
Saat mengetahui berita tersebut Nafisha langsung berlari keluar sekolah meskipun tadi banyak siswa yang menghalanginya, akan tetapi karena kehigihan nya akhirnya Nafisha bisa keluar sekolah.
Sesampainya di gerbang sekolah Nafisha bisa melihat Geng Arion dan kapak merah sedang menyerang satu sama lainnya, bahkan salah satu dari mereka banyak yang membawa senjata tajam entah apa tujuannya mereka menyerang sekolah ini Nafisha juga tidak tahu.
Suara baku hantam terdengar jelas di telinga Nafisha, Dia memperhatikan semua gerak gerik dan baku hantam mereka hingga akhirnya suara seseorang mengagetkan Nafisha.
"DEVANO," Teriak salah satu geng nya namun Nafisha tidak mengetahuinya,
Nafisha langsung melihat kearah Devano yang sudah babak belur dan hampir saja tumbang akan tetapi Devano masih saja mempertahankan dirinya supaya tetap sadar dan memaksakan dirinya untuk melawan musuhnya,
Namun yang membuat Nafisha kaget ternyata salah satu dari mereka ada yang sudah mengeluarkan pisau lipatnya yang siap nenusuk perut Devano.
"Devanoa Awas," Teriak Nafisha sambil berlari menuju Devano.
Bugh
Nafisha langsung menendang dada orang tersebut hingga tubuhnya terjembab ke belakang,.
"Sial, " Umpatnya orang itu.
"Nafisha, ngapain kamu disini,??? Tanya Devano.
"DIAM dan jangan banyak bicara Devano, ini keadaan genting, Hampir saja lo kena tusuk bego," Marah Nafisha pada Devano, Sebenarnya bukan pada Devano melainkan pada geng Kapak merah yang bisa bisanya akan menusuk suaminya, alamat jadi janda muda dong Nafisha.
" Geng kapak merah yang melihat Nafisha tampak melirik tajam bahkan mereka menyerang Nafisha dengan bersamaan.
Namun bukan Nafisha namanya jika dia tidak bisa mengalahkan mereka, belum tahu saja mereka kalau Nafisha itu jago nya tekwondo ,Karate dan juga Silat bahkan sudah sabuk Hitam semua.
"Serang," Teriak ketua Kapak merah.
Bugh
Bugh
Bugh
Krek
Bugh
Krek
Suara perkelahian pun terdengar jelas bahkan semua guru dan murid yang menyaksikan itu tidak menyangka kalau Nafisha begitu lihai melawan Geng kapak merah termasuk Devano dan juga anak geng arion lainnya.
Bugh
Krek
__ADS_1
Salah satu lawannya mencoba menyerang Nafisha namun dia menghindarinya, setelah itu Nafisha yang balik menyerang Musuhnya tangan nya dia pelintir kebelakang hingga terdengar bunyi
Krek...
mungkin tulangnya patah atau geser Nafisha tidak tahu.
Setelah itu tubuh nya Nafisha banting ke Bawah.
Melihat Nafisha yang sedang melawan musuh nya sendirian geng Arion pun mencoba membantunya termasuk Devano, dia membantu Nafisha mengahajar Ketua kapak merah bahkan dalam melawannya pun Nafisha dan Devano begitu kompak dan saling melindungi.
Bugh bugh bugh bugh,
Suara tonjokan berkali kali di tubuh ketua kapak merah Devano layangkan tak lupa dia juga menendang dada orang tersebut hingga si empunya mundur beberapa langkah, dan situasi tersebut Nafisha gunakan untuk menyeranngnya kembali, Nafisha tiba tiba lompat ke atas dengan jungkir balik hingga pas saat turun kaki nya menendang badan ketua kapak merah tersebut tepat di pipi dan tak lupa dia juga memelintir kepalanya hingga dia jatuh pingsan.
"STOP," Teriak Nafisha.
Semua orang langsung menghentikan aktivitasnya.
"Apakah kalian masih ingin menyerang kami, untuk bisa seperti ketua kalian," Tanya Nafisha dengan Nada meremehkan dan menunjuk kearah ketuanya yang sudah babak belur badannya penuh luka lebam dan hidungnya berdarah.
"Bos," Ucap salah satu anggota musuh.
"Bubar, dan tunggu pembalasan kita Bith," Ucap salah satu anggota musuh mungkin wakil ketua kapak merah.
