Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
terungkap


__ADS_3

Setelah berpikir dengan matang akhirnya Jihan memutuskan untuk pergi keluar negri dan tinggal di sana bersama tantenya, meskipun Jihan sudah tidak punya siapa siapa akan tetapi Jihan masih mempunyai sanak saudara di luar negri, Rencana nya Jihan akan pergi sebelum Devano datang ke Apartemen, Jihan sudah sadar jika yang dia lakukan itu salah maka dari itu Jihan lebih memilih pergi dari kehidupan Nafisha dan juga Devano.


Waktu yang di tunggu tunggu pun tiba dua minggu sudah berlalu dan hari ini adalah sidang pertama bagi Nafisha dan juga Devano namun keduanya pun kompak sama sama tidak hadir dalam persidangan maka itu keuntungan untuk Nafisha.


Saat ini Nafisha dan Novia sudah berangkat ke bandung untuk menemui ayahnya, sedangkan Rafael saat ini dirinya sedang berada di Jepang dan mengurus perusahaan di sana.


Sesampainya Di bandung Nafisha langsung saja menekan bel pintu rumahnya hingga beberapa kali namun tidak ada yang membukanya hingga Nafisha mencoba lagi memencet bel untuk yang terakhir , dan kali ini pintunya terbuka lebar oleh Narendra.


"Assalamualaikum ayah," Ucap Nafisha sambil mencium tangan Nafisha begitu juga dengan Novia tapi Narendra tidak curiga karena Novia memakai topi dan juga masker.


Nafisha masuk kedalam bersama sama, Mereka duduk di kursi ruang tamu sambil berbicara basa basi.


Hingga akhirnya Nafisha membicarakan niatnya datang ke rumah Narendra dengan secara mendadak, pasalnya Jika Nafisha datang ke Bandung Nafisha akan terlebih dahulu menghubungi ayahnya.


"Ayah sebenarnya apa yang telah terjadi setelah ibu melahirkan???"


"Maksud kamu,???" Ucap Narendra kebingungan.


"Nggak Nafisha cuman Nanya saja,"


"Trus apakah Nafisha punya kembaran???"


"Maksud kamu apa Nafisha ayah semakin nggak mengerti dengan ucapan kamu," Narendra terus saja mengelak karena dia belum siap menceritakan semuanya.


"Jawab yah Nafisha sudah besar dan udah Dewasabahkan Nafisha sudah menikah Nafisha hanya ingin tahu kejujuran ayah," Ucap Nafisha dengan mata yang sudah berkaca kaca.

__ADS_1


"Nafisha kenapa kamu tiba tiba menanyakan hal itu nak," Tanya Narendra.


"Karena saya juga ingin tahu kebenaran tentang keluarga ini," Ucap Novia sambil membuka topi dan juga maskernya.


"Hah, Kamu," Tunjuk Narendra pada Novia dengan mata yang melotot dan sedikit tak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.


"Perkenalkan saya Novia Azahra Narendra," Ucap Novia.


Deg


"Mungkin ini sudah saat nya aku menceritakan semuanya pada mereka," Bathin Narendra.


Huh


Perihal Novia tidak tinggal sama mereka karena kakek dan neneknya dari ibu mereka meminta salah satu dari bayi itu untuk di urus bersama dengan mereka, karena waktu itu mereka sangatlah syok dan tak terima jika anaknya meninggal dunia, Narendra sempat melarang mereka untuk membawa bayi kembar itu, namun usaha Narendra sia sia karena mereka tetap mengambil salah satu dari bayi kembar itu dengan secara paksa bahkan keluarganya mengancam tidak akan memberikan kembali bayi itu karena Sebagai penebus istrinya yang meninggal dunia.


kebetulan yang mereka ambil itu adalah Novia kakak nya Nafisha hingga sampai saat ini Narendra masih mencari tempat tinggal mereka namun Hasilnya nihil karena mereka menutup akses tentang keberadaan keluarga ibunya Nafisha. entahlah apa masalahnya akan tetapi yang Narendra tahu mereka sangat membenci Narendra.


"Apa jadi benar aku adalah anak kandung ayah,??? Dan Nafisha adalah kembaranku,???"


