Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Merindukanmu


__ADS_3

Setelah acara Laucing mall selesai Devano mengajak Nafisha pulang ke apartemennya, bersama teman teman lainnya karena akan merayakan kepulangan Nafisha.


"Umi ayo kita pulang," Ajak Devano pada Nafisha.


"Ayo," Devano berjalan mendekati Nafisha dan menggenggam tangan Nafisha sedangkan baby Devansha di bawa oleh Aldino dan kawan kawannya.


"Tapi Dev bagaimana Dengan Devansha," Nafisha begitu Khawatir kepada anak pertamanya itu.


"Tenang dia sedang bersama om nya, nanti juga dia bakal pulang," Devano meyakinkan Nafisha.


"Aku merindukanmu Sayang," Bisik Devano tepat di telinga Nafisha.


"Apaan sih ,"Nafisha begitu salah tingkah bahkan netral matanya beralih kearah lain.


"Cie salting," Devano semakin gencar menggoda Nafisha yang sedang salting itu entah kenapa hari ini dirinya baru menyadari ternyata Nafisha adalah bidadari surga nya.


"Jikh siapa yang salting Dev," Nafisha mencoba menyangkal nya padahal dalam hati dirinya sudah berbunga bunga.


"Sudah jangan kayak anak perawan aja, udah punya baby juga," Devano kayaknya belum puas menggoda Nafisha yang jika cadarnya di buka mungkin dirinya bisa melihat wajah Nafisha yang sudah memerah bak kepiting Rebus.


"Devana ikh, kan kamu yang bikin Baby nya kenapa nyalahin aku ,"


Ehem ehem ehem


"Mon maaf kakak kakak saya masih di bawah umur jadi jangan kotori fikiran suci saya," Alvin menghentikan ucapan Nafisha dan Devano yang mulai ngelantur.


"Ck, gini amat ya jadi jomblo,"Keluh Devan.


"Makanya kawin sono," Jawab Devano dengan santainya.


"Nikah Devano nikah, kawin mah gue juga sering tiap hari," Ucap Devan dengan polosnya.


"Bangsat kenapa gue keceplosan," Devan mengumpat dalam hati.


"Devan jangan mempunyai fiktor lo ya kalau lo kayak gitu lagi gue tendang lo," Ucap Deren yang nggak tahu kapan datangnya.


"Hehehe mangap,"


"Maaf goblok,"


Nafisha dan Devano hanya mrnggelengkan kepala saat melihat tingkah abstrud temannya itu.


Sesampainya Di Apartemen Nafisha langsung menidurkan Devansha di Ranjang yang sudah di siapkan, Devano juga tidak tahu siapa yang menyiapkan ranjang bayi itu yang pasti perlengkapan bayi semuanya sudah ada di sana.


Sedangkan semua teman Devano langsung pulang karena mereka tidak ingin mengganggu Devano dan Nafisha yang baru saja kembali.


"Sayang," Devano memanggil Nafisha dengan sebutan sayang sambil memeluk Nafisha dari belakang.


"Kenapa Hmmmm," Nafisha langsung membalikan badannya menghadap kearah Devano.


Sedangkan Devano yang belum siap pun malah mematung di tempat.


"Fisha," Ucapnya Dengan nada berat.

__ADS_1


"Iya ada apa???" Nafisha terus menggoda Devano, Dan itung itung mengerjainya.


"Yangan kayak gini Fisha," Devano mulai melepaskan tangan Nafisha yang memeluk nya dengan Erat bukan tak mau di peluk akan tetapi bisa bahaya jika Junior Devano bangun apalagi Devano tidak bisa menyalurkannya karena Nafisha baru saja melahirkan.


"Kenapa hm," Nafisha terus saja menggoda Devano tanpa menghiraukan peringatan Devano bahkan tangan nya saat ini sudah meraba raba dada bidang Devano, Devano yang merasakan pergerakan tangan Nafisha di buat merinding dan panas dingin dengan tingkah Nafisha yang agresif itu.


"Fisha STOP, "


"Kenapa??"


"Kamu nggak kasian gitu sama aku, pusing nih jadinya mana pala bawah juga malah ikutan bangun kan Akh," Ucap Devano sambil berlari kekamar mandi sedangkan Nafisha malah tertawa terbahak bahak.


