Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Perhatian Nafisha


__ADS_3

Setelah balapan Devano tidak langsung pulang ke Apartemennya, Dia sengaja untuk menghindari Nafisha makanya saat ini dirinya sedang berada di bascam bersama anak Arion lainnya.


Devano tidak peduli kepada Nafisha yang dia tahu Nafisha hanyalah sebuah beban.


"Tumben Bos lo kok nggak langsung pulang," Tanya Devan yang heran kepada Devano, tidak biasanya Devano seperti itu.


"Malas,"


Ting


Pesan masuk pada handphone Devano, Saat Devano cek ternyata notifikasi transperan uang hadiah balapan.


Setelah melihat nya saat itu juga Devano langsung mentransferkan uangnya pada ATM Devano yang lainnya rencana nya ATM itu akan Devano berikan kepada Nafisha, Karena Devano fikir Nafisha hanya butuh uang makanya dia mau menerima pernikahan ini, Sungguh pendek bukan pemikiran Devano.


Devano pulang ke Apartemennya pukul tiga pagi Awalnya dia berjalan dengan santai saja karena dia fikir kalau Nafisha sedang tertidur pulas di kamarnya, namun dugaan Devano salah karena ketika Devano akan masuk kedalam kamarnya yang berada di samping kamar Nafisha dia tak sengaja mendengar suara Nafisha, Awalnya Devano tak menghiraukannya namun Ucapan Nafisha mampu membuat langkah Devano berhenti di tempat.


"Ya allah ampunilah hambamu ini ya Allah, berikanlah kebaikan atas diriku dan keluargaku, ya allah lindungilah Suami ku dimana pun dia berada dan lancarkanlah rezekinya mudahkanlah urusannya, bukakanlah hati ya allah,Amiin" Doa Nafisha dalam setiap sujudnya.


"Kenapa hati gue bergetar saat mendengar Nafisha berdoa," Bathin Devano.


Setelah mendengarkan doa Nafisha Devano langsung masuk kedalam kamarnya.


Brakk.


Di pagi harinya seperti biasa Nafisha akan melaksanakan tugasnya dan melayani suaminya menyiapkan keperluan dirinya dan juga suaminya.


Tok


tok


tok


"Dev,....Boleh masuk," Tanya Nafisha akan tetapi tidak ada sahutan dari dalam.


Beberapa kali Nafisha mengetuk pintu akan tetapi hasilnya tetap sama tidak ada sahutan dari dalam hingga akhirnya Nafisha memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar Devano.


Ceklek


Ternyata pintu kamar Devano tidak di kunci, Nafisha langsung masuk kedalam kamar Devano melangkah mendekat ke arah ranjang Devano, disana Nafisha bisa melihat kalau Devano sedang tertidur pulas.


"Tampan," Bathin Nafisha, sambil tersenyum.


Nafisha seperti biasa menyiapkan baju dan keperluan Devano lainnya untuk hari ini.


"Dev bangun, ini sudah pagi," Ucap Nafisha sambil menepuk pipi Devano beberapa kali akan tetapi Devano tetap tertidur, karena dirinya baru saja tidur pukul setengah 4 subuh.


"Dev, hmmm baiklah jika kamu tidak mau bangun aku berangkat dulu ya Dev," Ucap Nafisha kepada Devano yang sedang tertidur, Nafisha juga memberanikan diri untuk meraih tangan Devano dan menyiumnya.

__ADS_1


Setelah itu Nafisha pergi keluar dari kamar Devano, karena dia takut mengganggu tidurnya Devano yang begitu pulas.


Sebelum Nafisha berangkat sekolah dia menuliskan beberapa kata dalam kertas yang dia simpan di atas kamar Devano.


Devano bangun pukul tujuh pagi.


"Hoam,Enggghhhh," Devano menguap sambil mengerjap ngerjapkan mata.


"Emmm jam berapa ini," Ucapnya sambil melihat jam yang berada di atas nakasnya.


"Apa Jam tujuh pagi," Devano kaget saat dia bangun sudah jam tujuh pagi, karena jika dia tidak sampai sekolah pukul 7 lebih 15 menit maka alamat kesiangan.


Devano langsung berlari menuju Kamar mandi untuk mandi dan membersihkan dirinya.


Ceklek


Devano langsung menghampiri baju seragamnya yang sudah Nafisha siapkan dengan lengkap tak lupa dengan secarik kertas yang ada di atas tumpukan baju seragam Devano.


