Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Launcing mall Devasha dan Baby Devano 2


__ADS_3

Pesawat yang di tumpangi keluarga Alexander pun tiba di Amerika dengan selamat pukul 6 pagi.


Disana keluarlah satu pasangan suami istri siapa lagi jika bukan Arini dan Dion Alexander Mereka berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan untuk membawanya ketempat Indri adik dari Dion Alexander.


Sesampainya disana Hanya keheningan yang ada terlebih waktu masih jam 6 pagi, namun saat mereka sampai di pintu depan mereka berdua bisa mendengar suara bayi yang sedang menangis kencang, Mama Arini dan Papa Dion pun saling tatap satu sama lain hingga akhirnya mereka memutuskan untuk masuk kedalam mansion itu karena dia tahu kata sandi pintu tersebut.


Brak


Pintu terbuka dengan lebar disana Arini dan Dion bisa melihat Nafisha yang sedang menenangkan Anaknya sedangkan Indri sedang membuatkan susu untuk anak Nafisha.


"Om," Teriak Olivia uang baru saja turun dari lantas atas.


Semua orang di sana langsung menoleh kearah dimana mata Olivia tuju termasuk Nafisha.


"Kakak, mama, papa," Tetiak Indri Dan Nafisha bersamaan.


Sedangkan Arini umyang sudah tak sabar menggendong bayi pun langsung mendekat kearah Nafisha.


"Fisha mama merindukanmu," Ucap Mama Arini sambil memekuknya dari samping.


"Wah Baby nya lucu kayak mamanya," Teriak mama Arini di samping Nafisha yang sedang merangku Babynya.


"Sayang mama, boleh memangkunya,??" Tanya mama Arini dengan benar bahagia dan begitu antusias.


"Tentu," Ucap Nafisha sambil menyodorkan Baby nya untuk di gendong oleh oma nya.


"Fisha sayang, kita pulang sekarang nak," Ucap Papa Dion Dengan lembut.


"Baik pa, " Ucap Nafisha karena dia juga sudah ingin pulang dan bertemu dengan Devano yang dia rindukan.


Nafisha langsung saja membereskan baju bajunya yang ada di sana dan memasukannya kedalam koper,"


"Ayo pa," Ajak Nafisha.


"Dih baru datang udah mau bawa pulang anak ku saja kamu mas," Ucap Indri dengan mata yang mendelik.


"Iyalah aku kan merindukan Nafisha dan cucu ku," Jawab Dion dengan Nada mengejek.

__ADS_1


"Trus kapan kamu akan pulang Dri??" Bukan Papa Dion yang bertanya melainkan Mama Arini.


"Akh aku masih betah di sini Rin,"


"Jikh kamu mah alesan aja,"


Di Indonesia Devano dan teman temannya sedang mengurus persiapan launcing mall Devansha bahkan karena sangat sibuk nya Devano sampai tidak bisa memegang handphone.


Begitu juga dengan teman temannya bahkan anak Black Davil dan Arion saja sudah dua hari tidak tidur sam sekali.


"Huh lelah sekali," Ucap Xavier yang sedang merebahkan badannya di sofa.


"Iya Anjir badan gue ini terasa patah patah," Bara menyaut ucapan Xavier.


Dua minggu berlalu.


Nafisha sudah berada di Indonesia sekitar satu minggu yang lalu namun tidak ada yang mengabari Devano saat Nafisha kembali ke Indonesia.


Hari yang di tunggu tunggu pun tiba.


"Nafisha kamu kenapa nak mundur mandir gak jelas kek gitu," Tanya papa Nafisha.


Ya Nafisha pulang dari Amerika keindonesia namun tepatnya bukan ke rumah meruanya melainkan kerumah ayahnya.


"Yah besok Devano ada acara Nafisha beri kado apa ya buat Devano,"


"Jikh kamu bingung, heh kamu kan udah punya Devano Junior, ya kasih aja dia buat kejutan toh dia juga kaga tahu kamu pulangkan???" Tanya ayah Nafisha.


"Hehehe iya ayah," Nafisha menjawab ucapan ayahnya dengan cengengesan.


