Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Obat perangsang


__ADS_3

"Kalian semua dari pada main game mending bantu gue cari Devano," Ucap Arjuna yang menggema di dalam bascam.


"Hah emang si bos kemana???" Tanya Aldino.


"Cepat lacak Devano sekarang, perasaan gue nggak enak," Ucap Arjuna dengan raut wajah yang gelisah.


Aldino Devan dan Deren pun langsung saja mengecek dimana Devano sekarang, karena semua anak geng arion mereka pasang JPS di belakang motornya.


"Di Restoran Bintang Lima pusat kota," Ucap Deren sambil melihat kearah layar Handphone nya.


"Ngapain dia disana,???" Ucap Deren


"Mana aku tahu," Jawab Devan.


"Kita kesana sekarang," Ucap Arjuna kepada mereka semua.


"Ayo sayang," Ajak Arjuna kepada Hazel.


Sedangkan di posisi Devano sekarang dia sedang menunggu kedatangan Vania yang tak kunjung datang dari tadi padahal sudah sepuluh menit yang lalu Vania ke toilet, sambil menunggu Vania Datang Devano mengedarkan pandangannya melihat suasana Restoran yang begitu ramai dengan pengunjung hingga sebuah pesan masuk kedalam handphone Devano.


Ting


Arjuna: Lo dimana gue dan anak anak ada di Restoran Bintang Lima pusat kota, lo di kursi berapa,???"


Begitulah isi pesan Arjuna.


Anda :Ngapain kalian kesini, ganggu gue ngudate aja,.


Arjuna : Cepat jangan banyak tanya Devano.


Anda : 115


Setelah Centang biru tidak ada lagi jawaban dari Arjuna bahkan Devano pun malas untuk menanyakan secara rinci rencana mereka.


Tak berselang lama Vania Datang dari arah Toilet.


"Maaf lama," Ucap Vania sambil tersenyum menggoda kepada Devano.


"Gak papa sayang yuk kita makan Nanti keburu dingin makanannya," Ucap Devano dengan lembut.


"Ayo," Jawabnya.


Vania makan dengan hidmat begitu pun juga dengan Devano.


Tak tahu saja mereka jika acara makan malam mereka itu telah di pantau oleh Arjuna dan juga anak anak lainnya yang berada tepat di belakang meja mereka.


"Jun Ngapain kita duduk di sini," Tanya Aldino.


"Diam jangan sampai Vania tahu kita ada di sini," Jawab Arjuna dengan berisik dan hanya di angguki oleh semua anak Arion lainnya.

__ADS_1


Sedangkan Hazel melihat Ekspresi Vania yang tidak biasa itu membuat Hazel penasaran.


"Apa yang Vania rencanakan hingga dia bisa tersenyum dengan licik kepada Devano," Ucap Hazel bertanya tanya pada dirinya sendiri, akan tetapi tatapan nya tetap pikuk kearah Devano dan Vania.


Sontak saja ucapan Vania membuat semua anak Arion memandang kearahnya dan melihat tatapan Hazel yang sedang mengarah kearah Devano dan juga Vania.


"Kenapa sayang," Tanya Arjuna.


"Aku yakin pasti Vania sengaja mengajak Devano makan di sini yang jauh dari tempat kita untuk menjebaknya," Ucap Hazel dengan percaya diri.


"Maksud kamu,???" Tanya Arjuna.


"Kita lihat saja nanti," Ucap Hazel dengan seringai liciknya.


Sedangkan Devano yang sudah menghabiskan makanannya pun langsung meminum jus lemonnya hingga tandas, Awalnya keadaan biasa saja hingga Vania bereaksi dirinya menggenggam tangan Devano, Sedangkan tangan satunya mengelus ngelus paha Devano membuat Devano merasakan panas dingin.


"Sial apa yang terjadi kenapa badan ku panas gini," Ucap Devano dalam Hati.


Vania terus saja gencar menyentuh bagian tubuh Devano, hingga Devano hampir saja mendesah Namun Devano masih waras dan sadar kalau dirinya masih berada di Restoran binatang Lima.


Devano mencoba menahan gejolak rasa panas di dalam dirinya hingga wajahnya pin sudah memerah akan tetapi Devano mencoba tenang, Sekarang yang Devano ingat hanyalah Arjuna untuk dirinya pinta pertolongan.


Devano mulai mengetikan sesuatu dalam Ponselnya untuk dikirim kepada Arjuna.


