya Jun tolong kasih tahu pada Hazel kalau Nafisha hari ini gak masuk sekolah,"


"Oke,"


"Kayaknya sebentar lagi gue bakal punya ponakan yang lucu," Bisik Arjuna Tepat di telinga Devano.


"Arjuna awas lo ya," Ucap Devano.


"Dev,"


"Hmmm,"


"Lo kenapa ini kok banyak tanda merah gitu di leher lo," Tanya Vania dengan tak tahu malunya.


"Gak papa kok,"Ucap Devano Dengan santai, akan tetapi Vania bukan orang bodoh dan dia tahu tanda apa itu.


"Dev lo kok dinginnya sama gue apa salah gue,??" Tanya Vania seolah olah dia tidak tahu apa apa.


"Cih munafik lo Vania untung saja gue nggak tergoda oleh lo," Ucap Devano dalam hati.


"Gak papa kok, okh iya gue minta putus dari lo karena sebentar lagi gue akan di jodohkan oleh kedua orang tua gue," Ucap Devano sambil melangkah pergi meninggalkan Vania.


"Sial gagal Rencana gue,"


Sedangkan Hazel yang sedang saling tukar pesan dengan Ajuna pun tampak tersenyum tertawa bahkan cemberut.


Karena semenjak kejadian malam tadi, Arjuna terus saja ngebut minta nikah kepada Hazel apalagi saat Arjuna mendengar ******* Devano dan Nafisha yang tak sengaja dia dengar, bukan tak sengaja tepatnya tadi malam mereka tidak langsung pulang dari apartemen Devano, mereka menunggu beberapa saat di depan pintu masuk apartemen Devano Arjuna penasaran apa yang akan Devano lakukan tapi diluar Prediksi Devano terus saja mendesah di ruang tamu bersama Nafisha sebelum mereka pindah kedalam kamar Nafisha.


Membuat muka Hazel dan Arjuna terlihat begitu merah padam, saat mendengar suara laknat yang di keluarkan oleh Devano dan Nafisha.


Hingga lama kelamaan Arjuna mengajak Hazel pulang karena di takut terpancing dan akan melakukan hal yang tidak tidak kepada Hazel, bahkan saat mau mengantarkan Hazel pulang pun Arjuna sempat menyerang bibir Hazel hingga tangan nya akan yang sudah berkeliaran dimana mana untung saja saat itu mereka melakukannya di mobil, bahkan Tangan Arjuna pun sudah masuk kedalam segitiga permuda milik Hazel, Sedangkan Hazel yang di perlakukan seperti itu malah mendesah pelan saat tangan Arjuna memainkan sesuatu di bawah sana hingga Hazel orgasme, akan tetapi setelah itu Hazel langsung sadar dan menghentikan Aktifitas Arjuna yang akan membuka celana nya, membuat Arjuna pusing tujuh keliling, dan pusing nya itu tak main main loh pala bawah dan pala atas sama sama pusing.

__ADS_1


__ADS_2