Nafisha sudah menceritakan bahwa dia baru pulang dari Amerika tapi Nafisha tidak menceritakan kalau hubungannya tidak baik baik saja, Nafisha hanya beralasan kalau dirinya ngidam ingin ke Amerika, karena tidak sepatutnya Nafisha menceritakan keadaan rumah tangganya kepada papanya maupun Kakanya.


Besok harinya suasana di mall Devansha sudah banyak orang yang berkumpul karena sebentar lagi launcing mall Devansha akan resmi di buka hari ini.


"Baiklah, saya mengucapkan terima kasih kepada tamu undangan yang sudah datang di mall kami yang sebentar lagi akan resmi dibuka," Ucap Xavier yang mendadak jadi MC.


"Baiklah langsung saja kita panggil pemilik Mall ini yaitu Devano Alexander," Lanjut Xavier.

__ADS_1


Devano yang di panggil pun langsung saja maju kedepan dengan di samping kedua orang tuanya dan kakaknya Arjuna, karena Louncing mall Devansha sengaja Devano memilih hari minggu supaya semua keluarganya bisa hadir, namun Dalah hatinya dia begitu bersedih karena Nafisha istrinya hingga sampai saat ini tidak ada kabar sama sekali.


"Baiklah dengan ucapan Bismilah Mall Devansha hari iniredmi saya buka," Ucap Devano sambil menggunting pita yang sudah di garis panjang dan di gunting menjadi dua.


Semua orang mengucapkan selamat kepada Devano untuk pembukaan mall pertama dirinya.


"Selamat Dev, moga sukses dan bercabang ya Dev mall nya, dan tahun Devan kamu sudah mempunyai cabang baru," Ucap teman teman Devano kepada Devano.


""Dev,"


Devano yang mendengar suara itu langsung menatap kepada seseorang yang sedang berdiri di hadapannya, dia seakan syok dengan kedatangan seseorang yang mirip dengan Nafisha, namun Devano menggelengkan kepalanya pelan, karena mana mungkin Nafisha membawa bayi sedangkan Saat Nafisha pergi Devano belum tahu kalau Nafisha hamil.


"Tidak dia bukan Nafisha," Gumam Devano.


"Devano Alexander," Wanita itu memanggil kembali Nama Devano bahkan dengan lengkap.


"Na-Fi-Sha," Ucap Devano dengan gugup,


"Iya," Ucapnya sambil tersenyum pada Devano.


"Fis-Ha I-Tu Ba-yi Si-A-pa???" Devano berbicara dengan nada terbata karena dia kaget saat adanya Nafisha di launcing mall Devasha, namun bukan itu yang membuat Devano berbicara gugup melainkan Nafisha datang dengan membawa Seorang bayi laki laki, Devano sudah berfikir yang tidak tidak tentang Nafisha.


Nafisha tersenyum pada Devano dan menatap mata Devano sebentar," Dia anak aku Dev," Ucap Nafisha dengan maksud terselubung dan sekali kali lah Nafisha mengerjai Devano.


"APA???" Devano syok bahkan badannya sudah luluh kelantai dengan fikiran yang kosong.


" Sedangkan semua temannya begitu prihatin yang melihat Devano begitu hancur saat mereka tahu bahwa Nafisha sudah punya anak, bahkan mereka masih menerka dan bertanya tanya anak siapa yang Nafisha bawa.


"Fisha sayang itu bayi siapa???" Ucap Bagas yang menghampiri Nafisha.


"Ini anak aku gatengkan," Jawab Nafisha dengan Nada yang menggoda.


"Anjir penerus Black Davil ini lucu banget, boleh gue gendong???" Tanya Bagas dengan mata yang berbinar yang tak lepas memandang wajah bayi mungil yang terus tertawa padanya.


"Boleh," Nafisha memberikan Baby nya kepada Bagas.


Devano yang melihat Nafisha begitu bahagia hatinya merasa sesak bahkan dia tidak rela kalau Nafisha mempunyai anak dari orang lain, dih Devano suudzon saja, tidak tahu saja kalau itu adalah baby Devano Junior

__ADS_1


__ADS_2