Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Murid Baru.


__ADS_3

Tepat Nafisha dan kedua temannya masuk bel pun berbunyi.


"Huh untung aja kita udah masuk," Ucap Hazel.


"Iya," Jawab Tiara dan di angguki Nafisha.


Tak berselang lama bu Vina pun masuk kedalam dan di ikuti dengan 5 anak baru, akan tetapi Nafisha tidak melihat anak baru itu karena dia terlalu fokus mengeluarkan buku dalam tasnya.


"Selamat pagi anak anak,"


"Pagi bu"


"Anak anak hari ini kita kedatangan murid baru, Mereka pindahan dari bandung,"


Deg


Mendengar kata Bandung Nafisha langsung mengangkat Wajah nya melihat kearah siswa baru tersebut, Mata Nafisha membola saat mengetahui siapa murid baru tersebut.


"Silahkan perkenalkan nama kalian,"


"Halo nama gue Bagas,"


"Gue Antonio,"


"Gue Alvin,"


"Gue Bara,"


"Gue Xevier,"


"Baik kalian bisa duduk di bangku belakang Nafisha," Ucap Bu Vina.


"Baik bu," Jawab Mereka serempak.


"Sial kenapa mereka pindah ke bandung sih akh bisa berabe nih urusan jika semua orang tahu kalau gue Queen Black Davil," Gumamnya dalam hati.


Semua murid baru itu tersenyum kearah Nafisha saat melewati bangku nya sedangkan Nafisha malah melotot dengan tajam.


Setelah perkenalan murid baru mereka langsung melanjutkan kegiatan belajarnya.


Tetttt


Setelah belajar bersama bu Vina Tiga jam akhirnya waktu istirahat pun tiba, Semua orang berjalan berhamburan keluar dari kelasnya menuju kantin Sedangkan Nafisha sengaja keluar paling akhir bersama 5 anak baru tersebut.


Setelah semuanya sudah keluar dan sudah aman baru Nafisha membuka Suaranya.

__ADS_1


"Kenapa kalian nyusul gue kesini, trus tahu dimana kalian gue sekolah disini, kalau mereka tahu gimana bisa berabe urusan," Tanya Nafisha dengan berturut turut..


"Queen, satu satu dong Nanya nya kan kita jadi bingung," Jawab Alvin.


"Tenang aja Queen kita tidak akan membocorkan Rahasia kita kok, trus kita juga pura pura nggak kenal aja, jadi biasa aja supaya semua orang nggak curiga,"


"Dan satu lagi yang membuat kita terkejut adalah lo Queen udah menikah," Pungkas Bagas.


"Hmmmm maaf," Ucap Nafisha dengan lirih dan merasa bersalah.


"Ck, Kebiasaan kamu Queen, kita itu khawatir tahu sama kamu," gumam Antonio.


"Maaf," Nafisha menuduk kala mengucapkan itu.


Mereka yang melihat Nafisha seperti itu merasa bersalah karena sekesal kesalnya mereka kepada Nafisha tetap saja mereka menyayanginya.


"Iya udah jangan merasa bersalah seperti itu,"Jawab Bagas.


"Suami lo itu Devano kan Queen??" Tanya Bagas.


"Kok kalian bisa Tahu,???"


" Ya tahu lah orang kita menyelidiki semuanya sebelum kesini makanya kita tahu kamu sekolah di sini Queen," Bukan Bagas yang menjawab melainkan Xavier.


Setelah percakapan bersama mereka akhirnya Nafisha keluar dari kelasnya karena takut semua siswa mencurigai dirinya.


Nafisha berjalan ke kantin sendirian karena tadi dia menyuruh Tiara dan Hazel duluan ke kantin.


Nafisha terus berjalan kekantin sesampainya di sana Nafisha mencari keberadaan Hazel dan Tiara, setelah melihat Kedua temannya Nafisha melangkahkan kaki menuju teman temannya namun siapa sangka di pertengahan jalan, ada kaki seseorang menghalangi jalan Nafisha sehingga Nafisha kesandung kaki sendiri dan terjatuh di hadapan orang tersebut.


" Kalau jalan tuh pakai mata bukan pakai hati," Ucap Wanita tersebut.


"Heh lo Cupu, mending lo pergi dekh dari sini dari pada lo di tertawakan semua orang karena pakaian lo sudah seperti *******," sambungnya.


