
Akh jika sudah begini pasti Nafisha mendapat masalah baru dan pasti berurusan dengan geng Devano.
"Dev sayang ayo kita makan," Ucap Vania.
"Hmmm," Devano langsung mengangkat tangannya dan menyuapkan makanannya kedalam mulut Vania.
Arjuna yang melihat tingkah Devano dan Vania sangatlah muak.
"Dev lo sudah keterlaluan," Ucap Arjuna dalam hati.
"Aaa Sosweet banget Devano dengan Vania,"
"Mau dong di suapi Devano,"
"Aaa Vania yang di suapi tapi aku yang baper,"
Begitulah teriakan teriakan anak cewek di kantin.
Nafisha yang mendengarkan teriakan teriakan semua wanita hanya menahan geram, meskipun Nafisha menikah dengan Devano hanya karena perjodohan akan tetapi Nafisha juga tidak mau jika miliknya kagumi dengan secara berlebihan.
"Dev kamu tega sama aku, bila kamu tidak bisa menerima aku tapi setidaknya kamu menghargai perasaan aku," Ucap Nafisha dalam hati.
"Fisha," Lirih Hazel.
"Aku gak papa kok Zel," Jawabnya.
"Kalian pada kenapa sih,???" Tiara heran dengan dua sahabatnya yang bicara nggak jelas.
"Gak papa," Jawab keduanya.
Baru juga Hazel akan angkat suara, akan tetapi dering handphone milik Nafisha mendahului nya.
Kring Kring Kring
Di sana tertera atas nama bagas Black Devil.
Nafisha yang melihat nama itu langsung saja menekan tombol hijau.
"Hallo Queen sekarang lo di mana ??? bahkan beberapa hari lo gak masuk sekolah," Ucap Bagas yang terdengar begitu Khawatir.
"Maaf aku lupa ngasih tahu kalian kalau aku saat ini sedang di Jakarta,"
"Ngapain Queen???" Bagas begitu heran dengan Nafisha yang berada di Jakarta sekarang, Pikirannya sudah kemana mana.
"Aku sekolah di Jakarta sekarang Gas,"
"Hah Kamu pindah sekolah Queen??? kok mendadak banget sih, Trus Black Davil gimana???" Tanya Bagas yang penasaran dengan pertanyaan yang beruntun.
"Hehehe maaf soalnya nggak sempat dan mendesak, kalau masalah Black Davel, Aku serahkan posisi ketua kepada kamu Gas, Soalnya mana mungkin aku bisa ngurus kalian sedangkan aku aja di Jakarta." Ucap Nafisha sendu.
"Nggak Queen, aku nggak mau jadi ketua pokoknya gue maunya lo Queen yang jadi ketuanya, bahkan anak anak pun pada nanyain lo kemana???? gue harus jawab apa Queen?" Ucap Bagas frustasi.
"Maaf," Ucap Nafisha yang menahan tangis.
Sebenarnya Nafisha juga sangatlah sedih karena mereka membangun Black Devil itu sudah bertahun tahun, dari mulai nol hingga sekarang terkenal seantero bandung dan di takuti oleh geng geng lainnya di bandung.
"Baiklah kalau begitu pokoknya kita harus sama sama, aku dan anak anak akan pindah sekolah ke Jakarta titik," Ucap Bagas tak mau di bantah.
"Jang-"
Tuttutt tuttuttt
Sambungan di matikan sepihak oleh Bagas.
__ADS_1
"Bagas Gas Bagas," Teriak Nafisha hingga semua orang menatap kearahnya, sedangkan Nafisha hanya diam acuh dan cuek saja.
"Sial," Umpat Nafisha.
"Argggghhhhh," Teriak Nafisha sambil melemparkan ponselnya di atas meja.
Devano dan empat teman lainnya menatap Nafisha dengan Heran.
"Kenapa Dia,???" Tanya Devan yang slalu penasaran.
"Mana gue tahu Van, orang dia tiba tiba aja Teriak teriak kayak maling," Timpal Aldino.
"Sedangkan Arjuna dan Devano diam saja akan tetapi mereka saling pandang satu sama lain hingga keduanya mengedikan bahunya, pertanda tidak tahu.
"Ck, ada masalah mungkin.," Jawab Deren yang sedari tadi diam aja.
Setelah mendengar jawaban Deren semua orang terdiam termasuk Vania yang sedari tadi bermanja terus kepada Devano.
