Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Pengganggu


__ADS_3

"Sayang, nanti kalau Devansha udah tidur kita main jungkat jungkit ya," Ucap Devano sambil menekuk Nafisglha dari belakang tak lupa dia juga menciumi Pipi Nafisha.


"Iya Abi, nanti tunggu dulu Devansha tidur ya, sabar," Nafisha tak habis fikir dengan suaminya yang tak mau kalah dengan anak nya sendiri.


Ya setelah kejadian di bascam Arion Nafisha dan Devano memutuskan pulang ke rumahnya, bukan lagi apartemen ya soalnya Nafisha dan Devano sudah membeli rumah sendiri sekitar satu tahun yang lalu.


Cup cup cup


"Tidur sayang," Ucap Nafisha kepada Devansha supaya cepat tidur dan mempok pok pantatnya.


"Umi temenin," Rengek Devansha kepada Nafisha yang setengah sadar namun dia masih mampu mendengar dengan baik.


"Iya sayang Umi di sini," Ucao Nafisha yang terus saja mengayun Devansha.


10 menit kemudian Devansha tertidur Dengan pulas padahal waktu masih menunjukan jam setengah delapan malam, namun mungkin karena Devansha tadi terlalu lelah bermain makanya gampang untuk tidur.


Sedangkan Devano yang tahu bahwa Devansha sudah tidur langsung saja berbisik di telinga Nafisha, untuk mengajak jungkat jungkit di Ranjang atau ibadah panjang didalam hari untuk mereka berdua.


"Sayanv ayo Mumpung Devansha sudah tidur," Bisik Devano pada Nafisha.


"Sedangkan Nafisha hanya pasrah saja saat dirinya di tarik oleh Devano menuju kamarnya.


Sesampainya Di kamar Nafisha meminta 5 menit untuk bersiap dan Devano pun mengijinkannya.


Setelah bersiap Nafisha langsung keluar dari kamar mandi dengan memakai lingerie yang berwarna merah dan kebetulan itu Lingerie kesukaan Devano.


"Sayang kamu cantik sekali," Ucap Devano sambil berjalan mendekati Nafisha dan tak lupa dia juga menumbuhkan Nafisha.


"Akh Dev," Suara ******* Nafisha lolos begitu saja karena tangan Devano yang nakal meraba kemana mana, Devano yang mendengar ******* istrinya pun semakin bergairah dan tambah bernafsu untuk mengungkung Nafisha di bawah kungkungannya.


Sebelum di masukannya Junior Devano mereka melakukan proreplay terlebih dahulu untung merangsang satu sama lain,


( Imajinasinya fikirkan sendiri sesuai haluan masing masing).


"Sayang aku udah nggak kuat," Rengek Devano Dengan mata sayu yang sudah di penuhi kabut gairah.


"Akh masukin sekarang ya sayang," Devano meminta Izin kepada Nafisha terlebih dahulu.


Nafisha hanya bisa fasrah dan menuruti apa Yang Devano mau toh ini juga ibadah dan sama sama menikmati.


Jleb

__ADS_1


Jleb


"Akh sayang kamu tetap saja sempit dan menjepit," Suara Devano tertahan karena merasakan kenikmatan dan sesuatu yang menjepitnya membuatnya sesak sekaligus nikmat.


Devano mulai memaju mundurkan dan menggoyangkan pinggulnya sedanfkan Nafisha berusaha mengimbangi Devano hingga keduanya sama sama merasakan kenikmatan.


"Akh sayang sebentar lagi aku akan keluar," Ucap Devano.


"Iya Bi," Jawab Nafisha dengan Nafs terengah engah hingga.


Brakkk


"Umiiiii Devansha takut," Teriak Devansha setealh membuka pintu kamar Nafisha


Devano dan Nafisha keduanya sama sama melotot tak percaya hingga Nafisha langsung saja mendorong Devano, Untung saja saat itu lampu di kamar Mereka di matikan hanya cahaya Lampu tidur saja yang remang remang kalau tidak, bisa malu mereka berdua di hadapan Devansha.


"Nafisha langsung saja bangun dan memakai baju nya dengan terburu buru.


" Untung saja nggak ketahuan tuh bocah," Gumam Nafisha Dengan pelan.