Setelah bubar Nafisha langsung melangkah pergi, namun sebelum itu Nafisha menatap tajam Devano.
Nafisha membawa Devano sambil menjewer telinganya sebelah.
"Awwwhhhh sa sakit Nafisha," Gumam Devano dengan wajah yang memelas.
"Makanya kalau jadi cowok tuh jangan sok jago gini kan lihat tuh muka kamu babak belur mana banyak yang lebam di badan kamu Dev," Jawab Nafisha dengan galak.
Mungkin karena Nafisha masih kesal dengan kejadian di kantin tadi ditambah lagi tadi Devano hampir saja terkena tusukan, membuat Nafisha melampiaskan emosinya dengan melawan musuh Devano bahkan tenaganya menjadi dua kali lipat bahkan sampai musuhnya pun kewalahan.
"Iya Fisha tapi lepasin tangan lo itu sakit tahu," Ucap Devano namun di hiraukan oleh Nafisha.
Sesampainya di UKS Nafisha langsung mengobati luka Devano.
"Ck, Hati hati Fisha itu sangat sakit,"
"Diem Dev aku masih kesel sama kamu," Jawab Nafisha yang membuat Devano mengeryit bingung.
"Kesel, emang Nafisha kenapa???" Bathin Devano.
Namun Devano tetap menurut untuk diam Hingga saat Nafisha mengobati luka yang ada di wajah Devano tak sadar jarak di antara mereka sangat lah dekat hingga nafas Nafisha bisa Devano Dengar membuat jantung Devano Deg degan.
Mata mereka tak sengaja bertemu hingga akhirnya mata mereka saling berdatangan satu sama lain, tanpa kata dan bicara, tak ada yang melepaskan pandangan itu satu sama lain hingga saat Devano akan mencium Nafisha datanglah anak Arion lainnya memasuki UKS.
__ADS_1
"Ehm ehmmm," Arjuna sengaja terbatuk supaya mereka tahu tempat bahwa mereka masih di sekolah.
Sedangkan Devano yang kaget pun malah membenturkan kepalanya pada kening Nafisha membuat Nafisha meringis pelan.
"Ssseeessst sakit Dev," Ucap Nafisha dengan Cemberut.
"Maaf,"
"Wih bos ternyata lo disini,"Gumam Deren
"Fisha gue gak nyangka ternyata lo suhu juga gue kira cupu," Aldino secara gamblang mengucapkan itu di depan Nafisha., mungkin dia mulai tertarik dengan pesona Nafisha.
"Mau gak lo sama gue," Tanya Aldino tiba tiba dengan Spontan.
"Ekh,Hah," Nafisha terkejut dengan ucapan Aldino.
"Apa dia bilang mau sama gue, gak salah nih, gak tahu saja dia kalau gue Istri bosnya," Bathin Nafisha.
Sedangkan Arjuna hanya tersenyum,
"Nah kan Dev kalau gini baru tahu rasa kamu Dev, Rasain lo Dev Cemburu Cemburu,"Batin Arjuna.
Sedangkan Devano sudah menatap Tajam kearah Nafisha, Nafisha tahu akan tetapan itu akan tetapi Nafisha sengaja menghiraukannya.
" Gimana,??? Tanya Aldino.
"Emmm gimana ya, gue harus berfikir dulu dekh kayaknya,"Jawab Nafisha.
"Emang nya kamu nggak takut gitu,???" Tanya Nafisha kepada Aldino.
"Takut Kenapa,???? Gue nggak takut apapun Selagi itu untuk mendapatkan Hatimu," Sahut Aldino dengan gombalan mautnya.
"Yakin??? Trus jika gue pacaran sama Bos lo gimana,??? " Tanya Nafisha dengan menaik turunkan Alisnya.
Uhuk uhuk uhuk...
Devano langsung terbatuk saat mendengar ucapan Nafisha.
"Kenapa kamu Dev???" Tanya Arjuna dengan senyum mengejek
"Nggak," Jawabnya ketus.
"Halah ya nggak mungkin lah orang Devano udah punya Vania," Jawab Aldino dengan Blak blakan, karena ya menurut dia itu nggak penting mau Devano sama siapa saja kecuali Nafisha.
Tak tahu saja Aldino jika dari tadi Devano sudah menahan geram.
"Sial awas lo ya Al jika lo macam macam," Gerutu Devano cuman dalam hati.
__ADS_1