"Dev Nanti malam ada balapan liar di tempat biasa," Ucap Devan yang sedang membaca pesan Chat tentang pertandingan balap liar.
"Berapa???"
"Hadiahnya 2 miliar,dan dilakukan jam Sebelas malam."
"Hmmm,"
"Jadi gimana ikut,???" Tanya Devan dan hanya di angguki oleh Devano.
"Oke,"
Malam Harinya Nafisha sudah siap dengan baju tidurnya sedangkan Devano sudah Rapih dengan baju santainya dan tak lupa jaket kebanggaan Ketua Geng Arion.
"Dev kamu mau kemana???"
"Bukan urusan lo, okh iya gue mungkin bakal balik nanti subuh jadi jangan tungguin gue, urus saja diri lo sendiri," Jawabnya dengan ketus sambil melangkah keluar dari apartemennya.
Sedangkan Nafisa hanya bisa menghela nafas, Baru juga satu hari tidur satu atap dengan Devano akan tetapi Nafisha merasa sudah satu abad dengan nya.
"Semoga kamu slalu di beri keselamatan dimana pun kamu berada Dev," Ucap Nafisha saat melihat punggung Devano yang menghilang di balik pintu.
Brum
Blum
Blum
Ckitt
Suara motor Devano terdengar begitu nyaring.
"Hah Dev lo datang juga ternyata," Ucap Aldino.
"Hmmm," Jawab Devano.
"Ck, gini nih jika harus ngomong sama kulkas," Gerutu Devan dengan kesal.
"Bro udah siap, ayo waktu mulai balap lima menit lagi " Ucap Deren.
"Ya," Devano mengikuti Deren sambil membawa motornya.
Semua orang sudah berbaris dan kebetulan hari ini ada pembalap baru yang mengikuti balapan yaitu Bagas anggota Black Devil dari Bandung.
Setelah semuanya berkumpul MC mulai memanggil perwakilan anggota ngengnya satu persatu,.
__ADS_1
"Selamat datang kembali di acara balapan malam ini, wow suasana di sircuit malam ini begitu meriah apalagi King Racing kita turun tangan sendiri, Namun malam ini lebih meriah lagi karena anggota Black Davil turun mengikuti balap liar ini di sini sekarang,"
"Wow mengejutkan, Siapa yang tidak mengetahui Gang Black Davil yang sangat di takuti di Bandung,"
"Tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah Black Davil itu di ketuai seorang Queen Racing,"
"Baiklah kita mulai sekarang,"
Satu wanita sudah berada di tengah tengah dan mengacungkan bendera keatas.
Siap
satu
Dua
Tiga
Bendera tersebut di lepaskan ke atas.
Mulai....
Satu persatu motor dari perwakilan geng mereka mulai menjalankan motornya,
Untuk kali ini Balap liar ini hanya dilakukan satu putaran dengan bonus 2 milyar di putaran pertama ada Kevin geng Kapak merah di susul Devano di urutan kedua dan Bagas di urutan ketiga, sudah biasa di arena jika terdapat salip menyelip untuk menjadi yang pertama sampai di Finish makanya tak heran jika mereka mengejar satu sama lain, nama nya juga balapan....
Garis Finish sudah terlihat dari jarak 200 kilometer ,mereka bahkan menambah kecepatan laju motornya untuk segera sampai di garis itu,
Hingga
Brum
Brum
Brummm
Suara motor mereka bersahutan melajukan motornya lebih cepat untuk segera sampai di garis Finish itu,
Riuhnya suara bersahutan untuk menseport idola nya masing masing.
Devano
Devano
Devano,
Kevin kamu bisa kevin
Awalnya Kevin yang memimpin di urutan pertama akan tetapi tinggal beberapa kilometer lagi Devano bisa menyelipnya disusul oleh Bagas namun meskipun begitu Devan tetaplah lebih unggul hingga Devano memenangkan balap liar malam ini.
"Yey Devano menang" Sorak semua penonton yang di sana.
Devano langsung turun dari motornya dan di sambut oleh MC dan juga teman temannya.
"Selamat Bro lo menang lagi," Ucap Aldino dan lainnya.
"Selamat Devano untuk hadiahnya segera kirimkan nomor rekeningnya, "Ucap panitia kepada Devano.
"Hmm,"
"Baik Guys untuk balapan malam ini pemenangnya tetap King Racing yang belum ada yang mengalahkan nya,"
"Wah King emang jago pantas jika di juluki King Racing," Ucap salah satu penonton dan masih banyak ucapan lainnya.
__ADS_1