"Iya,"


Novia langsung berlari menuju ayahnya dan berhambur memeluk Narendra.


"Ayah,"

__ADS_1


Novia memeluk Nafisha dengan Erat bahkan dirinya sudah sesenggukan dalam pelukan ayahnya begitu juga dengan Nafisha, Dia terharu ternyata dirinya mempunyai saudara kembar.


Setelah kejadian itu Novia dan Nafisha menjadi lebih dekat bahkan Novia sekarang tinggal bersama Nafisha di rumah barunya, Sedangkan Narendra dirinya tidak tahu menahu masalah Rumah tangga anaknya, Narendra hanya tahu rumah tangga Nafisha begitu rukun dan tidak terjadi apa apa.


Nafisha dan Novia tinggal bersama di rumah Baru Nafisha bersama Devansha.


"Kak, ini kamar kakak," Ucap Nafisha sambil menunjukan kamar Novia.


"Aunti nanti Devansha tidur bersama Aunti boleh???"


"Boleh dong sayang," Gumam Novia pada Devano sambil tersenyum dengan lebar.


"Asik Umi Boleh ya,???" Devano tersenyum dengan pupi eyesnya sambil mengerjapkan matanya berkali kali membuat Nafisha dan Novia tampak gemas dengan tingkah Devansha karena paksaan Novia Akhirnya malam ini Nafisha tidur bersama Devansha dan juga Novia.


Di pagi harinya Jihan sudah bersiap siap sambil membawa kopernya tak lupa dia juga sudah memesan taxi online untuk mengantarkan nya ke bandara, Rencananya Jihan akan terbang ke korea dan akan menetap di sana bersama tantenya.


Sesampainya Di bandara Jihan langsung masuk pesawat, karena 5 menit lagi pesawat lepas tandas, Jihan menatap ke bawah sambil membayangkan pertemuan nya bersama Devano meskipun begitu singkat tapi mempunyai kenangan tersendiri untuk Jihan.


"Selamat tinggal Indonesia, Selamat tinggal mas Devano, aku selalu mencintaimu," Gumamnya sambil memperhatikan keluar jendela karena pesawat sudah mulai naik keatas udara.


Puncak tertinggi mencintai adalah melepaskan , aku memang sangat mencintai Devano Alexander akan tetapi aku sadar bahwa aku telah merusak kebahagiaan nya hingga ku merasakan bagaimana rasanya saat di posisi Nafisha istri sahnya yang terus mengalah dengan sikap Devano, aku tahu Nafisha mengetahui apa yang Devano Lakukan karena aku pernah beberapa kali melihat Nafisha mengintainya akan tetapi aku hiraukan, hingga terjadilah Insident Nafisha pergi membuat Devano menjadi kehilangan Arah sampai meregang nyawa.


Akhirnya aku sadar Bahwa cinta tak harus memiliki, Dev aku akan menetap di korea dan aku berjanji akan mengurus dan menyayangi buah hati kita,


"Iya saat genap satu bulan pernikahannya dengan Devano Jihan sudah merasakan tanda tanda kehamilan nya bahkan dia menyadari itu, Namun Jihan Hanya diam saja karena waktu itu Devano sedang koma bahkan saat Jihan akan memberitahukan nya Devano sudah pergi ke mansion Alexander hingga Jihan sadar, bahwa kasih sayang Devano itu lebih besar pada Nafisha dan Devansha, meskipun Jihan tidak pungkiri kalau Devano juga belajar menerima dan mencintai Jihan berusaha adil di antara kedua istrinya Namun, sesuatu itu pilihan antara melepaskan dan mempertahankan, Jika melepaskan itu lebih baik lantas adakah alasan Jihan untuk mempertahankan??? terlebih Jihan akan terus memakan hati dan harus menguatkan mental untuk menghadapi kehidupan selanjutnya, Devano memang menyayanginya Namun apakah Jihan sanggup Jika Nanti Jihan akan melihat sendiri kemesraan Devano dengan Nafisha, bahkan untuk membayangkan saja Jihan sudah merasakan sesak di dada, lantas apa kabar Dengan seorang Nafisha yang melihat secara langsung dengan terus menerus,apa kabar dengan hatinya apakah baik baik saja????

__ADS_1


__ADS_2