Hahahaha


"Rasain kamu Dev, pusing pusing tuh pala mu, mana yang bawahnya juga bangun lagi dasar laki,"


Setelah puas menggoda Devano Nafisha keluar dari kamarnya menuju dapur untuk memasak.


Ceklek


Devano keluar dari kamar mandi dengan muka yang sudah frash namun Devano tidak menemukan Nafisha.


"Nafisha," Devano berteriak mencari Nafisha.


"Iya Dev, aku di sini,"


Ea Ea Ea Ea


Devano yang sedang berada di kamar pun langsung saja menggendong tubuh mungil sang bayi.


"Cup cup cup, sayang jangan Nangis, mama sedang masak sayang," Devano terus saja menenangkan bayi Devansha namun bayinya terus saja menangis.


"Ea Ea Ea Ea,"


"Kakak sudah dong jangan Nangis terus," Devano mulai panik sambil menimbang nimbang Devansha yang tak ingin berhenti menangis.


"Nafisha ini gimana Devansha tak mau diem," Teriak Devano dengan muka Frustasi.


"Beri susu Dev, atau ganti popoknya,"


Devano yang mendengar ucapan Nafisha langsung saja melakukan ucapan Nafisha.


"Huh ternyata kamu pup sayang," Ucap Devano sambil mengganti popok Devansha.


Setelah itu Devano membuatkan susu formula untuk Devansha yang ada di atas nakas kamarnya tak lupa dengan termos nya.


"Dah jadi mari kita minum susu," Celoteh Devano Dengan senyum yang mengembang menatap wajah Devansha.


Cup


"Kamu menggemaskan sekali kak," Devano terus menciumi wajah Devansha.


Sedangkan Devansha malah tertawa kepada ayah nya mungkin dia merasa bahwa ayahnya itu sedang mengajak bermain.

__ADS_1


Nafisha sudah selesai memasak dia kembali ke kamarnya untuk memanggil Devano namun pas masuk ke dalam kamarnya Nafisha melihat pemandangan yang mengharukan, Devano terlihat sangat tenang ketika sedang tertidur bersama dengan Devansha yang ada di sampingnya, Devano begitu erat memeluk Devansha seakan takut Devansha terjatuh dan bangun.


Nafisha tidak tega melihat Devano yang sedang tertidur pulas itu, maka dirinya mengurungkan Niatnya untuk membangunkan Devano.


"Kamu pasti lelah Dev, mengurus Devansha yang aktif dan tidak mau diam," Gumamnya sambil memindahkan Devansha kedalam ranjang miliknya.


Cup


"Nafisha menidurkan bayi Devansha di dalam ranjang, dan setelah itu dia mencium kening Devansha yang sedang tertidur dengan lelap.


"Sehat sehat ya nak," Gumamnya.


Dert Dert Dert


Handphone Nafisha berdering Di sana tertera nama Hazel sahabatnya.


"Hallo,"


"Fisha kamu kapan pulang, nggak ngasih kabar lagi, tega banget kamu Fisha," Teriak Hazel di sebrang sana.


"Zel jangan teriak teriak, nanti bayi aku bangun,"


"Bayi??? Devano???"


"Bukan tapi Devansha, "Jawabnya.


"Devansha,???"


"Bayi aku dan Devano Hazel,"


"Hahahaha Sejak kapan lo punya bayi Nafisha,??? jangan bercanda lo Nafisha,???"


"Ikh aku nggak bercanda, sini Dekh main ke Apartemen sama Juna,"


"Oke nanti aku kesana bersama Arjuna,"


"Iya aku tunggu,"


Ea Ea Ea


"Ekh Zel udah dulu ya tu Devansha bangun, assalamualaikum,"


Tutt tuttt


"Ekh belum juga di jawab main tutup aja, tapi kayaknya bener Dekh, akh aku jadi penasaran dengan Nafisha." Gerutu Hazel di depan handphone nya.


Kembali ke keadaan Nafisha di sana Nafisha sedang menidurkan kembali Devansha setelah tadi dirinya bangun gara gara dia Pup. dan sekarang dia sedang minum susu dengan Dotnya.


"Tidur lagi sayang, mama mau istirahat sebentar," Gumam Nafisha pada Devansha.


Sedangkan Devansha seolah mengerti apa yang ibunya katakan dia langsung saja diam dan tidak rewel perlahan dirinya menutup matanya dan tertidur pulas.


"Huh kamu memang baik sayang Umi sayang kamu,"

__ADS_1


__ADS_2