Ahahahahahah


Semua orang menertawakan Nafisha termasuk Devano,


Nafisha bangun dan meninggalkan mereka begitu saja tanpa berbalik ke belakang.


"Nafisha tunggu," Ucap wanita tersebut yang tak lain adalah Vania,


Kalian ingatkan jika salah satu dari geng arion akan jadikan Nafisha menjadi mainannya dan ini salah satu trik nya.


Nafisha langsung menghentikan langkahnya dan berbalik kearah wanita itu.

__ADS_1


"Ada apa???" Tanya Nafisha dengan Raut wajah yang dingin suasana di kantin yang tadinya ramai dan hangat pun menjadi mencekam dan memanas.


"Kenapa lo, dikh mau caper lo???" Tanya Vania.


"Maksud kamu apa ya, bukannya kamu tadi yang menghalangi aku duluan hingga aku terjatuh, lantas ada masalah apa lagi kamu denganku secara kita kan nggak kenal " Jawab Nafisha dengan lantang.


"Heh, gue gak peduli lo mau kenal atau nggak sama gue yang terpenting gue suka membuly lo, karena lo pantas di Buly, apalagi Geng Arion menargetkan lo jadi mainannya, maka bersiaplah Nafisha," Ucap Vania dengan gaya angkuhnya.


Sedangkan Nafisha hanya diam saja saat mendengar ucapan Vania, Nafisha mengarahkan pandangannya kearah Arjuna dan juga Devano, sesaat Nafisha dan Devano bersitatap satu sama lain hingga akhirnya Nafisha kembali menatap Vania.


"Oke kalau begitu gue tunggu," Ucap Nafisha sambil berjalan meninggalkan Area kantin.


"Shittt, Sok jago banget Nafisha hanya anak baru saja udah belagu, dia tidak tahu saja bagaimana kejamnya geng Arion," Ucap salah satu siswa yang berada di sana.


"**** sial kenapa gue harus terjebak dengan drama ini,"Gumam Devano dengan pelan, suaranya pun hampir saja tidak bisa terdengar namun berbeda dengan Arjuna yang mempunyai pendengaran tajam dia mendengar gumaman Devano yang Frustasi.


"Drama di mulai," Bisik Arjuna tepat di telinga Devano dengan senyum tipisnya lalu setelah itu Arjuna menepuk bahu Devano.


"Wah bos itu murid baru malah nantangin kita, jadi bersemangat gue membuat dia menderita," Ucap Aldino dengan senyum smirk nya.


Saat mendengar ucapan Aldino entah kenapa Devano malah khawatir terhadap Nafisha padahal dia tidak mencintainya, membuat Devano bingung dengan perasaan nya sendiri.


Sedangkan Nafisha setelah keluar di area kantin Nafisha langsung beranjak pergi ketoilet dia langsung masuk kedalam salah satu kamar mandi, tumpahlah sudah air mata Nafisha yang dia tahan dari tadi, Bukan dia takut atau pun tersinggung atas ucapan Vania akan tetapi Nafisha tidak menyangka jika Devano akan melakukan hal itu pada dirinya.


Tidak tahu saja Nafisha jika yang bicara seperti itu bukanlah devano melainkan anak buahnya, jadi salah paham kan.


"Kamu tega Dev sama aku," Batin Nafisha menjerit.


"Baik jika itu mau kamu maka lakukanlah, aku akan bersiap dengan Black Davil," Setelah puas menangis Nafisha langsung mengelap air matanya, dan mengambil Handphone nya di saku bajunya, untuk mengirimkan pesan kepada seseorang.


"Jika kalian tahu kejadian di kantin tadi denganku maka bersiaplah, mungkin kita akan bermain cantik dengan mereka,"


Mungkin itulah pesan yang Nafisha kirim entah kepada siapa itu.


Setelah itu Nafisha keluar kamar mandi dan bersikap biasa saja.


Waktu tidak terasa bel masuk kelas pun berbunyi.


Namun bukannya masuk kelas semua siswa malah pada berlari satu sama lain tak tentu arah membuat Nafisha mengerutkan keningnya.


"Maaf kak ada apa ya kok semua siswa pada berlari sih ka,??? tanya Nafisha penasaran.


"Okh itu di depan gerbang sekolah geng kapak merah dari sekolah luar menyerang AHS untuk tawuran dan baru saja geng Arion terjun ke depan bersama siswa yang jago bela diri.


"Apa,???"

__ADS_1


__ADS_2