
Nafisha sudah sampai tepat di depan gerbang gedung sekolah AHS Alexander High Scholl, sekolah itu milik keluarga Alexander yaitu mertuanya sendiri.
Nafisha menatap kagum bangunan di AHS yang terlihat begitu mewah dan modern.
Nafisha menjalankan motornya menuju parkiran sekolah.
Setelah itu Nafisha turun dari motor nya melangkahkan kaki menuju ruang kepala sekolah yang sudah di beritahukan tempatnya oleh Devano.
Semua orang yang ada di sana menatap Aneh kepada Nafisha Karena hanya Nafisha lah satu satunya wanita uang sekolah disana denfan menggunakan Cadar, Namun Nafisha tidak memperdulikannya dia bersikap cuek dan biasa saja.
Sesampainya di ruangan kepala sekolah Nafisha langsung mengetuk pintu tersebut.
Tok
tok
tok
Ceklek
"Silahkan masuk," Ucap salah satu guru disana.
"Apakah kamu yang Namanya Nafisha murid baru itu," Tanya pak Joko kepala sekolah di AHS.
"Iya pak,"
Namun baru saja pak Joko akan mengajak Nafisha menuju kelasnya, entah secara kebetulan atau di sengaja Dion Alexander keluar dari ruangan khusus tempatnya disana.
"Pagi pak,"Sapa pak Joko.
"Pagi," Jawab Dion Alexander dengan ramah.
Namun baru saja Dion akan melangkah netral matanya tak sengaja melihat kearah Nafisha menantunya.
"Nafisha," Lirih Dion Alexander.
"Papa, ngapain papa di sini???" Tanya Nafisha dengan polos kepada Dion Alexander, sedangkan Pak Joko hanya diam saja melihat interaksi dua anak manusia yang berbeda generasi ini.
"Lah papa baru saja menyelesaikan berkas di sekolah ini, Kan ini Sekolah punya papa," Jawab Dion seadanya.
"APA???" Ucap Nafisha sambil melotot.
"Jangan kaget gitu sayang," Ucap Dion Alexander sambil mengelus puncak kepala Nafisha
"Kalau begitu ayah duluan, dan ini uang untuk kamu belanja," Dion Alexander menyodorkan satu gepok uang kepada Nafisha mungkin sekitar sepuluh jutaan.
"Lah papa tunggu," Ucap Nafisha menghentikan ayah mertuanya akan tetapi Dion tidak menghiraukan ucapan menantunya.
"Khmmmmm," Suara pak Joko menghentikan langkah Nafisha.
"Sudah Nafisha mari kita ke kelas kamu,"
"Baik pak,"
Nafisha mengikuti langkah pak Joko menuju kelasnya.
Tok
Tok
Tok
"Permisi bu Vina,"
"Akh iya pak ada apa???"
"Akh ini Bu ada murid baru yang akan memasuki kelas ini," Jawab pak Joko.
"Nafisha sini nak masuk," Ucap pak Joko kepada Nafisha yang sedang menunggu di diluar.
__ADS_1
Nafisha berjalan memasuki kelas menghampiri pak Joko dan bu Vina.
"Pagi anak anak hari ini kita kedatangan murid baru pindahan dari bandung,"
"Silahkan Nafisha kamu perkenalkan nama kamu,"
"Baik pak,"
"Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Nafisha Azzahra Kusuma pindahan dari bandung, Terima kasih,"
"Baik Nafishaa Silahkan kamu duduk di samping Adam,"
"Yang namanya Adam angkat tangan," Ucap Bu Vina.
"Saya bu," Adam mengacungkan tangannya.
"Silahkan duduk Nafisha,"
"Baik bu," Ucap Nafisa sambil berjalan menuju bangku dan duduk di samping Adam.
"Baik kalau begitu saya permisi dulu bu,"
"Baik pak Silahkan,"
" Anak anak kita lanjutkan pelajaran nya buka halaman 34 ,"
"Baik bu," Ucap semua anak kelas serempak.
Nafisha memasuki kelas 10A IPA2 disana dia tidak mengenal satupun siswa disana, tapi untung nya Nafisha tidak sekelas dengan Devano jika sekelas udah di pastikan Nafisha bakal darah tinggi tiap hari menghadapi sikap Devano.
Ting
Bel Istirahat berbunyi, Akhirnya bu Vina keluar dari kelas mereka.
"Hai Nafisha perkenalkan nama aku Hazel," Ucap Hazel.