Setelah memakai baju Nafisha langsung menghampiri Devasha yang berjalan menghampirinya dengan maya terpejam.


"Ekh ternyata ni anak ngelindur,"


"Akh nanggung ini, dasar Anak curut," Gerutu Devano dengan pelan.


Terpaksa Devano menyelesaikan nya di kamar mandi sendiri.


"Ck, solo lagi," Teriak Devano dalam kamar mandi dengan Frustasi.


Di pagi harinya Muka Devano begitu suram karena kejadian semalam.


"Sudah dong bi kan aku nggak sengaja, lagian salah Abi juga sih kenapa coba pintunya nggak di kunci," Ucap Nafisha.


"Tahu akh kesel aku sama anak tu anak curut," Devano merajuk seperti anak kecil.


"Terserah Abi aja Dakh pusing aku gak anak gak bapak sama sama buat saya pusing, jika gini cerita nya bisa mati muda aku," Gerutu Nafisha Sambil berjalan pergi keluar kamar meninggalkan Devano sendiri di kamarnya.


"Lo kok Umi yang marah sih harusnya kan aku,"


Setelah insiden pagi tadi Devano langsung berangkat kerja sedangkan Devansha berangkat ke taman kanak kanak Dengan Nafisha namun pas Devansha akan pulang sekolah Devansha di jemput oleh Bara Dan Xavier karena Nafisha katanya ada keperluan mendadak entah apa itu, jadi Nafisha menugaskan Bara untuk menjemput Devansha.

__ADS_1


"Hallo jagoan Papi," Ucap Bara sambil bertos ria dengan Devansha.


"Papi," Devansha berlari kearah Bara dan Xavier.


"Kenapa Hmmm," Tanya Xavier.


"Om Devansha mau Nanya kalau main jungkat jungkit itu apa sih om,???" Tanya Devansha


"Jungkat jungkit itu sejenis permainan sayang, di taman juga banyak kok," Jawab Bara dengan Nada lembut sambil tersenyum.


"Terus kenapa tadi Abi hilang main jungkat jungkitnya di atas ranjang,"


"Astaga si Devano kebiasaan ni anak, jika mau main tahu situasi," Umpat Xavier.


Bara dan Xavier terdiam sejenak mencoba berfikir untuk memberikan jawaban nya yang masuk akal.


"Devansha sayang mungkin maksud Abi kamu, dia mau main jungkat jungkit di temani Umi kamu namun Permainannya itu di bawa ke kamar," Bara mencoba menjelaskan dengan ucapan yang Sedikit masuk akal.


"Bodo Akh yang penting gue jawab,"


"Tapi om Devansha waktu malam masuk kedalam kamar Umi Abi, Devansha bisa melihat ranjang Umi sama Abi yang bergoyang dan ada juga seperti bayangan Umi sama Abi, tapi Devansha nggak bisa melihat jelas karena lampunya sedikit redup, Dan lagi Devansha ngantuk," Jawabnya Dengan jujur dan menceritakan apa yang baru saja semalam dia alami.


"Devano bangsat," Umpat Xavier dengan kesal.


Nah kalau sudah begini harus gimana mereka menjelaskan atau menjawabnya takut salah jawab bisa salah arti kan nantinya salah juga.


"Xavier lo bantu jawab dong," Ucap Bara.


" Tahu gue juga pusing Dengetnya,"


" Benet bener gak ada akhlak tu Dua sejoli, jika gue ketemu sama dia udah gue tabok tuh kepalanya," Umpat Bara, kalau akan di beri pertanyaan yang seperti ini lebih baik dia tadi pura pura sibuk saja.


"Devano bangsat,"


"Papi Om Xavier kok pada dirm sih," Devansha kesal karena ucapannya tidak ada yang menjawabnya.


"Tahu akh Devansha malah sama kalian beldua," Devansha menekuk mulutnya dengan menyilangkan kedua tangannya di depan Dada.


"Kenapa lanjang ayah belgoyang ya padahal kan tidak ada gempa bumi, trus Devansha juga mendengar suara orang yang menjelit," Devansha bertanya tanya pada dirinya sendiri.


Sedangkan Bara dan Xavier muka nya sudah memerah saat mendengar ucapan Devansha.

__ADS_1


"Devano sialan,"


__ADS_2