"Dev maaf aku berangkat duluan, tadi aku sudah membangunkan kamu akan tetapi kamu nggak bangun bangun, tambah aku juga nggak tega saat liat kamu tidurnya begitu pulas, Semuanya aku sudah siapkan, sarapanlah di meja makan sudah aku siapkan makanan untuk kamu sarapan. Nafisa" Devano membaca secarik kertas itu., dengan menyunggingkan bibirnya keatas entah mengapa mendapatkan perhatian kecil saja dari Nafisha bisa membuat hati Devano menghangat, akan tetapi Devano tepis karena egonya yang begitu tinggi.


Setelah bersiap Devano langsung saja menuju meja makan dan benar saja di sana sudah tertata rapi makanan untuk sarapan, tak lupa disana juga Nafisha menyimpan secarik Kertas.


"Dev Silahkan makan ini spesial untuk mu," Begitulah isi tulisan tersebut.


Lagi lagi Devano di buat kagum dengan sifat Nafisa.


"Aish apaan sih jika Nafisha tahu pasti dia udah besar kepala,"


"Nggak nggak gue nggak boleh jatuh cinta pada Nafisha, mana ada???, Toh gue juga udah punya Vania," Devano berbicara sendiri.


"Hah dari pada gak jelas lebih baik gue sarapan dekh setelah itu baru berangkat sekolah,"


Sedangkan di Sekolah Nafisha saat ini sedang terdiam sendiri di taman belakang, sambil melihat layar ponselnya.


"Telpon nggak ya," Ucap Nafisha .


"Tapi jika tidak di telpon takutnya dia belum bangun," Sambungnya


"Akh tapi jika di telpon bagaimana jika dia ilfil lagi sama aku secara dia bilang jangan ikut campur urusan nya,"


Nafisha begitu bingung apakah dirinya harus menelepon suaminya atau tidak.


"Akh telpon saja, jika dia marah bodo amat lah,"


Tutt tutt tutt


"Hallo, siapa???" Ucap Devano di sebrang sana.

__ADS_1


"Nafisha,"


"Okh ada apa??? Tanyanya dengan nada ketus.


"Nggak aku kira kamu belum bangun, kalau begitu Aku tutup Cepat berangkat sekolah sebentar lagi bel masuk," Ucap Nafisha mengingatkan Devano.


"Hmmm,"


tuttt tuttt tuttt


Sambungan telpon di putuskan sepihak oleh Devano.


"Ck dasar kulkas," Gerutu Nafisha.


"Siapa yang kulkas???" Tanya seseorang di belakang Nafisha


" Ekh hah, "Nafisha gelagapan sendiri namun sebisa mungkin dia bersikap tenang.


Nafisha membalikan badannya kebelakang disana dia bisa melihat Tiara dan Hazel yang menghampirinya.


"Ekh kamu salah dengar kali, Tadi aku nggak bilang apa apa kok," Kilah Nafisha.


"Tapi aku tadi mendengarnya Fisha bersama Hazel, Iya kan Zel," Tanya Tiarakepada Hazel.


"Akh sepertinya kamu salah dengar kali Ra soalnya dari tadi aku gak dengar apa apa tuh Ra," Jawab Hazel menghindari pertanyaan Tiara yang kadang kala tak masuk akal.


"Ekh apa aku salah dengar kali ya,"


"Mungkin,"Jawab Nafisha dan Hazel bersamaan.


"Sudahlah jangan kamu fikirkan Ra, "


"Hmm iya,"


"Kalian ngapain kesini,??" Tanya Nafisha mengalihkan pembicaraan.


" ya nyari kamu lah, orang kita cari kamu dari tadi nggak ketemu, ekh tahunya kamu ada di taman belakang," Jawab Hazel.


"Oh maaf sudah membuat kalian kelimpungan mencari ku," Ucap Nafisha dengan tulus.


"Santai aja Fisha kita kan sahabatan" Ucap Tiara.


"Bener Fisha,"


"Yasudah kalau begitu kita balik ke kelas aja yuk," Ajak Nafisha.


"Ekh iya ayo, lagian sebentar lagi bel masuk,"

__ADS_1


"Ayo," Jawab Ucap Nafisha sambil berjalan menuju Kelasnya diikuti oleh Hazel dan juga Tiara.


__ADS_2