Anda : Jun tolong gue, badan gue rasa nya panas semua Entah apa yang writer itu masukan kedalam masakan atau minuman gue,"


Ting


Arjuna yang membaca pesan itu pun seketika langsung bangun dari duduknya dan menghampiri meja Devano.


"Hallo Vania Dev, " Ucap Arjuna basa basi.


"Ekh ada Arjuna silahkan duduk,"Ucap Vania dengan Ramah kepada Arjuna.


"Sial kenapa ada Arjuna di sini," Bathin Vania


"Okh nggak kok gue ke sini hanya untuk menjemput Devano, kata mama dia belum pulang makanya gue cari dia, Kalau begitu gue sama Devano pulang duluan maaf gak bisa antar pulang," Ucap Arjuna dengan to the point karena di tak punya Waktu lagi untuk menolong Devano apalagi obat itu pasti dimasukkan dengan dosis tinggi.


"Ayo Dev," Ucap Arjuna sambil menggandeng tangan Devano.


Sedangkan Hazel dan ketiga temannya mengikuti dari belakang.


"Kalian bawa motor Devano ke markas gue mau nganterin dia dulu," Ucap Arjuna.


"Jun Cepat panas banget Jun," Ucap Devano kepada Arjuna.


Sontak saja semua temannya langsung menatap kearah Devano yang kepanasan membuat fikiran mereka berfikir yang tidak tidak.


"Arjuna dia,"

__ADS_1


"Iya Vania memasukan obat perangsang, entah diminumannya atau di makanannya gue nggak tahu.


"Arjuna," Teriak Devano.


"Arjuna langsung saja masuk kedalam mobilnya diikuti Hazel yang duduk di samping Arjuna sedangkan Devano duduk di kursi belakang.


Di perjalanan badan Devano sudah tidak baik baik saja bahkan Devano sudah membuka baju nya,dia berguling kesana kemari untuk menahan panas di dalam tubuhnya, bahkan Arjuna pun membawa mobilnya di atas rata rata hingga perjalanan yang harusnya di tempuh setengah jam menjadi 15 menit saking kencangnya Arjuna membawa mobil.


sesampainya di Apartemen Devano Arjuna memapah Devano Sedangkan Hazel menekan bel.


Nafisha yang tidak bisa tidur dari tadi dia menunggu Devano di ruang tamu hingga saat suara bel berbunyi Nafisha bisa mendengar dengan Jelas.


"Hazel, mana Devano," Tanya Nafisha.


"Fisha jangan banyak tanya dulu, sekarang lo harus menolong Devano sekarang juga Cepat," Ucap Arjuna sambil menidurkan Devano di sofa.


"Kalau gitu kita balik, Ingat lo harus bantu dia Nafisha," Ucap Arjuna


Nafisha hanya mengangguk saja meskipun tak tahu apa yang harus dia tolong dari Devano setelah itu Hazel dan Arjuna langsung pulang bahkan mereka tidak masuk terlebih dahulu.


"Dev ayo kita ke kamar kamu," Ajak Nafisha sambil memapah Devano.


"Nafisha bantu gue," Ucap Devano dengan suara se5ak dan beratnya.


"Bantu apphhh," Baru juga Nafisha akan menjawabnya Tapi Devano lebih dulu membungkam mulut nafisha dengan bibirnya.


Bahkan ciuman panas malam ini begitu berbeda dan menuntut lebih.


Hingga akhir nya terjadilah kegiatan


CEPAK CEPAK JEDER


Antara Devano dan Nafisha.


"Fisha kamu siap," Ucap Devano di ambang kesadarannya.


"Lakukanlah Dev karena itu hak mu,"


"Tanpa menunggu lama Devano langsung memasukan sesuatu yang asing kedalam inti tubuh Nafisha yang membuat Nafisha menjerit kesakitan karena pertama kalinya dia melakukan hal itu,.


"Dev sakit," Ucap Nafisha sambil memegang ujung seprai dengan kuat , tak terasa butir bening keluar dari mata Nafisha.


"Maafkan aku Nafisha," Ucap Devano.


"Jangan minta maaf Dev itu sudah jadi tugasku untuk melayani mu,"


Setelah percakapan itu akhirnya di lanjutkan dengan adegan


CEPAK CEPAK JEDER YANG KEDUA yang tak kalah panas dari sebelumnya hingga malam menjelang pagi barulah mereka mengakhiri kegiatan bercocok tanam itu.

__ADS_1


__ADS_2