"Nafisha,"
"Tiara,"
"Nafisha," Jawabnya sambil meraih dan berjabat tangan Tiara.
"Kalau begitu Mari kita ke kantin," Ucap Tiara.
"Oke," Jawab Nafisha.
"Ara kamu je kantin duluan aku ada perlu dulu sama Nafisa," Ucap Hazel yang di angguki oleh Tiara.
Setelah Tiara pergi kekantin tinggalah Nafisha dengan Hazel.
Nafisha bingung kenapa Hazel bisa bicara begitu, apakah sebelumnya dia punya masalah dengannya akan tetapi nggak mungkin toh dia juga baru kenal.
"Nafisha, yang sabar ya Fisha aku akan slalu di sampingmu ," Ucap Hazel sambil memeluk Nafisha.
Sedangkan Nafisha yang di perlakukan seperti itu diam mematung.
"Hazel kenapa???" Tanya Nafisha.
"Aku tahu semua tentang kamu Fisha," Jawabnya.
"Maksud kamu???" Nafisha semakin tidak mengerti dengan jalan fikiran Hazel.
"Aku tunangannya Arjuna,"
"APA???" Ucap Nafisha tidak percaya.
" Jangan bocorkan rahasia ini hanya kita lah yang tahu Rahasia kita berdua," Ucapan Hazel hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Nafisha, mungkin karena Nafisha masih Syok dan terkejut.
"Yasudah ayo kita ke kantin,"
__ADS_1
Ajak Hazel.
"Yuk,"
Sesampainya di kantin Hazel dan Nafisha langsung berjalan kearah Tiara yang sedang menunggu kedatangan mereka berdua.
"Maaf lama," Ucap Nafisha.
"Akh tidak masalah, kalian cepat sana pesan makanan,"
"Hm baiklah, kamu samakana saja ya denganku," Ucap Hazel.
"Iya," Jawab Nafisha.
Suasana di kantin begitu ramai sampai memekakan telinga, akan tetapi satu menit kemudian suasana di kantin tampak sepi karena kedatangan most wented AHS.
"Aaa Devano makin coll aja meskipun dingin tapi makin mempesona,"
"Aldino makin Kece Woy,"
"Devan aku padamu,"
"Deren aku rindu,"
"Arjuna makin tampan,"
Begitulah teriakan teriakan semua anak wanita yang berada di kantin.
Sedangkan Nafisha hanya menoleh sekilas kearah lima orang tersebut, Namun pada saat Nafisha menoleh dirinya tak sengaja matanya bersitatap dengan Devano, Beberapa detik mata mereka saling tatap hingga Nafisha memutuskan tatapan itu dan memalingkan wajahnya lalu menunduk.
Sedangkan Hazel yang tahu situasi antara Devano dan Nafisha hanya menyenggol tangan Nafisha dan berbisik tepat di samping telinga Nafisha Karena Nafisha duduk di tengah tengah Tiara dan Hazel.
"Yang sabar kamu pasti bisa,"
"Iya makasih," Jawabnya.
Anak geng arion langsung duduk di kursi kekuasaan nya di kantin tepat di pojok paling ujung.
"Van, pesen makanan gih," Arjuna angkat suara kearah Devan.
"Baiklah," Devan langsung berjalan menuju ibu kantin.
Baru saja Devan memesankan makanannya, datanglah Vania pacar Devano menghampiri geng Arion.
"Sayang," Ucap Vania sambil tangan nya bergelayutan manja di bahu Devano.
"Hmmm," Jawab Devano.
Sedangkan semua anak Arion memutar bola matanya malas.
"Muak gue lama lama dengan Vania," Ucap Arjuna dalam hati.
"Akh gue ingin muntah liatnya," Gerutu Deren dalam hati.
"Drama apa lagi ini ya tuhan," Aldino menggrutu kesal dalam hati.
"Makanan datang Bos," Ucap Devan.
"Ekh maaf ada Vania ternyata," Ucap Devan
Aldino angkat suara untuk mencairkan suasana.
"Ekh kalian tahu nggak sih tadi pagi ada anak baru loh di kelas gue, tapi anaknya rada aneh dia mukanya memakai cadar," Ucap Aldino.
"Trus gimana siapa namanya???" Devan seperti biasa slalu saja kevo.
"Namanya Nafisha, orangnya lugu kayaknya," Jawab Aldino.
"Waw, bisa buat mainan baru nih," Timpal Deren.
__ADS_1
"Hahahahhah,"Semua anak geng Arion tertawa terbahak bahak kecuali Arjuna dan Devano.